REMONO

REMONO
- Prolog -


__ADS_3

...•••...


Kata orang-orang, dunia punya beribu alasan untuk kita menangis. Dan kita harus memiliki setidaknya satu alasan untuk tersenyum.


Tapi bagi Rania, kalimat tersebut tidak berlaku bagi kehidupannya. Sebab, dia telah melalui banyak peristiwa yang telah ia alami. Rasa pahit, manis, dan hambarnya kehidupan sudah ia rasakan sejak masih usia dini.


Pada suatu hari, kejadian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya pun terjadi. Rania masih ingat betul bagaimana sosok ayahnya, seorang lelaki yang dia anggap sebagai superhero dalam hidupnya. Menghilang secara tiba-tiba, ayah kandungnya itu tidak pulang ke rumah selama beberapa hari dan semua kontak beliau tidak bisa dihubungi sama sekali.


Jika ditanya apakah dia khawatir atau sedih, maka jawabannya adalah iya. Selain bunda, sosok ayahnya itu sangat berarti bagi dirinya. Yang membuat dirinya tertawa, tersenyum, dan bahagia adalah ayahnya. Pria itu seringkali membuat lelucon apa saja meskipun terkesan berlebihan atau sedikit garing. Raniya selalu tertawa dibuatnya.


Namun, tampaknya superhero di dalam hidupnya. Kini telah pergi, sosok itu berubah 180 derajat. Rania tidak begitu yakin apakah sang ayah yang selama ini dia kenal, benar benar sosok ayahnya yang baru saja ia peluk di waktu sebelumnya?


Bagaikan sambaran petir yang mengenai lubuk hatinya, dan hujan yang menghapus ukiran manis pada bibirnya.


Rania tak sanggup untuk menerimanya, kejadian itu terjadi sangat tiba-tiba. Otaknya masih cukup sulit mencerna semua kata-kata yang dilontarkan oleh sang ayah. Rania seperti ingin menyerah detik itu juga. Namun, Rania harus berpikir bagaimana perasaan bunda tercinta, dan kedua kakak kesayangannya. Dia tidak ingin melukai hati mereka hanya karena tindakan cerobohnya.

__ADS_1


Kepala Rania kala itu seperti dihantam oleh bebatuan, terasa menyakitkan. Ia bertanya-tanya, kapan tuhan akan adil kepada dirinya? kapan dunia akan berpihak pada dirinya dan orang tercintanya? Rania pun tidak tahu sama sekali, hanya waktu lah yang dapat menjawabnya.


Waktu? iya, mungkin suatu saat nanti akan ada harapan dan cahaya yang dapat mengubah dunia monokromnya. Rania sudah bosan mendengar dan melihat kejadian yang tak ingin ia lihat sama sekali.


Faktanya, dunia punya rahasia besar dan dirinya tak begitu sadar bahwa semua ini akan hambar. Dan Rania juga, merasa bahwa dia pun harus menciptakan sebuah rahasia yang dimana hanya dirinya dan tuhannya yang mengetahui segalanya.


...•••...


Untaian kalimat ini adalah suara hati seorang anak perempuan yang mengharapkan sebuah keajaiban di dalam kehidupannya.


Aku seperti terjebak dalam dunia yang tak ada ujungnya. Keadaan selalu memaksaku untuk tetap bertahan dan bersikap dewasa. Bagaikan air yang terombang-ambing di tengah laut. Badai disertai hujan yang tidak tahu kapan berhenti


Kapan duniaku akan tenang? apa tuhan tak adil kepada ku?Sepertinya tidak, tuhan tetap sayang kepada hambanya.


Untuk bunda, ayah, kak bion, dan kak dira. Tolong jagalah diri kalian, tetap dengarkan kata hati kalian. Aku ingin kalian saling memaafkan dan tolong menolong tanpa melihat kesalahan yang pernah dilakukan oleh anggota keluarga kita.

__ADS_1


Satu lagi, janganlah kalian khawatir. Karena aku akan tetap disini. Melihat dan memantau dari kejauhan, sebab aku tak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan semuanya kepada kalian.


Tolong, jangan lupakan aku.


Aku akan tetap disini, menunggu di tempat tersembunyi, sunyi, dan gelap ini. Berharap adanya setitik cahaya, meski itu sangat tidak mungkin.


^^^Rania Asteria^^^


...•••...


..."Semua akan indah pada waktunya. Dunia akan berwarna sesuai keinginannya, Itu pasti."...


...•••...


Thank you!⚘

__ADS_1


Don't forget to like and comment🔥


__ADS_2