
Setelah investigasi kemarin, Lefyn memutuskan untuk kembali ke rumah di Greendfield. Karena ia mendapatkan kabar kalau ibunya akan melahirkan besok.
Ia berjalan menuju Greendfield di pagi hari , ia menuju ke Greenfield bersama petualang yang di bayar kerajaan , karena gurunya Evelyn sedang sibuk mengurus pertahanan kota. Setelah berjalan beberapa menit , mereka melalui jalan yang tenang dan dikelilingi oleh pepohonan hijau yang bergerak dengan angin sepoi-sepoi.
Setelah beberapa bulan meninggalkan kediamannya tidak menyangka kalau akan mempunyai adik baru .
Lefyn merasakan kerinduan yang mendalam pada ibunya yang sudah lama tidak ditemuinya. Dia ingin merasakan pelukan hangat dan aroma dapur yang menggugah selera dari masakan ibunya.
Lefyn menghela nafas panjang saat dia memasuki kota Greendfield yang sunyi . Dan menyuruh petualang yang di bayar oleh raja Lefyn meyakinkan untuk petualang untuk segera pulang saja karena kota Greendfield sangat aman , awalnyaa para penjaga tidak mempercayai , setelah Lefyn meyakinkan bahwa kota ini aman dari monster mereka berpamitan .
Lefyn bergegas pulang ke kediamannya dan di depan pintu dia disambut oleh seorang pelayan. "Selamat datang kembali, Tuan Lefyn. Ibu Anda sudah menunggu Anda di ruang keluarga," kata pelayan itu dengan senyum ramah.
Lefyn tersenyum dan mengikuti pelayan itu ke ruang keluarga. Ketika dia memasuki ruangan itu, dia melihat rumahnya telah dihiasi dengan bunga-bunga segar dan ornamen cantik. Dia melihat ibunya duduk di teras rumah dengan senyum bahagia di wajahnya. Lefyn merasa lega karena ibunya telah melahirkan bayi dengan selamat.
Lefyn merasa sangat bahagia melihat ibunya dan adiknya yang baru lahir. Dia merasa seperti kembali ke rumah setelah sekian lama berpetualang. Dia menghapiri ibunya yang duduk di samping teras rumah
"Mama, aku pulang," kata Lefyn seraya Duduk di samping ibunya.
"Iya, Lefyn. Selamat datang pulang," jawab ibunya sambil tersenyum. "Ayo, lihat adikmu, dia tidur di dalam rumah."
__ADS_1
Lefyn masuk ke dalam rumah dan melihat adiknya yang baru lahir sedang tidur pulas. Dia merasa bahagia melihat wajah bayi yang imut itu. Lefyn bersyukur karena keluarganya bertambah satu yaitu adiknya yang lucu .
Lefyn tersenyum lebar, merasakan kebahagiaan yang tak terkatakan. Dia benar-benar merasa seperti kembali ke rumah, di tempat yang paling ia rindukan.
Hari pun berasa cepat , tidak terasa sudah malam hari dan lefyn memutuskan untuk makan bersama keluarganya .
Setelah makan malam, Lefyn duduk bersama ibunya di teras rumah, menikmati udara segar dan bintang-bintang di langit malam yang cerah. Mereka mengobrol lama tentang kehidupan Lefyn di luar kota, tentang petualangannya sebagai support gurunya .
Walau terksan tidak bisa terpercaya , ibunya yakin bahwa lefyn tidak berbohong kepada ibunya , karena di umur masih muda dia berpetualang melawan iblis yang kekuatan nya sangat besar ..
Namun di sisi lain Lefyn merasa sangat bahagia bisa kembali ke rumah dan bersama ibunya. Dia merasa seperti memiliki dunia yang indah di depannya, dan bahkan petualangannya terlihat lebih terang karena kehadiran ibunya di sisinya.
Lefyn merasa sangat bahagia bisa kembali ke rumah dan bisa bertemu kembli dengan ibunya. Dia merasa seperti memiliki dunia yang indah di depannya, dan bahkan misi petualangannya terlihat lebih terang karena kehadiran ibunya di sisinya.
Dia tersadar bahwa dia tidak bisa lama lama di rumahnya , karena ujian akademi sudah di buka , dia tidak boleh terlambat mendaftarkan .
Setelah menikmati sarapan , Lefyn mengobrol dengan ayah dan ibu nya , dan mengatakn kepada merka bahwa Lefyn akan ingin masuk ke akademi kerajaan helfrim, karena Evelyn merekomedasikan untuk masuk sana karena pengajar disana adalah teman teman lamanya yang dulunya penyihir hebat , awalnya mereka ragu untuk memasukan dia ke dalam akademi kerajaan , Lefyn terus memastikan kalau di sana tidak ada orang yang ingin berbuat uruk kepada Lefyn . akhirnya mereka percaya dan memberikan sejumlah uang untuk pendaftaran biaya masuk akademi, walau keluarga mereka tidak bisa di bilang kaya tetapi ayah ibu lefyn bisa untuk membayar akademi kerajaan .
Setelah persiapan semua udah di rasa cukup , lefyn menuju kamar adiknya untuk melihat adiknya untuk terakhir kali nya . karena dia akan cukup sibuk di akademi jika di terima nanti
__ADS_1
Setelah memasuki kamar adiknya , Lefyn melihat kalau adiknya sedang berada di tempat tidurnya . Dan lefyn perlahan menuju tempat tidur nya unutk melihat adiknya untuk terakhir kalinya . karena Lefyn tidak tau mungkin saja dia akan mati saat perajalan menuju akademi kerajaan
"Sampai jumpa, adikku. Aku harus pergi sekarang," kata Lefyn perlahan saat meninggalkan kamar bayi.
Lefyn kemudian menemui ibunya dan memeluknya erat-erat. Dia memohon maaf karena tidak bisa tinggal lebih lama.
"Ibu, aku harus kembali ke Akademi. Aku akan melihatmu lagi nanti," ucap Lefyn sambil menangis kecil.
"Iya, nak. Aku mengerti. Kamu harus menyelesaikan ujianmu. Jangan lupa untuk makan dan istirahat yang cukup, ya," jawab ibunya dengan lembut.
Lefyn kemudian berjalan meninggalkan rumahnya dengan hati yang berat. Dia tahu bahwa dia harus berjuang lebih keras lagi agar bisa menjadi yang terbaik di Akademi Kerajaan. Dia memutuskan untuk fokus pada ujian dan mengumpulkan semua kekuatannya untuk mencapai impian itu.
Lefyn melanjutkan perjalanan dari Greenfield ke arah utara menuju Akademi Kerajaan, tempat di mana ia akan mengikuti ujian masuk yang sangat di rekomendasikan oleh gurunya
Ia melintasi perbukitan hijau yang indah, dan melihat pemandangan yang tak terlupakan. Lefyn merasa terpana saat melihat keindahan alam yang dihadirkan di hadapannya.
Saat matahari hampir terbenam, Lefyn tiba di depan gerbang megah Akademi Kerajaan. Ia melihat bangunan megah yang terdiri dari gedung-gedung bertingkat dan halaman luas yang indah.
Setelah melewati gerbang, Lefyn dibawa ke ruang tunggu di dalam akademi. Ia merasa kagum dengan keindahan dan kemegahan bangunan ini. Ruangan itu sangat luas dan dihiasi dengan lukisan-lukisan yang indah dan lampu gantung yang elegan.
__ADS_1
Lefyn merasa sangat senang dengan pilihannya untuk belajar di akademi ini dan berjanji akan bekerja keras untuk mencapai mimpinya. Ia siap menghadapi semua tantangan yang akan dihadapinya di akademi ini dan berjuang untuk menjadi petualang terbaik.
Setelah selesai mendaftar, Lefyn mengelilingi akademi untuk mencari kamar di asramanya. Dia menemukan kamar yang sudah disiapkan untuknya, dengan pemandangan indah dari jendela yang menghadap ke taman hijau. Setelah mengatur barang-barangnya, Lefyn meninggalkan kamar dan kembali ke taman akademi, menghirup udara segar dan menikmati suasana indah yang ada di sana.