
Saat ini Kaizen sedang memasuki sebuah Goa yang berada disebuah Gunung Tertinggi sekaligus terdingin Di Dunianya, Disaat Kaizen semakin dalam memasuki Goa langkah nya terhenti ketika merasakan sebuah Dinding transparan yang menghalangi langkahnya
"menggalangi saja" Gumam Kaizen sambil bersiap melancarkan pukulan menuju dinding Transparan tersebut, namun sesaat sebelum kepalan tangannya menabrak Dinding itu sebuah siluet pria paruh baya muncul tetap dibalik dinding Transparan tersebut
"Hentikan anak muda, kau tidak akan bisa menghancurkan dinding yang telah diciptakan Para Ancient God yg menyegel Sosok itu" Mendengar hal itu Kaizen menyetritkan Dahinya dirinya menatap Siluet tersebut dengan senyum Meremehkan.
"yah memang mustahil untung menghancurkan dinding Yang diciptakan oleh para Ancient God itu bahkan untuk orang sekelas Kaisar Surgawi bukan Pak tua Long Zenyan?" Balas Kaizen dan dirinya seakan akan sudah tau siapa sosok siluet didepannya dirinya juga tampak menatap remeh Siluet Pria paruh baya tersebut, dilain sisi Siluet tersebut tampak tertegun ketika indentitas nya diketahui oleh pemuda yang nampaknya berusia 20 tahun
"Kau! Bagaimana kau mengetahui tentang Ku?" tanya Siluet- Long Zenyan tersebut namun Kaizen tampak tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Long Zenyan dirinya malah melancarkan sebuah pukulan yang kali ini bertabrakan dengan Dinding transparan tersebut dan membuat dinding itu hancur berkeping keping dan hal itu sontak membuat Long Zenyan terkejut lagi karna pasalnya sekitar 5000 tahun lalu disaat dirinya memcoba menghancurkan Dindin transparan tersebut dirinya mengeluarkan banyak teknik sekaligus jurus andalannya namun semuanya hanya sia sia belaka "Kau bagaimana mungkin?"
Pandangan Long Zenyan mengarah pada Kaizen dengan intens seolah dirinya ingin tahu bagaimana Kaizen dapat menghancurkan dinding tersebut dengan mudahnya. "Dinding itu dikhususkan untuk menyerap serangan berupa Magic sekaligus Technique namun tidak untuk serangan Fisik, singkat serangan yg dilapisi energi tidak akan bisa merusaknya namun serangan fisik bisa" Jawab Kaizen dan Kaizen tampak berjalan mendekati sebuah gerbang Raksasa. Sedangkan Long Zenyan saat ini tengah mematung mendengar penjelasan dari Kaizen
Kaizen mendorong Gerbang tersebut dengan kedua tangannya ketika gerbang itu telah terbuka dan menampilkan sebuah ruangan dengan sesosok gadis yang tengah terikat oleh banyak Rantai berwarna Emas. "Sungguh menggelikan melihat sosok yang pernah membuat kekacauan didataran Kuno terkurung dan tampak tidak berdaya Benar bukan? Queen Of Chaos Louisa Valndhur" Mendengar ucapan dari Kaizen yang tampak mengejek dirinya gadis itu seperti ingin meronta-ronta untuk dibebaskan namun sayangnya jika dirinta mengeluarkan sedikit saja Kekuatannya maka itu akan terserap oleh Rantai emas yang mengikatnya, Sedangkan dibelakang Kaizen Long Zenyan tampak sangat terkejut ketika mengetahui sosok sebenarnya yang terkurung didalam ruangan tersebut
__ADS_1
"a-apa yang kau inginkan Manusia?" Ucap Louisa dengan suara yang tampak sangat lemah, Kaizen tidak menjawab apa yang dikatakan ole Louisa akan tetapi dirinya berjalan mendekati Louisa setelah jarak dirinya denga Louisa hanya beberapa Cm Kaizen berjongkok dan menatap Louisa dengan intens, sedangkan Louisa yang ditatap oleh Kaizen merasakan pipinya memanas karna ini pertama kalinya setelah dirinya terkurung disini ditatap oleh seseorang apalagi jarak antara dirinya dan Wajah Kaizen hanya berjarak beberapa Cm belum lagi Kaizen adalah seorang Pria membuat dirinya malu
"Apa kau ingin bebas?-- mendengar ucapan Kaizen Louisa kini balik menatap wajah Kaizen manik Louisa yang berwarna Putih bertemu dengan Manik merah Kaizen, Louisa tidak melihat adanya kebohongan diwajah Kaizen "--tapi kau harus melakukan sesuatu yang ku perintahkan" Lanjut Kaizen setelah itu Kaizen berdiri kembali dan menatap Rantai emas tersebut.
"Aku--" Louisa tampak dilanda kebingungan karna dirinya memang ingin bebas namun dirinya tidak tau apa yang dimaksud Kaizen dengan perintah, bisa saja itu membuatnya menjadi budak Kaizen dan itu adalah hal yang tidak diinginkan oleh Louisa. "--Akan mengikuti perintah mu" Louisa lebih memutuskan untuk bebas daripada harus terus mendekam didalam ruangan ini selamanya
Kaizen yang mendengar jawaban dari Louisa tersenyum kecil sebelum Akhirnya dirinya memunculkan sebuah Riak Berwarna Ungu muncul "Seraplah" setelah berucap tersebut riak tersebut menyerap atau tepatnya menarik Rantai emas tersebut kedalamnya hingga tidak tersisa. Long Zenyan berserta Louisa terdiam melihat Rantai Emas tersebut diserap oleh riak tersebut
"Bagaimana mungkin Rantas emas itu diserap" Pandangan Long Zenyan menatap intens kearah Kaizen yang tengah trrsenyum karna berhasil mendapatkan sesuatu yang akan berguna dimasa depan, Sebelum Riak itu menghilang sebuah tubuh lebih dulu keluar dari dalam riak sebelum akhirnya Riak tersebut benar benar menghilang. Kaizen melihat Kearah Long Zenyan dari ujung ekor matananya.
"Hei!! Katakan dulu siapa namamu!!" Teriak Louisa namun sangat disayangkan Kaizen telah menghilang tepat disaat melewati gerbang raksasa itu. Dan dengan itu Louisa mau tidak mau harus Hanya dapat mengikuti apa yang diperintahkan oleh Kaizen sedangkan Long Zenyan sendiri tampak kesenangan karna mendapstkan Tubuh baru yang sangat cocok dengannya, ucapan Kaizen tentang dirinya Jiwa bergetayangan memang lah benar karna sebenarnya hanya raga fisiknya saja yang mati sedangkan Roh tidak mati sama sekali. dan kini Louisa Serta Long Zenyan melesat terbang keluar dari ruangan tersebut sekaligus Goa itu, mereka berdua terbang menuju kearah Pusat Benua.
__ADS_1
Sementara itu di Kediaman Caroline atau tepatnya diruang tamu Tersebut tampak Inessa yang tengah duduk dikursi sambil menundukan pandangan sedangkan Didepannya terdapat ayah dan ibunya yamg tengah menatap tajam Inessa "Begitu cerita Ayahanda Ibunda" cicit Inessa dengan pelan dirinya disaat kembali kekediaman Caroline ditanyai banyak pertanyaan bahkan katanya Telah beredar Rumor yang menyebutkan Inessa telah tiada dibunuh Monster dihutan jelas orang tua Inessa yang mendengar itu sangat terpukul apalagi Inessa adalah satu satunya anak mereka
Kedua orang tua Inessa tampak menghela nafas pelan setelah, Selain itu Inessa juga telah menjelaskan tentang dirinya yang ternyata memiliki Kekuatan Sihir hanya saja tersegel, Bahkan tentang pertemuan nya dengan Kaizen dirinya menceritakan semuanya dengan sangat detail. Tanpa terkecuali serta tidak ada yang Inessa tutup tutupi. Kedua orang tua Inessa yang mendengar Cerita Inessa hanya dapat tersenyum dan bersyukur Inessa selamat karna seseorang dan orang itu juga membantu Inessa menggunakan Sihir.
Pada awalhnya kedua orang Inessa tampak tidak mempercayai apa yang dikatakan Inessa namun ketika Inessa memperlihatkan Sihir milik nya disitulah kedua orang tuanya percaya, dan Inessa juga telah menceritakan tujuannya yang akan pergi kePusat Dunia dimana Academy yang dimaksudkan Oleh Kaizen. sehari setelahnya Inessa langsung berpamitan Kepada orang tuanya dan langsung melanjutkan Perjalanan ke Pusat Benua, Pada awalnya Kedua orang tua nya melarang namun dikarenakan kegigihan Inessa mau tidak mau kedua orang tuannya menyetujuinya.
Sedangkan saat ini dibangunan tertinggi Di ibukota Kekaisaran Cahaya Surga tampak Kaizen tengah berdiri diatas Bangunan tertinggi tersebut dirinya memandang Rendah kearah orang orang yang berada Di bawah, kehadiran Kaizen Saat ini telah diketahui oleh orang orang kekaisaran dan Buktinya saat ini dihadapan Kaizen terdapat 4 Jendral Utama dari Kekaisaran Cahaya Surgawi
__ADS_1
"Kalian Bukanlah Lawanku" Mendengar ucapan Kaizen yang seolah merendahkan mereka, Membuat mereka marah dan langsung melesat kearah Kaizen dengan cepat.......