Reincarnation Of The Purple Phoenix

Reincarnation Of The Purple Phoenix
[Chapter 8]


__ADS_3

[Chapter 8: Siapa dirinya?]


Kaizen memandang sosok yang berdiri dihadapannya dengan waspada, Bahkan dirinya sudah memasang posisi siaga jikalau orang didepannya akan menyerangnya namun sosok didepannya hanya terkekeh pelan, membuat kewaspadaan Kaizen sedikit berkurang "Siapa dirimu? kenapa kau tau namaku?"


mendengar pertanyaan dari Kaizen sosok itu hanya menggeleng kan kepalanya dengan pelan secara berbalik dan berjalan perlahan masuk kedalam istana "Kau tidak perlu tau siapa diriku, intinya aku adalah orang yang memberikan kekuatan itu padamu ikuti aku dan akan aku Jelaskan sesuatu padamu"


Mendengar ucapan dari sosok trrsebut Kaizen menghela nafas dengan kasar sebelum akhirnya berjalan mengikuti sosok tersebut, Kaizen mengikuti sosok tersebut dengan perlahan sosok tersebut sendiri menjelaskan banyak hal diantaranya tentang kekuatan yang ada pada diri Kaizen


"aku melihat nasibmu cukup tragis Nak Kaizen jadi diriku memutuskan untuk menghidupkan dirimu dan memberikan mu sedikit kekuatan milikku untukmu" Itu adalah salah satu kalimat yang diucapkan sosok tersebut, Kaizen nampak mengerti apa yang dikatakan oleh sosok tersebut


Sosok tersebut kini tampak menjelaskan tentang dunia yang ditempati oleh Kaizen, Kaizen yang mendapat kan hal itu jelas Semangat karna dirinya hanya mendapatkan kan sedikit informasi tentang dunia asalnya pada Ingatan yang diberikan padanya selagi Kaizen mengikuti dan mendapatkan Informasi dari sosok didepannya. disisi lain atau tepatnya diarena saat ini adalah giliran inessa

__ADS_1


Inessa sendiri saat ini tampak bertarung sengit dengan lawannya, Inessa dan lawannya tampaknya memiliki kekuatan yang setara namun ada satu keunggulan yang dimiliki Oleh inessa yaitu stamina nya yang jauh lebih baik daripada sosok yang menjadi lawannya, dapat terlihat jelas bahwa saat ini lawan inessa tampak bernafas tidak beraturan sedangkan Inessa tampak biasa biasa saja


namun tetap saja lawan Inessa tampaknya tidak menyerah begitu saja buktinya dia dapat memberikan beberapa serangan sihir Api pada Inessa sedangkan Inessa sendiri menyerang menggunakan sihir Es, sihir tersebut dipelajari Inessa dari Long zenyan. kedua sihir tersebut saling beradu hingga membuat ledakan kecil namun beberapa serangan Inessa tampaknya masih untuk dan mengenai Lawannya hal itu juga membuat lawanya kini terbaring dan dapat terlihat bahwa ada beberapa bagian tubuh nya yang membeku akibat dari serangan Inessa. Inessa pun keluar sebagai juara.


Kembali kepada kaizen yang saat ini tengah duduk disebuah kursi yang tampak sangat lembut. Kaizen memandang sosok dihadapannya yang memiliki kemiripan 100% dengan dirinya lebih tepatnya wujud sosok didepannya sama seperti dirinya namun yang menjadi perbedaan adalah Rambut sosok didepannya itu berwarna Silver sedangkan matanya berwarna biru gelap


"sebelum kau pergi aku akan memberikan sesuatu kepada mu" Sosok itu berkata demikian setelah itu dirinya berdiri dan berjalan tepat kehadapan Kaizen, Kaizen hanya diam memandang sosok didepannya Sosok itu kembali melangkah kearah Kaizen namun bukannya terjadi tabrakan antara Kaizen dan sosok itu, malah sosok itu tampak seolah olah memasuki tubuh Kaizen dan menyatu bersama Kaizen bertepatandengan itu Kaizej kembali ketengah hutan dimana dirinya diserang oleh Makhluk hitam tersebut namun kali ini terjadi perubahan pada fisik Kaizen dimana separuh dari rambut Kaizen kini berwarna silver dan mata kanannya berwarna biru gelap walau mungkin Kaizen tidak akan tau perubahan pada mata kanannya


"Ternyata kau?" Mendengar ucapan Yuena pemuda itu nampak tersenyum dan mengulurkan kedua tangannya "Wah wah tidak kusangka orang yang ku harapi adalah Ibu mertua ku, Ibu mertua bisa menang dengan mudah dengan syarat beri restu padaku"


Wajah Yuena tampak mengelap tanpa diduga Yuena melakukan dash kedepan Pemuda itu, disaat itu Yuena langsung melancarkan sebuah pukulan mengarah pada pipi kanan pemuda itu dikarnakan tidak siap dan kecepatan Yuena yang jauh lebih cepat dari pemuda itu membuat serangan Yuena menenai pipi pemuda itu dengan telak membuatnya terpental beberapa meter

__ADS_1


Belum sempat dapat bangun dan membenarkan posisinya pemuda itu kembali mendapatkan serangan dari Yuena, yah tampaknya Yuena tidak akan melepaskan pemuda ini dengan mudahnya pukulan Yuena mengenai tepat leher pemuda itu atau secara spesifik Yuena mengincar pita suara pemuda tersebut dan benar saja setelah terpental kebelakang akibat pukulan Yuena ketika pemuda itu ingin berbicara dirinya sadar bahwa Pita suaranya telah hancur yang membuat pemuda itu tidak dapat berbicara.


Pemuda itu menatap kearah Yuena disana Yuena menatap pemuda itu dengan sebuah senyuman menawan namun itu hanya diluar saja "Dark Room" kini kegelapan membentuk sebuah Kubus mengurung Yuena berserta pemuda itu,


Bulir bulir keringat jatuh dari kening pemdua itu karna merasa dirinya saat ini tengah dalam Bahaya, entah sejak kapan ditangan kanan Yuena kini nampak ada sebuah pedang berwarna merah membara layaknya Lava, Yuena menebaskan Pedangnya ditangan kananya hingga membuat Kaki pemuda itu terbelah bukan hanya sensasi terbelah yang membuat pemuda itu ingin berteriak kesakitan namun sensasi terbakar dari pedang yang Yuena gunakan menambah Rasa sakit hang dirasakan pemuda itu.


Nampaknya Yuena benar benar akan menjadikan Pemuda itu menderita Yuena memulai Penyiksaan dengan mencongkel kedua mata pemuda itu dilanjut dengan mencabuti semua bulu pada sayap Malaikat nya dua hal itu saja membuat Pemuda itu nampak sangat menderita namun tampaknya Yuena belum puas dengan menyiksa pemuda tersebut, Yuena kali ini mencabuti kuku oada jari pemuda itu dengan sadisnya setelah semua kuku pada jari pemuda itu hilang Yuena kini melanjutkan dengan menguliti Pen*s pemuda tersebut bahkan kedua telur milk pemuda itu Yuena memasukkan nya kedalam mulut pemuda itu dan menyuruhnya memakannya sama seperti pada bola matanya,


Yuena kali ini daripada seperti Angel dirinya nampak seperti seorang Demon Psikopath yang sangat kejam, senyuman menawan Yuena nampak mengerikan ditambah dengan terdapat bercak darah pada wajah Yuena menanbah kesan Psikopath pada Yuena.


"Ahhhh~ tampaknya tidak bisa ku permainkan lagi mainan ku ini"

__ADS_1


Sungguh sosok Malaikat yang sangat kejam dan psikopath, dan sebenarnya Yuena juga melakukan sesuatu yang mengerikan pada jiwa pemuda itu dimana Yuena membakar jiwa nya dan menyembuhkan dalam waktu yang bersamaan dan jelas itu adalah siksaan yang sangat mengerikan bagi orang lain.


__ADS_2