
"Fitri ...apa kamu tidak apa apa ?" ucap Alan lembut. Ia mengusap usap pipi cubhy kekasihnya dengan penuh cinta.
"Wow aku tak mengira kalau dibalik wajah flat bos besarku ini bisa melembut karna safitri Romansyah. " pikir Seila agak terkejut.
"Baik lah Safitri Romansyah idola kebencianku karna kau memberikan seorang pria hebat seperti alan aku akan menerimanya dengan sepenuh hati ku ! " pikir Seila dalam lamunannya samar samar ia mendengar orang di sebelahnya memanggil nama tubuh yang ditempatinya itu.
"Fitri!!!" teriak alan panik karena kekasihnya tidak bersikap seperti biasannya.
"Iya hadir!!" teriak seila kaget .
"Kamu kenapa sih . Tumben aneh banget ga kaya biasannya!" kata alan .
"eh ga kenapa kenapa kok... iya saya ga ada masalah kok!" ucap seila kaget bercampur takut, ia takut jika ketahuan dirinya bukan fitri tapi seila pegawai kantor biasa di perusahaan orang di sebelah(maksudnya alan).
"ya udah sana mandi....abis ini kamu harus syuting loh...." ucap alan mengingatkan jadwal pekerjaan fitri yang padat .
"Mau aku gen......" tawar alan terpotong
" eh iya ...dah aku mandi dolo!" kata seila tanpa sadar memotong tawaran dari alan.
"brukkk" Seila ingin berlari ke kamar mandi namun belom juga lima langkah seila udah jatuh ke lantai...
"Sayang, makanya kalo ada orang ngomong dengerin dulu baru bicara sendiri. Kalo jatuh siapa yang sakit?" nasihat alan lembut sambil mengangkat tubuh fitri ke kamar mandi untuk dimandikan, eh salah maksudnya untuk mandi bareng. jangan mikir fitri dah meninggal teros dimandikan alan ops.
(note penting.....dari sini author mau nulis tokoh seila menjadi fitri dikarenakan biar enak aja nulisnya eh ngetiknya) ya ....
"Masa lupa kalo tadi malem kita abis begituan?" ucap alan tanpa filter. alhasil wajah fitri merah sempurna sampai ke telinga untuk meminimalisir rasa malu pada diri Fitri, ia membenamkan wajahnya ke dada bidang alan yang tanpa di tutupi selembar kain.
" Jangan diungkit. " teriak fitri menahan malu.
"hahaha... lucu sekali kamu fitri pengen aku makan lagi boleh?" goda alan. ia kemudian meletakan fitri di atas kloset duduk.
"Keluar aku harus mandi...jangan harap mau begituan lagi aku masih harus syuting." ucap fitri tanpa sadar "Gawat...gimana nih.....keceplosan menolak ajakan si bos yang dulu." batin fitri resah..
"Iya tau kok....sana mandi." ucap alan sebelum meninggalkan fitri di kamar mandi sendirian.
sepeninggal alan fitri mandi dengan susah payah... ia menghabiskan waktu hampir empat jam hanya untuk mandi namun sebenarnya ia hanya menunggu sakit di bagian bawahnya menghilang di saat itu juga alan sudah beberapa kali menawarkan diri mengendong fitri namun ditolak.
.
.
.
oke skip...
.
.
sampai di garasi keduannya berpisah ke mobil masing masing dan mulai aktifitas rutinitas keduanya yaitu kerja ...
di perjalanan kali ini fitri di antar sopir karena masih merasa sedikit sakit namun bisa berjalan layaknya orang normal.
"ceklek...." suara pintu mobil yang dibuka pak supir...
" Makasih pak..." ucap fitri singkat kepada pak supir.
"ateuh siapa tadi naon?" ucap pak supir tidak jelas karna baru pertama kalinya nonannya mengucapkan terima kasih padanya.
__ADS_1
"mampus aku lupa kepribadian fitri asli sangat dingin kepada bawahannya atau orang yang tidah ada sangkut pautnya dengannya kok aku malah bilang trims! moga moga pak supir ga sadar..." batin fitri gelisah...
"Halo nona fitri...." itulah sapaan yang fitri terima dari semua orang di lokasi syuting, namun fitri hanya menjawab dengan seadanya dan jangan lupakan senyum ramahnya....karna berdasar ingatan sebelumya fitri asli selalu mmasang topeng ramah kepada rekan rekannya. Ia sadar sebagai artis harus menjaga wajahnya agar tetap bersih dari segala rumor dan meminimalisir haters di sekitanya.
"Ayo semuanya berkumpul...." teriak sutradara. Segera semua orang di lokasi syuting berkumpul di hadapan sutradara.
"Selamat pagi semuanya....saya harap semuanya bersemangat untuk memulai syuting wanita serigala berbulu domba. oke sekian pembuka dari saya harap semuanya bisa ke tempat masing masing. Dan untuk nana, fitri dan aldi tetap di sini untuk syuting adegan ke 23!" perintah sutradara .
"Baik!" ucap mereka serempak termasuk juga fitri.
Semuanya di tempat itu sibuk dengan urusannya masing masing begitu juga dengan Fitri yang memulai acting sebagai orang ke tiga , nana sebagai protagonis dan aldi sebagai pemeran utama.
"kalo dipikir pikir aku merasa sebagai orang ke tiga antara alan dan Fitri asli...!" batin fitri palsu sedih, Saat memainkan peran fitri palsu (seila) merasa seperti orang ke tiga antara hubungaan alan dengan fitri asli. Hal ini membuatnya tidak fokus berakting hingga beberapa kali ditegur sutradara.
Akhirnya syuting berakhir lebih sore dari hari biasannya. fitri hendak pulang tapi pak sutradara menahannya di sana.
"Fitri....hari ini saya agak kecewa dengan peforma mu. Apakah anda sedang ada masalah? Seharian i ni saya perhatikan anda kurang fokus saat berperan!" ujar pak sutradara.
"Ya iya lah orang aku bukan fitri asli yang mahir berdrama.. aku kan cuma seila karyawan kantor biasa yang selalu dimarahin pak bos besar, alan. apa itu beracting? Sepertinya aku harus mulai latihan berakting." batin fitri palsu(seila). dalam benaknya,ia bertekad untuk mulai belajar menjadi artis yang profesional.
sekilas info tentang kehidupan fitri asli, dia dulunya adalah angota idol girl beranggotakan tiga orang sejak dua tahun yang lalu kemudian masing masing dari mereka melebarkan pengaruhnya dengan memainkan drama atau konser solo. Akhirnya mereka jadi jarang berkumpul dan melakukan konser bersama. Drama wanita serigala berbulu domba adalah drama pertama yang dibintanginya. Meskipun pemula fitri asli sudah menjadi pemain drama yang cukup baik...
"Fitri ...."panggil pak sutradara karena fitri tidak segera menjawab pertanyaannya alias membengong.
"Ehehe ngak ada masalah kok....Mohon maaf pak, saya janji lain kali tidak akan seperti ini!" ucap fitri dengan senyum dipaksakan namun juga merasa bersalah karena dirinya rekan rekannya pulang lebih lambat dari biasannya.
"Jangan buat saya kecewa lagi.Atau lain kali saya ganti orang untuk peran yang anda mainkan. " peringatan pak sutradara kepada fitri.
"Baik pak..." ujar Fitri.
keluar dari lokasi syuting, tiba tiba ada mobil yang berhenti di depan Fitri.
"Nona silahkan masuk mobil, saya akan mengantar anda pulang...." ujar pak supir sambil membukakan pintu belakang.dan hanya dijawab dengan deheman ringan dari Fitri .
mobil melaju dengan kecepatan sedang pemandangan rumah rumah yang berdempetan dan gedung gedung yang menjulang sungguh membosankan untuk Fitri lihat.Hanya ada keheningan yang menghiasi perjalanan Fitri.
"Kruyuk ....." Tiba tiba perut fitri berbunyi dengan nyaringnya. membuat pak supir menoleh sebentar ke arah fitri..
"Nona lapar? apa perlu saya carikan restau....." ucap pak supir terpotong karena Fitri tiba tiba memintanya untuk berhenti. Dengan cekatan pak supir segera menghentikan mobilnya.
Fitri keluar dari mobil dan segera menyebrang menuju ke sebuah wartek yang sering ia kunjungi sewaktu masih menjadi seila.
"Buk.... es teh, sama soto Betawi nya satu ya buk..." pesan Fitri kepada ibuk ibuk penjual wartek.
"oke neng mau makan sini atau bungkus?" tawar ibu itu.
"Makan sini, buk..." jawab Fitri....
"Oke....Tunggu bentar ." ujar ibu itu meminta fitri untuk menunggu ..
Saat fitri hendah mendudukan dirinya ke sebuah kursi, ia dikagetkan dengan suara melengking yang memanggil namannya.
." Ya ampun, Hey lihat itu Fitri Romansyah....." teriak salah satu fans girl fitri.
"Eh iya ...." ucap salah seorang membenarkan ucapan sebelumnya itu.
seketika semua orang menoleh ke arah fitri, disusul dengan segerombolan orang yang menuju ke arahnya dengan pandangan yang menggebu gebu.
"Gawat .....gawat aku lupa aku kan seorang artis sekarang....." batin fitri panik dengan segera ia melarikan diri menuju mobil.
__ADS_1
"Astaga .....mbak tolong hati hati kalo di jalan .) ucap nana kesal (nana\=teman fitri palsu sewaktu masih menjadi seila). jika nana tidak mengerem mendadak mungkin sekarang ia harus bertanggung jawab karena telah menabrak seseorang.
"Nana." batin fitri.
"Iya nana maaf saya buru buru nih....ada yang ngejar..." ucap fitri segera meminta maaf sambil memunguti barang bawaan nana satu persatu.
"Ada yang ngejar?emang lo artis apah? paling cuma orang modus..." cibir nana sibuk mengambil barang barang bawaannya.
"Ini nana barang bawaannya. Sekali lagi mohon maaf ya ..... " ujar Fitri setelah selesai mengumpulkan sebagian barang bawaan nana. "Saya taruh di sini ya mbak..." ucap fitri terburu buru sambil sedikit melirik gerombolan fans yang mengejarnya.
"Iya...." belum selesai nana berbicara, fitri sudah berlari ke arah mobil.
.....Kayak kenal ini suara...ehhhh ini kan suara my idol...." ujar nana tersadar."berarti aku abis ngomong sama idolaku......ahhhh...senangnya... sayangnya aku tak sempat melihat wajahnya." batin Nana mengebu gebu.
" Eh tapi bagaimana dia tau namaku..." batin nana menyadari ada yang janggal.
"Fitri....tunggu. ....."
"oh sayangku tunggu ...."
"tunggu my idol."
begitulah teriak para fans gila fitri mengejarnya.
"Oh...Tidak ...." ujar nana panik lantasan para fans menuju kearahnya.Dengan susah payah ia mengumpulkan barang bawaanya yang masih tercecer ke motornya. Namun itu semua sudah terlambat gerombolan fans fitri sudah terlebih dulu menerjangnya akhirnya beberapa barang bawaanya habis tak berbentuk karna terinjak banyak kaki kaki tak berperasaan.
"Huwaaa......Meskipun aku senang bertemu idolaku....Tapi kalo begini caranya bagaimana aku masih bisa merasa senang. " teriak nana memandang miris barang bawaannya yang berupa pesanan makan siang rekan rekannya.
Tanpa nana sadari ada seorang pria tampan yang terkekeh menatap nana dari kaca jendela mobil sportnya.
"Jalan pak supir....." ujar fitri panik menatap tsunami manusia yang mengejarnya. dengan profesional pak supir melajukan mobil menjauh.
"Hufffft.......fitri menghela nafas panjang setelah merasa para fansnya sudah berada jauh darinya ....
"kruyuk...." tiba tiba perut fitri berbunyi lagi. Dan lagi lagi ia harus menahan lapar dan malu dihadapan supir kekasihnya itu.
"Nona ingin langsung ke rumah atau ke restoran dulu ?" tanya pak supir saat mendengar perut fitri bernyanyi singkat.
"Nona pasti sedang lapar......" batin pak supir prihatin.
" Ke pasar....." jawab fitri yang melenceng dari pertanyaan pak supir. yang membuat pak supir hanya pasrah mematuhi kekasih bosnya itu.
disela sela perjalanan fitri merenungi nasibnya yang entah malang atau beruntung. "Huffff.....jadi artis emang berat ya mao keluar makan aja, belom sempat makan udah olahraga kejar kejaran. hah susah udah capek syuting,mana harus lari lagi. " batin fitri merenung.
"Huwaaaa.....aku ga sanggup ......lapar sekaleh evrybadehhh.......klo ke restoran sayang uangnya, pertama kali jadi orang kaya jangan buang buang uang dulu la....nanti klo abis gimana....mending masak di rumah....Hemat. " batin fitri menjerit kelaparan.
"eh btw tadi aku ketemu nana. Gimana ya kabarnya apa tubuhku yang dulu uda meninggal.....ya iya lah orang ketabrak truk.....cuma hantu yang bakalan masih idup." Dan masih banyak lagi kekhawatiran yang fitri rasaakan saat ini hingga tanpa ia sadari mobil yang ditumpanginya telah sampai ke pasar.
"Nona sudah sampai....mau saya temani ke pasarnya?" tawar pak supir membuyarkan lamunan fitri.
"errr....engak usah pak biar saya sendiri." jawab fitri seadanya.
disisi lain kembali ke warteg ibu penjual kebingungan mencari gadis yang memesan satu es teh dan soto betawi.
"kemana ya gadis itu .....hah.....lagi lagi kena tipu, uda mesan malah ngilang lagi orangnya . Mana rugi banyak lagi gara gara artis nyasar ...." ujar ibuk penjual kesal.
"Huh sabar sabar orang sabar rejekinya banyak." tebak siapa yang ngomong....
^^^^^^BERSAMBUNG^^^^^^
__ADS_1
note: uda lama ga lanjutin masih nyambung ga chapter ini sama chaoter sebelumnya?