
"sudah ku bilang kakak,aku tidak suka gaun merah ini,aku hanya Mau menggunakan gaun putih,merah muda,biru,dan hitam"ucap putri jiang ling ling secara tegas,
"adik,jangan membuat ku pusing,ini acara pernikahan mu,kau tidak mungkin menggunakan gaun berwarna lainnya, hanya warna merah yang di perboleh kan"ucap kaisar mo huang zhan,
"jika seperti itu,lebih baik,tidak usah menikah saja,biarkan aku sendiri sampai ajal menjemput,"tegas putri jiang ling ling,
"pakai apa saja,selagi dia tidak kabur dari pernikahan kita"sela kaisar zhang xue le, perkataan kaisar zhang xue le membuat putri jiang ling ling tersenyum lebar,
"hitam berkombinasi warna emas dan merah sedikit"ucap putri jiang ling ling antusias,
"tidak,kau harus memakai warna merah,mau tidak mau,kau harus tetap memakainya, "kaisar mo huang zhan melemparkan gaun berwarna mereka ke arah putri jiang ling ling dan pergi begitu saja setelah nya,
acara pernikahan pun sudah di mulai,begitu banyak tamu undangan yang hadir,terlihat juga kebahagiaan menghiasi wajah mereka yang hadir,
putri jiang ling ling berjalan ke arah cermin,ia melihat diri nya dengan gaun merah yang di lempar oleh kakak nya,"Lihat lah,aku terlihat begitu jelek,"ucap putri jiang ling ling,
"Kau begitu cantik,semua mata akan tertuju pada mu"ucap putri nara ya ling,
"jelek kak nara,jika sampai kaisar zhang xue le tau,dia akan marah kepada ku,tapi kakak ku yang keras kepala itu memaksa ku memakai ini"jelas putri jiang ling ling,
"hanya satu kali,tidak masalah untuk berbagi kecantikan mu,terlalu pelit itu tidak baik"sela selir wei si yung,
"kakak kalian tidak tahu,apa lagi banyak tamu undangan yang masih lajang, "ucap putri jiang ling ling,
"sudahlah ayo,mereka sedang menunggu mu"ucap selir wei si yung, ketiga wanita itu berjalan keluar menuju altar pernikahan, dengan putri jiang ling ling yang berada di tengah nya,
ia terus menundukkan pandangan nya,jika ia sampai nanti, ia pasti akan mendapat banyak masalah setelah itu,"angkat pandangan mu,"suara yang begitu familiar terdengar di telinga putri jiang ling ling,
ia mengangkat dengan ragu-ragu, dan benar saja kini kaisar zhang xue le sudah berada di depannya, "hah,aku menyesal,kenapa aku tidak membuang gaun ini,"ucap kaisar zhang xue le,
"Kau terlihat begitu cantik adik,"sela kaisar mo huang zhan dengan senyum menang nya?,kini putri jiang ling ling tau kenapa kakak nya itu memaksa agar ia menggunakan gaun ini,
__ADS_1
"Kau sengaja "ketus kaisar zhang xue le,
"kenapa tidak,aku juga ingin memperlihatkan pada dunia jika adik ku begitu cantik bak seorang dewi,"ucap kaisar mo huang zhan,
"sudah-sudah cukup,jika kalian terus bertengkar pernikahan ini akan batal"ucap putri nara ya ling,
mereka pun mulai memasuki altar pernikahan,banyak bisikan-bisikan memuji kedua pengantin, hanya membutuhkan beberapa menit saja,ritual pernikahan sudah selesai,
kini mereka tengah menyapa para tamu,hanya kaisar zhang xue le dan yang lain nya saja,sedangkan untuk putri jiang ling ling ia langsung di bawa masuk kedalam kamar nya setelah selesai melakukan ritual,
"aku seperti aib saja"gumam putri jiang ling ling,
"putri?ah maaf,maksud ku,permaisuri "ucap jing xin,
"ah,kau baru saja mengingatkan ku,jika status ku sudah berubah "ucap permaisuri jiang ling ling,
"kenapa wajah permaisuri murung?seharusnya permaisuri bahagia kan"ucap jing xin,
"sudahlah, lupakan saja,"ucap permaisuri jiang ling ling,
"kenapa?ada apa ini?"sela kaisar mo huang zhan,
"aku ingin pergi keluar istana, sebelum ikut kaisar zhang xue le ke kerajaan tang"ketus permaisuri jiang ling ling,
"kemana?jika suami mu tahu,kau bisa habis tau tidak"ucap kaisar mo huang zhan,
"kakak ingat dengan tempat yang dulu aku sebutkan ?"tanya permaisuri jiang ling ling,
"iya kenapa?"tanya balik kaisar mo huang zhan,
"aku ingin kesana,bantu aku ya"ucap permaisuri jiang ling ling,
__ADS_1
"tidak,kita akan pergi ke istana tang sekarang "sela kaisar zhang xue le,wajah jiang ling ling menjadi cemberut berubah 180°,
"ayolah kaisar, kasianni adik ku ini,setelah ini dia akan di kurung di dalam istana mu kan"bujuk kaisar mo huang zhan,
"tidak,ibunda dan ayah sudah dalam perjalanan ke istana tang,mereka ingin bertemu menantu nya"ucap kaisar zhang xue le,
"terlambat sedikit saja pasti tidak masalah kaisar, apa lagi ini demi kebahagiaan istri mu kan"ucap kaisar mo huang zhan masih berusaha membujuk,
"sudah lah kakak,pria ini keras kepala,"jiang ling ling bangkit dari duduk nya,ia melepaskan kain merah yang sedari tadi menutupi kepala nya,
"ayo jing xin,mingyu,kita pergi dari sini"jiang ling ling berjalan melewati mereka tanpa kain merah yang seharusnya masih menutupi kepala nya,
kini jiang ling ling sudah duduk di dalam kereta kuda di temani jing xin dan mingyu,jiang ling ling tak memberi sedikit pun tempat untuk kaisar zhang xue le,
ia kesal dan juga marah kepada nya,begitu keras kepala dan susah di bujuk,"aku ingin membenci nya,tapi aku tidak bisa,aku ingin lari lagi,juga tidak bisa"ucap jiang ling ling,
"permaisuri tumbuh begitu cepat,baru saja kemarin permaisuri belajar berjalan,kini malah sudah menjadi seorang pemimpin di suatu kerajaan "ucap mingyu,
"permaisuri terlalu berani untuk menikah dini,kita sebagai perempuan pasti sudah tahu,jika setelah menjadi istri pasti harus menjadi ibu juga"ucap jing xin
"aku tahu itu,dia pasti tidak mungkin tidak meminta hak nya,dan aku juga tidak mungkin menolak untuk memberikan nya"ucap jiang ling ling,
"kalian tau,aku lebih nyaman menjadi orang biasa saja,karena di situ aku menempati kebahagiaan yang sesungguhnya "sambung nya,
kereta pun mulai berjalan meninggalkan istana Qingdao, jiang ling ling mulai meningat masa kecil nya dulu,waktu berjalan begitu cepat ketika kebahagiaan bersama kita,
tapi ketika hanya ada kesedihan, di situ semua nya berjalan begitu lambat,dulu kakak nya yang selalu memberikan segalanya,
selalu menjaga nya dari hal-hal yang akan membuatnya sedih,tapi diri nya selalu mengejek nya dengan merendahkan nya,
tapi kakak nya selalu diam dan menerima nya,ia tak pernah menyakiti diri nya sedikit pun,jiang ling ling begitu menyayangi kakak nya,
__ADS_1
bahkan ia rela menjadi orang lain,agar bisa melindungi kakak nya di medan perang.