Reincarnation Of The Purple Phoenix

Reincarnation Of The Purple Phoenix
[Chapter 6]


__ADS_3

Saat ini ditengah langit Ibu Kota kekaisaran Cahaya Surgawi Tengah terjadi kegaduhan akibat Kaizen yang berdiri tepat diatas bangunan tertinggi yang berada di Kota tersebut dan dihadapan ada 4 Jendral Utama dari Kekaisaran Cahaya Surgawi


Keempat Jendral itu tampak sudah siap tempur namun Kaizen hanya menatap mereka seakan-akan mereka bukanlah Ancaman yang serius, Merasa tatapan Kaizen seolah meremehkan mereka para Jendral itu dengan Cepat menyiapkan Pedang mereka dan melesat bagaikan Peluru kearah Kaizen namun belum saja mereka dapat menyerang Kaizen kepala mereka terlebih dahulu terlepas


"Huh... Sampah yang tidak Berguna " Setelah berkata demikian Kaizen menatap langit dimana secara perlahan Sebuah pedang yang tercipta dari Gumpalan Mana sekaligus energi lain bersatu dan menciptakan srbuah proyeksi pedang dengan ukuran yang luar biasa besar selain itu Pedang itu juga melepaskan Aura yang sangat kuat, orang orang yang berada diIbukota merasakan adanya Aura yang dilepaskan.


"Aapa Itu!?"


"kekuatan yang mengerikan!"


"Apa itu!? apa yang akan terjadi?"


dan banyak lagi ucapan yang keluar dari mulut orang orang itu namun disaat itu juga pedang itu meluncur ketanah dengan cepat dan ketika tepat mengenai tanah Pedang itu meledak. Ledakan yang terjadi akibat pedang itu menghancurkan Ibukota Kekaisaran Cahaya Surgawi dengan mudahnya, bahkan orang orang disana belum sempat dapat bereaksi mereka terlebih dahulu sudah dikirim pindah alam, dan ini menjadi pertama kalinya pembantaian yang dilakukan Oleh Kaizen.


sebelum pedang itu jatuh dan meledak Kaizen sudah terlebih dahulu pergi dari sana "Jangan mengganggu muridku jika tidak ingin hancur" Kata kata itu terucap dan seperkian detik kemudian Kaizen menghilang dari sana.

__ADS_1


[Different Location - Pentagon Academy]


Satu bulan kemudian dilapangan Academy Pentagon dapat terlihat sudah sangat banyak pemuda pemudi yang nampak sedang mengantri untuk mendaftar diacadeny tersebut, mereka baru saja mendengarkan Kepala Academy yang baru saja memberikan pidato pembukaan Academy dan karna Pidato tersebut baru saja selesai mereka semua berbondong bondong mulai mendaftar perkiraan ada sekitar 7300 Pemuda pemudi dari berbagai Ras yang hendak mendaftar dan rata rata kebanyakan adalah seorang Bangsawan namun ada Juga rakyat biasa


Pendaftaran tampak telah selesai dan kini mereka tampaknya akan menunggu untuk melakukan Ujian agar mereka dapat Lolos atau tidak. dan Dari 7300 yang mencalonkan diri hanya 1460 itu sekitar 20% Dari total keseluruhan yang mencoba daftar, dan saat ini para calon yg lolos telah dipersilahkan untuk beristirahat dikamar yang telah tersedia.


Berfokus pada Inessa yang saat ini tengah berkeliling Academy dibelakangnya tampak seorang pemuda serta seorang Gadis, Keduanya tidak lain dan tidak bukan Long Zenyan dan Louisa. Keduanya berhasil bertemu dengan Inessa pada awalnya Inesaa tidak percaya bahwa mereka berdua diutus oleh Kaizen(Gurunya) hingga pada akhirnya dirinya percaya dikarenakan adanya Transmisi Telepati dari Kaizen ke kepalanya dan karna hal itu Inessa mau menerima mereka.


Kembali kemasa sekarang disaat Inessa tengah berjalan keliling sambil memandangi sekitarnya secara tidak sengaja dia menabrak seseorang untungnya tabrakan kecil itu tidak membuat Inessa dan org yang dirinya tabrak Terjatuh, dibelakang Inessa Long Zenyan berserta Louisa terdiam ketika melihat sosok yang ditabrak oleh Inessa pandangan mereka seolah olah terpaku pada sosok itu. Bahkan Inessa sendiri tampak tertegun menatap wajah Sosok didepannya


"Tidak apa nampaknya kita sama sama salah Ah Yah namaku Yuena Haelynn salam Kenal" Kata gadis tersebut yang ternyata adalah Yuena, Yuena tampak mengulurkan tangannya untuk bersalaman Inessa dengan segera menyambut tangan Yuena seraya tersenyum Manis inessa berkata "Namaku Inessa Caroline Senang berkenalan denganmu Yuena, Dan mereka" setelah itu Inessa melepaskan jabat tangan mereka dan menunjuk kearah Long Zenyan serta Louisa


"Namaku Long Shenyan" Ucap Long Zenyan yang mencoba menyamarkan Namanya


"Louisa" kali ini Louisa mengenalkan namanya dengan singkat.

__ADS_1


sedangkan Yuena yang mendengar hal itu hanya tersenyum kecil sebelum akhirnya berbalik dan berjalan menjauh dari inessa, Yuena tampak melirik sekilas seraya berkata "Salam kenal Kalian berdua dan sampai nanti~"


secara perlahan Sosok Yuena menghilang dari Balik lorong "Nona Inessa Sebaiknya kita kembali saja" Mendengar ucapan dari Long Zenyan, Dirinya Inessa ingin bertanya namun sebelum dapat bertanya dirinya terlebih dahulu terdiam ketika Louisa Berkata "Benar Inessa sebaiknya kita kembali" mendengar yang dikatakan Oelh Louisa serta Long zenyan, Inessa dengan pasrah mengganguk dan berjalan kembali ketempat yang telah disediakan oleh pihak Academy bersama Long Zenyan dan Louisa.


Disisi Lain tampak Yuena yang tengah berjalan dengan perlahan rambut Yuena yang sangat panjang kini telah Ditata dengan sangat rapih, disepanjang jalan setiap Yuena berpapasan dengan Wanita atau pria, Yuena dapat mendengarkan ucapan Kagum dari orang disekitarnya


disaat Yuena berjalan diantara lorong yang sepi dirinya mendadak berhenti dan mengerutkan keningnya, Dirinya menatap tajam kearah seseorang yang menghadang jalannya "Siapa?" disaat Yuena bertanya dirinya dapat melihat bahwa ada 2 orang tambahan yang muncul dari samping kanan dan kiri orang tersebut


"Siapa? Sudah lama kita tidak bertemu Nona Archangel Yuena" Mendengar suara dari sosok didepannya Yuena tidak bereaksi apapun namun dirinya malah tertawa pelan, membuat ketiga sosok didepannya mengambil posisi siaga "Kukira siapa ternyata hanya ternyata hanya Anjing pesuruh dari Vedryn, Bagaimana keadaan orang itu? Masih mencoba untuk mendapatkan ku?"


dapat terdengar bahwa ada sumber ejekan dari ucapan yang diucapkan Oleh Yuena, mendengar hal itu mereka bertiga tampaknya ingin mulai menyerang namun karna mengingat bahwa Yuena bukanlah Archangel sebambarangan akhirnya niat mereka pun mulai surut, "Huh. Aku hanya ingin menyampaikan Salam dari Tuan Vedryn untukmu" setelah mengatakan hal itu Ketiga sosok tersebut menghilang dari pandangan Yuena


Yuena mendengar hal itu seolah tidak peduli sama sekali, dan kini dia melanjutkan langkahnya menuju tempatnya istirahat disaat sebelum keluar dari Lorong yang sepi tersebut Yuena berbalik dan melirik kearah lorong tersebut "Aku tau kau daritadi menguping pembicaraan kami, Ku harap kau tidak mengatakan pada siapa pun atau kau akan merasakan kematian yang menyakitkan" setelah berkata demikian Yuena kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan sosok yang bersembunyi didala. lorong tadi.


Sedangkan sosok tersebut tampak tidak terpengaruh sama sekali malah Sosok tersebut sempat tersenyum kecil "Wanita yang merepotkan" Ujar Sosok tersebut sambil melirik Yuena dari sudut ekor matanya, Setelah itu dirinya menghela nafas sebelum akhirnya berjalan pergi dari sana

__ADS_1


__ADS_2