Reincarnated as a Hero, Love for the Queen of Demons

Reincarnated as a Hero, Love for the Queen of Demons
Test Kedua di akademi sihir selesai


__ADS_3

Dalam test kedua yang menantang, Lefyn dan murid-murid lainnya harus menunjukkan kekuatan sihir mereka secara praktik dengan mengeluarkan sihir mereka ke target yang telah ditentukan. Meskipun ragu dan gugup, Lefyn memusatkan seluruh tenaganya untuk mengeluarkan sihirnya dengan maksimal dan menghantarkan tembakan sihirnya dengan tepat pada sasaran, mengagumkan pengawas yang melihatnya.


Mereka harus mengeluarkan elemen sihir sebanyak mungkin dan membidik target dengan tepat, meskipun tidak hanya satu target yang harus dihantam. Tidak hanya sekali, tapi tiga atau bahkan lima kali lipat dari jumlah elemen sihir yang kalian kuasai .


Dengan hati-hati, satu per satu murid dipanggil ke depan untuk menunjukkan kekuatan sihir mereka dalam test praktik yang menentukan masa depan mereka. Namun, hanya sedikit murid yang mampu menguasai lebih dari dua elemen sihir, dan mereka yang mampu mengendalikan tiga atau bahkan lima elemen sihir membuat semua mata terbelalak kagum dan iri. Lefyn tidak sabar untuk menunjukkan kekuatan sihirnya, tetapi ia juga tidak ingin meremehkan lawan-lawannya di arena sihir ini.


Dengan hati yang berdebar-debar, akhirnya Lefyn dipanggil untuk menunjukkan kemampuan sihirnya. Ia berdiri tegak di hadapan target yang telah ditentukan, memusatkan pikirannya untuk mengeluarkan elemen sihir yang dimilikinya. Tanpa ragu, Lefyn merangkakkan tangannya, memusatkan energi sihirnya dan melepaskannya dengan satu hembusan nafas yang dalam. Cahaya berkilauan terpancar dari tangan Lefyn, menyerang target dengan kecepatan yang tak terlacak. Seluruh kelas terpukau oleh kehebatan sihir Lefyn, membuatnya merasa bangga dan percaya diri.


Lefyn merasa terkejut ketika ia melihat bahwa Evelyn tidak terpana dengan kekuatan sihir yang ia keluarkan.


Dengan penuh semangat, Lefyn ingin menunjukkan kekuatan sihirnya yang lebih besar lagi di hadapan Evelyn, namun pengawas memberikan isyarat agar Lefyn berhenti karena sudah cukup. Meski merasa sedikit kecewa, Lefyn mengerti bahwa ia harus mematuhi aturan tes tersebut


Lefyn merenung dalam hatinya, bertanya-tanya seberapa besar kekuatan sihir yang dimiliki oleh Evelyn. Apakah dia akan mampu menaklukkan target dengan mudah? Ataukah ia juga akan mengalami kesulitan seperti beberapa murid lainnya? Lefyn merasa penasaran dan tidak sabar untuk melihat kekuatan sebenarnya yang dimiliki oleh Evelyn. Ia memandang dengan tatapan penuh harap ketika akhirnya giliran Evelyn untuk maju tiba.


Akhirnya giliran Evelyn . Dengan raut wajah yang tenang dan percaya diri, Evelyn maju ke depan untuk mengikuti ujian praktik sihir.

__ADS_1


Dalam hatinya, Lefyn tidak bisa mempercayai betapa tenangnya Evelyn saat melangkah maju untuk mengikuti test. Bagaimana mungkin seorang murid seperti dirinya bisa begitu tenang dan percaya diri? Lefyn merasa iri dan tidak sabar untuk melihat kekuatan sihir dari teman sekelasnya itu.


Dalam ujian sihir tersebut, Evelyn memperlihatkan kehebatannya dengan mengeluarkan tiga unsur sihir yang berbeda secara bersamaan, menciptakan ledakan dahsyat yang mengguncangkan seluruh ruangan. Evelyn, yang menyaksikan aksi itu, tak dapat menyembunyikan rasa kagumnya. Bagaimana Evelyn bisa memiliki kekuatan yang sedemikian dahsyat? pikirnya dalam hati.


Guru Evelyn bergumam dalam hatinya bahwa kekuatan yang ditunjukkan oleh murid barunya itu jauh di atas level seorang pemula di Akademi Sihir. Meskipun ia terkesima dengan kekuatan tersebut, ia memberi isyarat kepada Evelyn untuk menghentikan aksinya.


Dengan langkah yang tetap dan tenang, Evelyn kembali ke tempat duduknya setelah melihat isyarat guru untuk berhenti menggunakan sihirnya. Meski dalam hatinya ia merasa kesal karena belum bisa menunjukkan seluruh kekuatannya, namun ia tetap mematuhi peraturan akademi sihir dengan setia.


Di tengah kelelahan usai melewati serangkaian tes sihir, para siswa akademi sihir merasa lega ketika akhirnya test kedua usai dan mereka diberi waktu istirahat. Mereka segera beranjak dari tempat duduk dan menuju ke ruang makan untuk mengisi perut mereka.


Lefyn berjalan dengan langkah cepat, mencari keberadaan guru Felyn di sekitar akademi sihir. Hatinya berdegup kencang, ia perlu berdiskusi dengan guru tersebut mengenai apa yang dilihatnya saat test kemarin. Ia merasa yakin bahwa sesuatu yang tidak beres terjadi pada tubuh Evelyn, dan ia harus mencari jawaban dari guru yang lebih berpengalaman. Setelah melintasi beberapa lorong, Lefyn akhirnya menemukan guru Felyn sedang duduk sendirian di salah satu ruangan yang sunyi. Dengan hati-hati, Lefyn mendekati guru tersebut


Felyn : "Hmm...tidak, saya tidak merasakan kehadiran iblis dalam tubuhnya. Apa ada masalah yang terjadi?"


Lefyn : "Saat test sihir praktik, Evelyn mengeluarkan kekuatan sihir yang sangat kuat, dan terasa berbeda dari biasanya. Saya merasa ada kekuatan yang tidak biasa di dalam tubuhnya. Apakah Guru merasakan hal yang sama?"

__ADS_1


Felyn: "Hmm, saya tidak merasakan kekuatan iblis seperti yang kamu katakan, kebetulan saat test kedua aku sedang lewat jadi tidak merasakan kekuatan iblis itu ,  Lefyn nmungkin itu hanya perasaanmu saja."


Lefyn: "Tapi Guru, saya yakin ada sesuatu yang keluar dari tubuh Evelyn. Apa yang harus saya lakukan?"


Felyn: "Jangan terlalu khawatir, Lefyn. Kita harus tetap berhati-hati, tapi jangan sampai kita mengambil tindakan gegabah tanpa bukti yang kuat. Lebih baik kita perhatikan dan amati terlebih dahulu."


Lefyn: "Baiklah, terima kasih atas nasihatnya, Guru Felyn."


Felyn: "Tidak perlu terima kasih. Ingatlah, Lefyn, dalam dunia sihir, tidak ada yang lebih penting dari kewaspadaan dan pengamatan yang cermat."


Setelah selesai berbicara dengan gurunya, Lefyn pergi ke kantin untuk membeli makanan yang akan dia santap. Dia melihat banyak siswa lain yang juga menikmati makanan mereka dengan tenang, sementara dia sendiri masih terus memikirkan masalah yang dia alami tadi. Lefyn memutuskan untuk fokus pada makanannya dan mencoba menikmati santapannya dengan sebaik-baiknya.


Lefyn merasa sedikit terkejut saat ia mendengar suara pengumuman yang mengindikasikan bahwa waktu istirahat mereka sudah berakhir. Ia segera mengambil tasnya dan berjalan menuju ruang test sambil menghirup napas dalam-dalam. Lefyn berjalan melalui lorong-lorong akademi dengan hati yang berdebar-debar. Suasana yang terasa tegang dan atmosfir yang mencekam membuatnya semakin tidak nyaman. Bahkan, siswa-siswa di sekitarnya terlihat sangat tegang dan lelah. Seolah-olah mereka telah berjuang melawan sesuatu yang besar dan menakutkan.


Lefyn melihat dengan takjub bahwa wajah Evelyn tetap tenang dan tanpa rasa cemas sekalipun suasana di sekitar begitu tegang. Tidak seperti siswa-siswa lainnya yang terlihat gemetar dan berkeringat dingin, kehadiran Evelyn terasa begitu mempesona dan menenangkan.

__ADS_1


Dalam keheningan yang tegang, Lefyn terdiam dan memikirkan test yang baru saja dia lalui. Namun, lamunannya pecah ketika guru mereka masuk ke ruangan dan memberi ucapan selamat kepada semua siswa yang telah selesai melakukan test kedua.


tersentak ketika guru pengawas mengumumkan bahwa hasil dari test kedua akan diumumkan besok. Wajah muram para siswa seketika menjadi semakin suram, termasuk Lefyn sendiri yang merasa sangat penasaran dengan hasil testnya. Mereka semua tahu bahwa besok adalah hari yang sangat menentukan bagi masa depan mereka di Akademi Sihir.


__ADS_2