REMONO

REMONO
- Prasangka -


__ADS_3

..."Setiap peristiwa yang akan terjadi, tak akan pernah bisa kita prediksi." - Bion Agnibrata...


...•••...


Temperatur suhu pada siang hari ini hampir mencapai 27 derajat celcius, yang dimana posisi matahari sedang berada tepat di atas kepala kita.


Di sebuah rumah dengan cat berwarna putih, ada seorang anak perempuan yang usianya baru saja menginjak 16 tahun. Ia adalah Rania Asteria, yang akrab di sapa dengan Rara. Anak itu tengah menonton tv sambil meminum es jeruk yang berada di tangannya.


Karena terlalu asyik menonton tv, ia tidak sadar kalau pintu rumahnya diketuk-ketuk oleh seseorang.


"Rara! Itu ada yang ketuk pintu!"


Teriakan dari kakaknya itu sontak membuat Rara tersadar dari dunianya. Lantas ia pun langsung beranjak dari tempat duduknya, lalu bergegas membuka pintu rumah. Dan, betapa terkejutnya dia saat tau siapa yg bertamu ke rumahnya itu.


/krett/


"A-ayah?"


"Halo Raraa, kangen ngga sama Ayah?"


"Huwaaa Rara kangen banget sama Ayaahh."


Iya benar, sosok yg mengetuk pintu rumahnya barusan adalah ayah kandungnya. Yang sudah hampir seminggu lamanya tidak pulang ke rumah. Ia langsung memeluk erat ayahnya itu untuk melepas kerinduan yg sudah ia pendam selama beberapa hari ini.


"Ayah juga kangen sama Rara," Ucap Sang Ayah sembari mengusap-usap kepala anak bungsu nya itu.


"Ra, siapa yang tadi ngetuk pin-"


Suara kakaknya rara terpotong lantaran ia sangat terkejut saat melihat sosok pria yg tidak asing dimatanya, yaitu ayahnya. Terpampang sekali dimatanya, ayah yg sangat ia rindukan tengah berpelukan bersama adiknya.


"-Tu?" Lanjutnya.


"Hai Bion, ini ayah nak. Apa kamu ngga kangen sama ayah?" Tutur sang ayah kepada anak keduanya itu.


Tanpa banyak berkata lagi, Bion pun berlari ke arah ayahnya itu dan langsung memeluknya dengan sangat erat. Seolah ia tak mau membiarkan ayahnya menghilang untuk yg ke sekian kalinya.


"Ayaahh, kenapa ayah selama kemarin ngga pulang ke rumah?" Tanya Bion.


"Selama kemarin ayah sibuk banget nak, ada banyak urusan yang harus ayahburus diluar sana," Jawab sang ayah.


"Ouhh, yaudah deh gapapaa. Yang penting ayah udah pulang sekarang hehehe," Tutur Bion.


"Iyaa nak, kalian kan udah ketemu sama ayah sekarang. Ngomong-ngomong, orang rumah yg lainnya pada kemana?" Tanya ayahnya kepada kedua putrinya itu.


"Bunda sama Kak Dira lagi ke warung yah," Jawab Rara.


"Gitu yaa... udah lama perginya?" Tanya lagi sang ayah.


"Belum lama yah, baru 5 menit yang lalu. Emang ada apa yah?" Tanya balik Bion.


Setelah mendengar jawaban dari putrinya. Pratama pun nampaknya berpikir sejenak, entah apa yang dipikirkan olehnya. Sehingga Bion dan Rara melihat ayahnya itu dengan raut wajah kebingungan.


"Okee, sini sini mendekat ke ayah." Ajak Pratama sembari melepas pelukan dari putra-putrinya.

__ADS_1


"Eh, emang kenapa, ada apa yah?" Tanya Rara.


Pratama pun mendekat ke arah Bion dan Rara.


"Ginii, ayah mau ngajak kalian ke suatu tempat. Kalian mau ikut gak sama ayah ke tempat itu?"


"Huwaa kemana tuh yah! Aku mau ikut dong!" Seru Rara.


"Ih aku juga mau ikut yah!" Seru Bion juga yang tak mau kalah heboh dengan adiknya itu.


Mata mereka berbinar-binar, sambil menatap ke arah Pratama. Seolah mereka akan dibawa ke tempat yang sangat indah.


"Wih semangat banget putra-putri ayah inii. Emm kemana yaa..... ada deh! Pokoknya kalian pasti suka."


"Aaaa udah gak sabar bangett, kita kapan perginya yah?" Tanya Bion.


"Sekarang dongg, ayo kita siap siap dulu," Ajak Pratama kepada kedua anaknya.


Lantas, mereka pun mempersiapkan diri seperti Bion dan Rara yang mengganti pakaian mereka, lalu Pratama yang membenarkan pakaian putra dan putri kesayangannya itu, serta tak lupa juga untuk menata rambut mereka dengan sangat rapih.


Selama 20 menit mereka bersiap-siap, akhirnya ayah dan kedua anaknya itu pun bergegas meninggalkan rumah dan menuju ke tempat yang dimaksud oleh Pratama.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, Pratama beserta anaknya tiba di tempat tujuan.


"Nahh, akhirnya kita sampee," Ujar Pratama.


Pratama pun turun dari mobilnya yang disertai Bion dan juga Rara yang turun dari mobil tersebut.


Betapa terkejutnya Bion dan Rara saat melihat pemandangan yang ada di depan mata mereka. Terpampang sekali disana, terdapat sebuah rumah mewah nan megah yang membuat Bion dan Rara terkagum-kagum. Mereka kira saat ini mereka hanya bermimpi karena bagaimana bisa ada rumah yang megah dibandingkan dengan rumahnya yang menurut Rara saja itu sudah versi jumbo.


Bion yang berada tepat disamping Rara itu pun lantas mengikuti perintah dari sang adik yang menyuruhnya untuk mencubit tangan Rara sendiri.


"Serius? Oke deh kalo gitu," Jawab Bion.


"Iya kak seriu- AW! Kakak! Kenapa nyubitnya gitu?! Sakit tauu, kakak mah kayaknya punya dendam deh sama aku." Ucap Rara dengan wajahnya yang cemberut dan mengerucutkan bibirnya.


"Kamu tuh gimana sih, yang namanya cubitan itu tuh pasti sakit. Emang kamu pikir kena cubut rasanya kayak dapet uang 1 miliar apa?" Ujar Bion yang keheranan melihat keluhan dari Rara, dia tidak habis pikir kenapa kelakuan adiknya itu sangat aneh. Dia jadi ragu apa Rara adik kandungnya atau bukan. Apa mungkin Bion ada melakukan kesalahan di kehudpannya sebelumnya? Hah sudahlah, Bion lelah hayati memikirkannya.


"Ish! Tau akh! kakak mah nyebelin banget!" Kesal Rara.


Pratama yang sedari tadi menyaksikan perdepatan yang ada di depan matanya inu sedikit merasa jengkel. Pasalnya, ia capek berdiri terus sedangkan suhu sekarang ini tidak sejuk sama sekali dan Pratama seperti nyamuk yang berlalu-lalang dihadapan kakak beradik itu.


"Ekhem! Kalian mau sampai kapan debat kayak gitu? Sampai upin ipin tumbuh rambut atau mail yang dapet duit dari hasil cabut bulu beruang?" Tanya Pratama yang akhirnya buka suara.


Karena mendengar suara Ayahnya itu, Rara dan Bion akhirnya tersadar dari perdebatan yang mereka buat.


"Eh lupaa, ehehehehe maaf ya yah aku sama kak Bion jadi bikin ayah kesal," Jawab Rara.


"Iya yah, maafin Bion juga ya," Jawab Bion juga yang turut meminta maaf kepada sang ayah.


"Iya iyaa, yaudah Ayah maafin deh. Kalo gitu ayo ikuti ayah yaa, kalian jangan sampai pisah atau mencar kesana kesini. Nanti ada yang culik loh HAHAHAHA,"  Tutur Pratama dengan sedikit candaan kepada kedua anaknya.


"IH AYAH JANGAN NAKUTIN DONG," Ucap Bion dan Rara dengan berbarengan, mereka awalnya tidak takut dengan lelucon ayahnya. Tapi kalau hal itu terjadi, kan tidak lucu. Karena itu lah mereka agak kesal mendengarnya.

__ADS_1


Suara tawa Pratama pun terpaksa terhenti karena melihat anaknya yang terlihat agak ketakutan. Tanpa berlama-lama lagi, Pratama diikuti oleh Rara dan Bion pun berjalan menuju rumah megah itu.


"Yah, itu rumah siapa sih. Megah dan mewah banget, beda jauh sama rumah kita kayaknya," Tanya Bion karena dia sangat penasaran siapa pemilik rumah itu.


"Ada dehh, nanti bakal ayah kasih tau kok ke kalian. Dan kalian pasti suka sama pemilik rumah itu," Jawab Pratama


"Ck! Ayah mah bikin kita jadi nambah penasaran aja," Keluh Bion


"Udah hep, ini kita udah mau nyampe. Jadi kalian gak usah banyak tanya lagi," Titah Pratama


Karena perintah ayahnya itu tak mungkin untuk dibantah, hal itu membuat Bion dan Rara pun seketika menutup mulut mereka. Jika mereka terus berbicara, bisa bisa Bion dan Rara dicoret dari kartu keluarga oleh sang ayah.


Tak terasa, Bion, Rara dan Pratama sudah sampai di depan pintu rumah tersebut. Tanpa basa basi lagi, Pratama mengetuk pintu rumah itu.


/krett/


Selang 2 menit, pintu berwarna coklat itu pun akhirnya terbuka dan menampakkan seorang wanita yang mungkin umurnya sekitar 30 atau 40an. Rara dan Bion pun menjadi sangat penasaran siapakah perempuan yang berada di hadapan mereka? Mereka mulai curiga kepada ayah dan wanita itu, masalahnya atmosfer di sekeliling mereka mengatakan bahwa Pratama memiliki hubungan dengan wanita itu. Entah teman, sahabat, atau mungkin "lebih".


"Oh, Hai Tama! Akhirnya kamu sampai juga," Sapa wanita itu kepada Pratama.


"Hai juga! Sesuai janji aku kan, dan aku pasti menepatinya," Ucap Pratama kepada wanita itu.


Rara dibuat heran, pasalnya kenapa ayahnya dan wanita ini terlihat sangat akrab. Dan, apa apaan dengan pemandangan ini? Kenapa ayahnya berpelukan dengan perempuan itu? Dia harus menanyakan hal ini kepada sang ayah.


"Lin, ayo kenalan dengan anak-anakku. Sebelumnya kamu meminta aku kan untuk membawa mereka bersamaku," Tutur Pratama.


"Ehiya benar, halo salam kenal yaa. Panggil aja saya Tante Linda," Ucap Wanita tersebut sembari menyodorkan tangannya ke arah Bion dan Rara guna bersalaman dengan mereka.


"Salam kenal juga tante, saya Rania Asteria atau panggil Rara aja tantee," Jawab Rara terlebih dahulu sambil bersalaman dengan Wanita yang bernama Tante Linda itu.


"Salam kenal Tante Linda, saya Bion kakaknya Rara," Jawab Bion sambil bersalaman dengan Tante Linda seperti yang dilakukan oleh Rara sebelumnya.


"Nama kalian bagus baguss ya, cantik sama ganteng pulaa," Puji Linda


"Ehehehe makasih tantee, bisa aja deh tante mah," Jawab Bion dan mewakili Rara yang terlihat diam saja.


"Samaa samaa, yaudah ayo kita masuk. Dari tadi kita diluar terus loh. Ayo masuk masukk," Titah Linda yang mengajak Pratama, Bion, dan Rara untuk masuk ke rumahnya.


"Oohh, ternyata tante itu pemilik rumah mewah inii toh," Ucap Bion dan Rara dalam hati mereka. Hebat ya, batin dan hati mereka bisa saling sinkronisasi begitu, sepertinya mereka punya ikatan batin yang kuat.


Mereka pun masuk ke dalam rumah mewah itu. Terkecuali dengan Rara, dia malah berdiam diri di tempat tadi dan raut wajahnya seperti sedang memikirkan sesuatu. Atau mungkin ia sedang merasakan hal yang tidak beres?


"Kok muka Tante Linda kayak familiar ya? Kayak pernah liat tapi dimana gituu, apa jangan-jangan aku pernah bertemu sama dia sebelumnya?" Ucap Rara di dalam hati nya.


"Ra! Ayo masuk, kenapa berdiri disitu mulu?" Tanya Bion dari dalam rumah tersebut, dirinya berada tidak jauh dari Rara dan pintu rumah.


"Iya iya!" Jawab Rara yang pada akhirnya ia berjalan ke dalam rumah tersebut.


"Semoga aja prasangka ku tadi salah dan hal itu tidak akan terjadi." Ujar Rara di dalam hati.


...•••...


Thank you all!

__ADS_1


Jaga kesehatan dan tetap mengikuti protokol kesehatan 👋⚘


__ADS_2