
Dewi Rengganis kecil benar-benar mengalami masa kecil yang suram, peringai papanya yang selalu berbuat kasar secara mental, membuat jiwanya sangat tertekan. .
Memang benar Wahyu tidak pernah memukul atau melakukan kontak fisik atau apapun terhadap Dewi, akan tetapi yang dia lakukan menyerang kejiwaan dan mental Dewi Rengganis, dimata wahyu, Dewi Rengganis seolah olah tidak ada keberadaanya, dan apapun yang dilakukan oleh Dewi Rengganis akan selalu salah didepan matanya.
sehingga kini , Dewi Rengganis menjadi gadis yang pemurung dan pemalu, gadis yang selalu menarik diri dari pergaulan, hal tersebut yang akhirnya membuat dirinya mendapatkan julukan gadis aneh, gadis jelek, gadis kuper dan kampungan, ya semua itu akibat dari perlakukan ayahnya terhadap Dewi.
Satu satunya teman yang selalu ada buat dirinya adalah adiknya Arya, dia yang selalu membela sang kakak, saat Dewi dibully atau dipermalukan oleh teman temanya, akan tetapi hal tersebut tidak sebanding sakitnya dibanding dengan perlakuan ayahnya.
Sampai pada suatu ketika Dewi Rengganis membuat Ayahnya marah karena dia tidak sengaja menumpahkan kopi ke arah meja kerja ayahnya dan membuat laptop error dan beberapa dokumen untuk meeting.
Wahyu yang mengetahui hal tersebut langsung marah dan menampar wajah anaknya, Wahyu pun terus menerus memaki maki Dewi dengan makian yang membuat hati dewi bener bener terluka, dan belum lagi perlakuan fisik hingga dia terjatuh membuat Dewi Rengganis kecil sangat marah dengan apa yang sang ayah lakukan terhadapnya.
Dan Wahyu belum sadar dengan apa yang dilakukannya, saat Wahyu tersadar semuanya sudah terlambat, Dewi yang kini penuh amarah berdiri dengan sikap yang anggun, wajahnya cantik jelita menatap tajam kearah Wahyu papanya. Wahyu yang tersadar sosok yang berdiri adalah anaknya yang sekarang menginjak remaja.
__ADS_1
Dewi adalah anak perempuan dengan tinggi badan yang tinggi dari pada anak anak perempuan seumuranya, untuk umur 11 tahun Dewi telah mencapai tinggi 163 cm sedangkan teman temannya rata rata masih 150 cm.
"Dew..ini papa nak, sadar Dew..ini papa." Wahyu kini ketakutan saat melihat tatapan anaknya. tangan dewi mencengkram kuat seakan akan menahan suatu luapan emosi emosi yang selama ini tertahan, dan yang ditakutkan oleh Wahyu terjadi.
Dewi sudah tidak bisa menguasai kembali tubuhnya, dengan satu lambaian tangan yang diarahkan kearahnya , membuat tubuh Wahyu terangkat dan dihempaskan begitu saja ke sisi tembok kamar.
Wahyu kesakitan dan hanya memeganggi dadanya yang seakan akan tertimpa sesuatu yang sangat berat, Dewi Rengganis yang masih dalam keadaan emosi masih belum melepaskan kekuatanya kepada papanya, sampai datang sang adik dan memeluknya, daat dalam pelukan sang adik, Dewi pun mulai bisa mengintrol emosinya dan melepasnya cengkraman kekuatanya pada papanya.
"Papa, sudah berulang kali Arya bilang, papa jangan memarahi Kak Dewi, dia ngga salah Pa, kalopun salah, itu Papa sama Mama, Kalian sudah tahu kan kalau Kak Dewi itu akan mempunyai kekuatan yang istimewa, seharusnya papa juga harus mencari tahu dong kenapa mama bisa meninggal."
Wahyu tertegun dan flasback dari masa lalunya saat istrinya mengandung dan juga melahirkan Dewi, kebahagiaan terus mengalir tiada hentinya sampai dengan kejadian tersebut, ya kejadian dimana Kartika tiba tiba berubah marah marah kepada Dewi Rengganis, padahal dari lahir sampai sehari sebelumnya Kartika tidak pernah berbuat seperti itu, dan juga apa yang dipermasalahkan tentang Rengganis yang malas dan tidak mau bangun kala itu juga merupakan hal yang aneh.
Karena seperti hari hari sebelumnya Dewi Rengganis akan bangun jam 5 pagi, sedangkan saat itu Kartika membangunkan Dewi Rengganis pada sebelum jam 5 pagi. "Sepertinya betul apa yang dibilang sama Arya, aku harus mencari tahu kematiam istriku yang sebrnarnya." Gumam Wahyu dalam hatinya dan segera menatap Dewi Rengganis yang masih menatap tajam kearahnya.
__ADS_1
Tatapan Dewi Rengganis langsung kearah papanya membuat rasa yang sangat bersalah langsung merasuk kesanubari terdalam Wahyu, ya..seorang anak yang selama ini dia sia siakan dan tak pernah sekalipun dia menyanyanginya karena dia masih tidak ikhlas dengan kepergian sang istri yang sangat mendadak.
Tiba tiba Wahyu teringat dengan sosok wanita tua yang bertanya saat dia lari pagi sehari sebelum kematian, "Sebenarnya siapa dia, sepertinya ada yang salah dengan semua ini." Akhirnya Wahyu mendekati Dewi Rengganis yang masih dipeluk oleh adiknya, Wahyu pun berkaca kaca sambil meminta maaf dan memeluk Dewi Rengganis, Ketiganya pun pecah dalam keharuan yang sangat mendalam.
"Papa, sebenarnya ada yang ingin Dewi tanyakan kepada pada papa? mengapa papa benci sama Dewi, semenjak mama meninggal papa berubah, dan membuat Dewi takut sama papa." Ujar Dewi Rengganis yang masih sesenggukan dipelukan papanya.
"Maafkan papa ya sayang, papa Khilaf, papa mengkaitkan kematian mamamu denganmu, sekali lagi maafkan papa." Ujar Wahyu sambil kembali memeluk erat tubuh anak anaknya.
"Pa sebenarnya Dewi ingin bercerita saat mama meninggal, mama berubah, menjadi nenek nenek yang memukuli Dewi Pa waktu itu, dan saat itu Dewi melihat bayangan mama kesakitan antara wajah mama dan nenek nenek tersebut, setelah itu ada sinar keluar dari tubuh Dewi, dan saat mama kembali dan ingin memeluk dewi, nenek tersebut menjeggal kaki Mama sehingga mama jatuh dan kepala membentur meja, tapi yang lebih menyeramkan adalah, melihat mama ditarik nenek nenek tua yang tadi mendorongnya." Wahyu sangat terkejut setelah mendengar penjelasan putrinya, dan sudah pasti ini ada hubunganya dengan orang orang yang ingin mencelakakan Putrinya.
Dan Wahyu juga tersadar, sekarang Dewi sudah bisa menggunakan kekuatanya walaupun belum sempurna, berarti sang putri sudah berumur 11 tahun, dan lagi lagi Wahyu harus menyesal, karena telah melupakan moment putrinya berulang tahun ke 11.
"Dewi, Arya..nanti kita makan makan keluar ya, Papa lupa, kalau bulan lalu kakak kamu merayakan ulang tahunya yang ke 11 tahun, dan juga nanti papa mau belikan kalian sepatu dan baju baju buat kalian, dan satu lagi spesial buat kamu Dewi, kamu akan papa bawa ke perawatan tubuh, papa gak mau punya anak kucel dan berpenampilan seperti ini." Ujar Wahyu.
__ADS_1
"Tapi Pa." Sela Dewi kepada papanya, akan tetapi papanya langsung membelai rambut Dewi. " Papa akan menebus kesalahan papa selama ini, dan kalau mamamu Melihat penampilanmu seperti ini, pasti dia akan mencubit papa." Jawab Wahyu sambil mencubit Hidung anaknya.
Sementara itu Suropati dari semalam merasakan sebuah firasat yang sangat buruk, dia mendapatkan beberapa firasat yang tidak mengenakan terkait dengan Dewi Rengganis, "Sial lagi lagi sial, ini tidak mungkin, jelas jelas si wahyu telah berada dibawah kendaliku, tapi mengapa aku merasakan kebangkitan dari Rengganis, ini tidak boleh kubiarkan, jika tidak aku akan kembali miskin dan tidak bisa mencapai keabadian." Ujar Hati Suropati sambil tanganya mengepal.