
"Hei...Seila!" seru nana. Sahabat baik Seila di kantor.
"Hei ....Ada apa?" tanya Seila tanpa mengalihkan pandangannya dari komputer di depannya.
"Serius amat....nanti malam ada waktu gak?" tanya nana. Seila hanya mengelengkan kepalanya menanggapi pertanyaan nana.
"Ok... kalo begitu besok kamu harus menemaniku ke konser idola ku!" ajak Nana terkesan memaksa.
"Gak bisa !!Kamu tau kan aku benci banget sama idolamu!" ucap Seila menolak ajakan Nana. Ia menatap Nana garang.
"Ayolah..sekali kali bahagiain sahabat. " bujuk Nana.
"Gak bisa Nana! bisa ancur nanti reputasi gue sebagai anti fans. " ucap Seila mengabaikan bujukan dari Nana.
"ya elah tong! kamu sahabatan sama aku yang ketua fans berat Fitri Romansyah apa gak merusak reputasimu sebagai ketua anti fans? "tanya Nana mencibir ucapan Seila.
"Lah kan beda yank!" bantah Seila menjawab pertanyaan Nana.
"Apa bedanya nyet? " tanya Nana kesal.
"Kamu kan ketua bukan anggota!" jawab Seila absrud.
"Gak jelas banget sih kamu!" ucap Nana kesal sendiri.
" Benarkah?" tanya Seila konyol.
"Ayo lah nanti tas limitid edision milikku. kasih ke kamu deh. kamu dah pengen tas itu sejak lama kan? " bujuk Nana tanpa menutupi rasa enggan harus kehilangan tas kesayangannnya.
"Ok ...sepakat!" teriak Seila antusias. Akhirnya Nana bisa melepas tas itu untukku. pikir Seila senang.
...……………………...
...…………...
...…...
Waktu berjalan dengan cepatnya , seperti angin yang lewat begitu saja. siang tadi sudah berganti dengan gelapnya malam. keheningan yang biasanya di miliki Seila tiap malam tidak ia dapat untuk malam ini. Karena ia harus menemani Nana ke konser idola yang dibencinya.
Seorak sorakan dari fans Fitri Romansyah mengema di bawah panggung konser. tampak semua orang senang menyorakan idola mereka. Terkecuali Seila yang cemberut menatap panggung.
"Berada di sekitar fans Fitri Romansyah sungguh menyebalkan. Cukup Nana saja yang ada di sekitarku. Nana benar benar bisa membuatku mentalku tersiksa." ucap Seila menggerutu.
"Sabar Seila demi tas limitid edision tidak masalah tersiksa sebentar. " batin Seila menyemangati dirinya sendiri.
"selamat malam samua. " sapa Fitri Romansyah tersenyum manis. Hal ini membuat banyak para Fans berteriak semakin keras menyebut namanya.
"Malam ini saya akan menyanyikan sebuah lagu yang berjudul perpisahan." ucap Fitri menatap Seila di antara kerumunan fans nya.
"Dengarkan lah lagu ini untuk yang terakhir kalinya. " Fitri mulai bernyanyi diiringi musik di belakangnya.
"Rembulan bersinar menjadi saksi kita..." (lirik)
"Matahari terbit kan menjadi akhir ceritaku." (lirik)
__ADS_1
"Aku tak akan pernah kembali...ini yang terakhir kali aku bisa untuk terus melihatnya. "(lirik)
"Meskipun kita tak saling kenal..."(lirik )
"Meskipun kita tak pernah saling sapa ..."(lirik )
"Tapi ku mohon padamu...untuk terus menjaganya. "(lirik)
"Percayalah aku mencintainya. " (lirik)
" Percayalah aku tak pernah rela meninggalkannya. "(lirik)
"namun apalah daya aku tak bisa apa apa. ...Takdir ku tak bisa diubah namun perasaan bisa diubah...." (lirik)
"Aku berikan segalanya...segala yang ku punya padamu dengan syaraat kau tuk menemaninya...." (lirik)
"Slamat tingggal wahai dunia ...Perpisahan ini sunguh berarti untukku....." (lirik)
"Meskipun kau membenciku ...tapi ku memilihmu..." (lirik)
"Karena ku tau hanya kamu yang paling mampu..." (lirik)
"slamat tinggal wahai dunia...terimalah pesan terakhirku.." (lirik )
"Jadilah aku yang sebenarnya terus di sampingnya..." (lirik)
"Ku mohon padamu .........wahai wanita yang ditakdirkan untuknya...." (lirik)
Fitri menyanyikan lagu perpisahan dengan penuh penghayatan seolah olah dirinya akan melakukan perpisahan dengan dunia bahkan air matanya sudah mengalir deras. Dari awal hingga akhir Ia terus menatap Seila seolah olah lagu yang dinyanyikannya ini untuk Seila.
"Terima kasih." ucap Fitri menghapus air matanya. Sebelum ia meninggalkan panggung ia tersenyum pada Seila dengan tatapan seolah olah berkata aku kembalikan dia padamu .
Seila yang menyaksikan penampilan Fitri merasa jika lagu perpisahan dinyanyikan memang dibuat untuknya. Tetapi apa maksud nya? pikir Seila bertanya tanya.
"Hei..Bengong aja! Jangan bilang kau terpukau dengan penampilan Idolaku?" tanya Nana membuyarkan lamunan Seila yabg asik mencerna apa maksud dari kelakuan Fitri.
"Ngaco! Itu Gak akan pernah terjadi. " jawab Seila penuh penekanan. Oa berjalan cepat meninggalkan panggung seolah olah panggung itu adalah hal yang haram baginya.
"Bruk...aw....aduh..." Karena Seila terlalu terburu buru tanpa sengaja ia menabrak seorang pria yang sama terburu buru.
"Maaf..." ucap Alan meninggalkan Seila yang masih terduduk di lantai.
Seila memandang punggung pria yang menabraknya dengan tatapan curiga. "Seperti Alan tapi mungkinkah Ceo terhormat seperti alan rela berdesak desakan hanya untuk menonton konser?" ucap Seila dalam hatinya.
"Woy ..." teriak Nana berjasil membuat Seilaa kaget.
"Astaga agar agar ngambang di kali. " kaget Seila meracau tak jelas.
"Ngapain Kamu duduk di tanah. kayak pengemis aja!" cibir Nana Terkikik....
"Iya aku pengemis. Tapi hanya mengemis cinta mu. " ucap Seila asal dengan tatapan mengoda.
"Hei ...aku mau ngomong serius!" ucap Nana mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius.
__ADS_1
" Barusan kan udah ngomong!" sahut Seila. Ia nerdiri dari tanah kemudian menepuk nepuk roknya yang kotor.
"Bukan itu maksudnya nyet." ucal Nana kesal.
"Terus apa yang?" tanya Seila mengoda.
"Sebenarnya lo suka aku gak sih?" tanya Nana bodoh.
"Pertanyaan apa itu! Ya jelas aku suka sama kamu lah. " jawaban Seila membuat Nana pucat pasi pikiran buruk tentang Seila mulai memenuhi otak kecil Nana.
"A...apa..lo lesbi?" tanya Nana takut.
"Ya gak lah..kamu kenapa sih?" tanya Seila ngambek.
"Gak...aku gak papa....Kamu kenapa suka sama aku?" tanya Nana memastikan.
"Aku suka sama kamu karena kamu adalah sahabatku. " jawab Seila yakin.
"Benarkah?" tanya Nana sedikit percaya.
"Iya memangnya kamu berharap aku suka sama kamu seperti seorang kekasih gitu? " tanya Seila yang hanya ditanggapi anggukan kepala oleh Nana.
"Kamu berpikir terlalu lalu banyak. Aku masih suka sama pria tampan dan mapan. Jikalau aku memang suka sejenis aku juga gak akan suka sama kamu. " cibir Seila Kesal.
"Kenapa. " tanya Nana. Ia menatap Seila polos.
"Tentu saja tubuhmu saja tidak ada yang menarik. Lihatlah buah dadamu saja masih kecil seperti anak sd siapa yang tertarik?" ucap Seila mencibir.
"Kau Seila...." teriak Nana.
"Ya namaku Seila. " sahut Seila absud. sedetik kemudian Seila kejar kejaran dengan Nana hingga lelah lalu pulanng ke rumah masing masing.
"Jangan lupa tasnya!" teriak Seila sebelum menggilang dari pandangan Nana.
Setelah sepeninggal Seila. Seorang Wanita berjubah hitam menghampiri Nana. " Terima kasih membawanya ke sini. " ucap wanita berjubah itu dingin.
"I..ya sama sama. " ucap Nana gemetaran ia takut dengan wanita di depannya meskipuun ia tak tau rupa wanita itu tapi autanya membuat ia takut.
"Ini bayaranmu..." ucap wanita berjubah hitam itu melemparkan sebuah kartu kredit ke lantai . Nana hanya memungut kartu itu dari lantai. Dalam hatinya terus berdoa agar wanita di depannya cepat cepat pergi.
"Jangan biarkan siapapun tau. atau kepalamu milikku. " ancam wanita berjubah hitam itu sebelum berbalik pergi meninggalkan nana sendirian.
"Wanita yang menyeramkan. " gumam Nana takut.
...……………………...
...…………...
...……...
...…...
^^^Bersambung^^^
__ADS_1
^^^……………^^^