Reinkarnasi Dewi Rengganis

Reinkarnasi Dewi Rengganis
Tumbal Pesugihan (1)


__ADS_3

Dewi Rengganis menatap langit dibalkon depan kamarnya, kebetulan malam ini langit kebiruan dengan sinar rembulan malam yang akan mencapai purnama 1 hari lagi.


Rengganis masih kebingungan dengan suara cewek yang menangis di toilet sekolahnya, dia mencoba dengan melihat dari mata bathinya seperti ada yang menutupi penglihatanya.


"Sepertinya aku harus bermeditasi untuk meminta petunjuk kepada tuhan, agar bisa menguak misteri yang ada di toilet sekolah tersebut." Rengganis kemudian kembali masuk kedalam kamarnya.


"Kak, Kakak, sudah tidur belum?" Suara Arya terdengar memanggil Rengganis yang akan memulai meditasinya.


"Masuk aja dek, ada apa kamu malam malam ke kamar kakak?"


"Emmh.." Sikap Arya menunjukan kalau dia sedang bingung dengan apa yang akan dikatakanya.


"Ini, soal papa kak, kakak ngga ngerasa apa sikap papa sekarang berubah, seperti orang jatuh cinta gitu."


"Hahahahaha..dasar bocil! tau apa kamu tentang cinta, apalagi ayah."


"Tapi Kak" Arya menatap wajah kakaknya dengan tajam, tatapan arya sekali lagi mengagetkan bathin rengganis, sepertinya apa yang dikatakan adiknya adalah suatu kebenaran.


"Ya sudah besok kita cari tahu ya, kalo emang ayah jatuh cinta ya ngga papa, semoga calon istri papa adalah orang baik."


"Sekarang kamu tidur dulu, sudah malam" ucap rengganis sambil mengusap rambut adik lelakinya tersebut.


Keesokan harinya, Rengganis dan arya sudah berada di meja makan sambil menunggu sang ayah turun.


Deg..!


"Ini hawa aura pemikat, siapa yang lancang menggunakan aura pemikat dirumah ini? batin Rengganis.


Tidak lama kemudia papa mereka turun, tidak ada sapaan yang terdengar, hal ini membuat arya memberi tahu kakaknya melalui kode mata.


"Pa, sarapan dulu, Papa mau diambilkan apa?" Ujar Rengganis untuk memecah kesunyian diantara mereka.


"Tidak usah, nanti Tante Siska susah menyiapkan sarapan buat papa, kalian mending cepat sarapan dan sekolah."


Setelah itu wahyu bergegas keluar dan masuk mobil menuju kekantornya.


"Tuh kan Kak, papa kayaknya lagi deket ama cewek deh, tapi kenapa papa jadi kayak jadi orang lain, tidak perhatian seperti biasanya."


"Kamu yang tenang, nanti kita cari tau siapa tante Siska itu sebenarnya, kakak juga merasakan keanehan pada diri papa."


"Dan ingat arya, kakakmu ini bukanlah sosok pengampun, maka aku akan memberikan hukuman yang kejam kepada semua yang memusuhiku dan keluargaku."


 

__ADS_1


Rengganis yang tiba di sekolah dengan menggunakan ojek online turun dan berlari lari kecil ke gerbang sekolah.


"Eh anak kampung, ngapain lu masih sekolah, belum juga mengerti maksudku? kalian orang orang miskin hanya menjadi benalu disekolah ini."


Sambil bertolak pinggang Riana and the Gengs mencegat Rengganis untuk tidak masuk kedalam sekolah.


Sekurity sekolah pun hanya diam, karena dia tahu status dari Riana.


Riana menatap tegas kearah Riana, "Jangan cari masalah denganku, atau kau yang akan terjatuh nantinya."


"Hahahahaha"


Serentak Riana and the Gengs tertawa mendengar apa yang diucapkan oleh rengganis.


"Gadis cupu, muka jelek kayak lo mau ngejatuhin gue, eh lu punya kaca ngga sih? harusnya lu bisa berfikir dan ngaca!"


Tangan Raina kemudian reflek akan menampar Rengganis, akan tetapi semua terbelalak, karena mereka terkejut pukulan Riana ditangkis dengan mudah oleh Rengganis.


Plaakk.!


Sebuah tamparan keras mendapat pada pipi mulus Raina, semua terdiam ditempat seakan tidak mempercayai dengan apa yang mereka lihat.


"Kurang Ajar kau."


Krekk !


" Aahh..." Jeritan yang tertahan keluar dari biir Riana, dia merasakan tanganya kebas seperti beradu dengan sesuatu yang keras.


"Sudah aku peringatkan padamu, jangan sampai kesabaranku habis." Rengganis berjalan kedepan tanpa menghiraukan tatapan orang orang disana.


Riana dengan rasa malu bercampur kesal segera masuk dan di ikuti oleh teman temanya.


Rengganis segera duduk dikelasnya, dikelas Rengganis memang tidak mempunyai teman sama sekali, selain penampilanya yang culun, pembawaanya yang misterius dan ditambah tatapan matanya yang tajam, membuat semua enggan untuk sekedar menyapa.


Apalagi dengan kejadian digerbang tadi pagi menjadi trending topik pembicaraan hangat dan gosip teraktual di sekolah Nusantara.


Sedangkan Riana and the Gengs tidak langsung masuk kekelas mereka masing masing, mereka naik keaatas gedung dan masuk kedalam sebuah ruangan yang tertutupi oleh bangku bangku bekas dan peralatan lainya.


"Kurang ajar kau Rengganis, akan kubalas kekelahan ini."


"Ketua, sepertinya kita mendapatkan lawan yang kuat, karena dia bisa menangkis dan mematahkan 2 seranganmu." Ujar Karin.


Riana pun termenung, dia baru sadar kekuatan Rengganis memang sangat tidak wajar, bagaimana tidak pukulan Riana sudah dialirin dengan tenaga dalam, yang seharusnya seorang ahli silat ahli pun tidak akan sanggup untuk menangkisnya.

__ADS_1


Tapi tidak dengan Rengganis, dengan mudahnya dia seperti mengibaskan sebuah kertas saat beradu dengan tanganya.


"Karin, ayahmu adalah wakil kepala sekolah, aku minta data tentang Rengganis, dan alamat rumahnya, akan kuhancurkan semuanya sampai kekeluarganya." Ujar Rania dengan tatapan yang mengerikan.


Kriiing..


Bel tanda istirahat berbunyi, semua siswa dan siswi berhamburan keluar kelas, hanya beberapa yang bertahan dalam kelas, termasuk dengan rengganis.


"Tolong.. tolong aku.." Terdengar suara isak tangis seorang perempuan.


Suara tangis yang sangat memilukan, dan lagi lagi Rengganis tidak dapat melihat jelas dengan mata batinnya.


"Siapa dia, dan aura apa ini? bukanya ini aura Jolo Sukmo, tidak..tidak mungkin"


Rengganis pun segera berlari mengikuti sumber tangisan tersebut, dan benar saja disalah satu gedung toilet lama, toilet yang sudah tidak dipergunakan lagi, dengan jelas Rengganis mendengar tangisan itu.


Akan tetapi yang lebih mengejutkan lagi sesosok banyangan masuk dengan cepat kedalam gedung toilet yang lama tidak terpakai tersebut.


"Hemmbb..menarik, sepertinya aku harus ikut campur tangan, sebelum siluman itu mengambil mangsanya, aku harus tahu dimana jiwa tersebut siapa dan disekap dimana" bathin Rengganis.


----------_-----------


Saat bel pulang sekolah berbunyi, semua berhamburan keluar untuk mengambil kendaraan masing masing, mobil lalu lalang keluar sekolah, hampir semua siswa dari SMA Nusantara adalah orang kaya, dan hanya beberapa siswa yang naik kendaraan umum termasuk Rengganis.


"Arya" Teriak seorang gadis kepada Arya,


Ya sosok gadis tersebut adalah Rengganis, "Kok lama Sekali sih kak, katanya mau melihat tante Siska."


"Iya, ini kakak udah sampe, ayo mang kadir kita ke kantor papa sekarang." Mereka berdua masuk mobil dan langsung melesat kearah kantor papa mereka.


Didalam mobil, Rengganis merubah penampilan dengan melapas kaca mata dan juga soflentnya, kita terlihat sudah bola mata yang sangat indah dengan warna abu abu coklat.


Rambut kepangnya pun di lepas dari ikatanya dan dibiarkan tergerai, sekarang nampaklah wajah Rengganis yang sangat cantik.


Setelah beberapa saat, Rengganis dan Arya telah tiba di kantor papanya, dan ketika akan masuk kedalam ruangan, ternyata di berhentikan oleh salah seorang security.


"Maaf mba dan mas, papanya lagi ada tamu, nanti jika tamu sudah pergi akan segera kami informasikan."


"Tidak perlu kami akan segera masuk." Tatapan Rengganis penuh amarah sejak menatap ruangan ayahnya.


Braakk.!


Betapa terkejutnya mata Arya melihat apa yang dilakukan oleh sang ayah.

__ADS_1


__ADS_2