Rencana Yang Indah

Rencana Yang Indah
Bab 2~Membuat Luka


__ADS_3

Sesampainya disekolah, banyak wanita yang berteriak saat mobil martin memasuki pekarangan sekolah, karena martin adalah anak dari ceo marvels company, dan ketampanannya membuat wanita wanita disekolah berlomba-lomba mendapatkan perhatian martin.


“Martinnnn I love you” teriak salah satu wanita didalam kerumunan tersebut


“Kak Martin aku menunggumu” ucap salah satu wanita lagi..


Martin hanya mendengus sinis melihat wanita wanita tersebut, sambil mencarikan tempat untuk mobilnya


“apa mereka bersekolah hanya berteriak seperti orang gila seperti itu? Cihhh” kata Airin merengut kesal


“Apa kau tidak akan keluar? Kau mau sekolah dimobil?” tanya Martin yang saat itu sudah mematikan mesin mobilnya.


“Kak apa kau bisa tidak menyebalkan seperti ini sehari saja” sahut airin mengerucutkan bibirnya


Felicia hanya tersenyum melihat pertengkaran kecil didepannya baginya sudah biasa entah mengapa itu terlihat sangat menggemaskan.


“Kalau begitu ayo cepat turun” Sahut martin sambil mengambil kacamata dan memakainya


“dia semakin tampan saja jika memakai kacamata” gumam cia sambil tersenyum dan memandang takjub lelaki yang disukainya


“Heh kau lihat apa?” tanya martin kepada cia saat dia tau bahwa dia diperhatikan


“eh ya kak? Tidak papa aa aku melihat ya aku melihat mobilnya sudah berhenti apa kita sudah sampai kak?” ucap cia mengalihkan topik dan sesegera mungkin menundukkan kepalanya karena dia tidak mau jika martin mengetahui bahwa dirinya sedang diperhatikan


“dasar bodoh” martin sangat tahu gadis didepan ini menyukainya tapi dia tidak bisa menyukainya maka dari itu dia sangat dingin kepada cia.


“Kak jangan mengatai cia bodoh, dia pintar dan manis apa kakak katarak?” tanya airin protes


namun martin hanya memutar bola matanya jengah


“Airin, sudah jangan ribut lagi, ayo kita keluar..” ucap cia menengahi kalau dibiarkan bisa bisa 1 abad tidak akan selesai.


merekapun keluar dari mobil tersebut, airin menggandeng airin dengan senyumnya yang merekah, namun martin menepisnya, lalu martin mengambil alih menarik cia dan memeluk pinggang cia dengan santainya.. airin yang kala itu sangat terkejut dengan tingkah kakaknya tapi airin tidak mau mengacaukan momen romantic kapan lagi kakaknya bisa bersikap mesra dengan cia begitu pikirnya.


“kak, kak martin”cia yang kala itu sangat shock mendapat perlakuan seperti itu, dia memandang martin lagi memastikan apakah yang sekarang sedang memeluknya adalah lelaki yang dia cintai


“diamlah, aku hanya meminta imbalanku karna aku sudah menjemputmu tadi” jawab martin dia kesal karena semakin hari semakin banyak saja wanita yang berjaga untuk mencari kesempatan memegang martin ataupun mencolek martin.


Felicia pun mengangguk sambil mentralkan jantungnya karena serasa ingin meledak


“Cia, Kak martin aku permisi, aku akan menemui Robert” pamit airin karena tidak mau menganggu kemesraan kakak dan temannya, setelah pamit airin pun menghampiri kekasihnya karena saat itu kebetulan Robert baru datang.


“Kalian bubarlah, aku sedang tidak membawa sembako berhenti seperti orang gila begitu” kata martin kesal , karena semakin hari semakin banyak saja wanita wanita gila yang meneriakinya


alhasil wanita wanita itupun kecewa karena martin selalu mengacuhkan terlebih lagi martin menggandeng cia dengan mesranya membuat wanita wanita itu menatap iri. Martin dan cia pun masuk layaknya seperti seorang kekasih, martin terlebih dahulu mengantar cia kekelasnya dan setelahnya martin lalu Kembali kekelasnya.


“Cia, sepertinya kakakku sudah ada hati denganmu” Ucap airin yang melihat cia sudah masuk kedalam kelasnya. Cia pun langsung duduk dibangkunya menaru tasnya diatas bangku lalu menelungkupkan wajahnya diatas tasnya


“Airin kalau kau menggodaku terus aku tidak akan mau membuatkanmu bekal lagi” Ancam Cia yang masih menenggelamkan kepalanya diatas


“apa kau sekarang sedang menjadi kepiting rebus? Aku saja melihat semburat merah sangat keras cia, apa kau melihatnya” ucap airin seakan tidak takut dengan ancaman cia, menggoda cia adalah kegemaran airin.


“Airinnnn kau sungguh menyebalkan sekali” ucap cia dia menegakkan kepalanya kembali dan mengerucutkan bibirnya sungguh dia malu sekali apalagi debaran didadanya belum hilang ditambah sekarang digoda lagi dari adik lelaki yang dia cintai.


“mennyebalkan tapi kau sayang padaku kan?” tanya airin


“iya, iya aku sangat menyayangimu gadis kecil” ucap cia sambil memeluk airin begitulah suasana kelas mereka seakan dunia milik berdua. Felicia lahir dibulan februari sedangkan airin lahir di bulan agustus maka dari itu airin lebih muda dari Felicia, dan Felicia menganggap airin sebagai adik kecilnya karena Felicia tidak mempunyai adik.


Jam Istirahat pun datang


“Ya ampun airin aku lupa memberikan bekal untuk kak martin” kata cia sambil menepuk jidatnya karena tadi dia tidak percaya kejadian tadi pagi yang romantic itu menghampirinya alhasil cia pun lupa memberikannya.


“Cia kau bisa memberikannya dikantin, makanya ayo cepat kita kekantin” sahut airin sambil menarik cia kekantin


setibanya dikantin, mereka terlihat kebingungan karna orang yang dicari tidak mereka temukan, tapi cia melihat Ricko yang berstatus sebagai teman dekat martin. Felicia pun menghampiri richo untuk menanyakan keberadaan martin


“Richo, apa kak martin tidak kekantin?” tanya cia


“tidak Fel, kata martin dia sedang tidak mood mungkin dia sakit” kata richo


“apa sakit, dimana kak martin sekarang?” tanya cia lagi


“dikelasnya fel” ucap richo


“Airin kau tak apa makan sendirian aku ingin melihat kak martin” tanya cia kepada airin karena dia tidak enak meninggalkan airin


“tidak cia, kau temuilah kakakku aku akan makan dengan Robert” ucap airin sambil tersenyum memperlihatkan giginya, sebelumnya cia sudah memberikan bekalnya kepada airin,cia pun bergegas kekelas martin,


Sesampai dikelas martin, cia yang perasaannya berdebar debar sekarang dia malah melihat kejadian yang membuatnya ingin meneteskan air matanya. Didepannya sekarang sudah ada sosok perempuan dan laki laki yaitu kak martin dan kak lisa, kak lisa adalah saingannya Felicia, lisa sangat menyukai martin lisa akan melakukan apapun untuk mendapatkan martin, karena kelas tadinya kosong, itu adalah salah satu moment yang paling berkesan untuknya karena bisa berduaan dengan martin, dan martin yang biasanya menolak sekarang hanya pasrah karena moodnya sedang tidak baik. Felicia melihat martin sedang dipijat oleh lisa. Tapi cia tidak menyerah karena tujuannya hanya ingin mengantarkan bekal, akhirnya cia memutuskan untuk mengganggu mereka sebentar.


“Maaf kalo cia menganggu kalian, cia hanya ingin melihat keadaan kak martin” ucap cia menunduk


martin dan lisa hanya diam memadang Felicia

__ADS_1


“sudah kubilang mereka berdua adalah sepasang kulkas, selalu mengacuhkanku” ucap cia dalam hati sambil menegarkan hatinya


“Kak martin kenapa” tanya cia Kembali


“kau mau apa kemari?” bukannya menjawab martin malah bertanya Kembali


“apa kau tidak pernah memikirkan ku kak?” tanya cia dalam hati


“Maaf kak, cia hanya ingin memberikan bekal untuk kakak, tadi pagi cia lupa memberikannya, itu saja kak” ucap cia berusaha tersenyum dan meletakkan bekal yang sudah dia buat dihadapan martin, lisa yang saat itu sangat kesal karna waktu berduannya diganggu.


“kalo sudah, cepat pergi aku akan menemani martin” ucap lisa


“Maaf sudah mengganggu waktu bermesraan kalian, cia pamit” ucap cia lalu berlalu dari sana,


Cia tidak menemui airin karena hatinya sedang bermasalah, baru saja dia merasa Bahagia, tapi sekarang dibuat hancur seketika


“kenapa mencintaimu hanya selalu membuat luka dihatiku kak?” ucap cia memandang kosong


langit diatas.


********


Sementara dikelas martin


“sudah berhenti memijatku, pijatanmu sungguh tidak enak” uca martin setelah Felicia keluar dari sana, entahlah hatinya merasa bersalah tapi dia dengan segera menepisnya.


“aku akan makan, kau pergilah tinggalkan aku sendiri” ucap martin Kembali dan mulai memakan bekal yang diberikan oleh Felicia, Felicia memang sering memasakkan bekal untuk martin dan juga airin, karerna airin lah yang meminta


lisa pun hanya mengangguk kemudian pergi


“dasar sigadis tengik, kalau saja dia tidak kemari martin pasti tidak menyuruhku keluar”’ ucap lissa kesal


Sepulang sekolah cia tidak ikut pulang dengan martin dan airin dia lebih memilih menaiki bus karna nanti sorenya ada pelatihan taekondo.


“ibuuu” teriak cia yang sudah berada dirumah dia berlari dan memeluk ibunya dengan erat yang saat itu ibunya sedang duduk diruang tamu. kejadian tadi pagi membuatnya teringat Kembali dan cia pun Kembali bersedih


“Cia sudah pulang?” tanya ibu


“udah bu, ntar cia ijin ya mau Latihan taekondo..” kata cia masih memeluk ibunya


“ibu gak ada orderan ya?” tanya cia Kembali


“Kalo sekarang gak ada cia, ibu akhir akhir ini mudah sekali kelelahan” ucap ibunya


“anaknya ibu sekarang udah gede ya, udah bisa masak, jago beladiri dan gak membebankan orang tua, ibu bangga sekali punya kamu nak” ucap ibu cia mencium kening putrinya


“cia juga bangga bisa dilahirin dari Rahim ibu, kalo cia bisa milih cia pengen jadi anak kecil aja, biar cia gak tau rasanya..” cia langsung menutup mulutnya takut keceplosan cia tidak mau membuat mamanya khawatir karna takut membebani pikiran mamanya.


“rasanya apa cia?”tanya mama bingung


“rasa anu ma rasa, rasa kopi dicampur teh” ucap cia cengengesan


“emang kamu pernah coba, kamu suka ngawur kalo bicara” ucap ibu tertawa


cia merasa kikuk akhirnya dia melepaskan pelukannya dan segera bersiap siap untuk Latihan taekondo


Dirumah martin


“Kak, apa kakak gay?” tanya airin yang saat itu tengah menonton film horror bersama kakaknya diruang tamu, kebiasaan yang sering dilakukan oleh sepasang saudara itu. Papa mereka sedang keluar negeri untuk menyelesaikan bisnisnya bersama mamanya.


mereka sangat kesepian tanpa orang tuanya, orang tuanya selalu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Dirumahnya mereka hanya dijaga oleh Satpam, pembantu dan sopir.


“kau bicara apa? Apa kau sudah gila?” sahut martin kesal


“tidak kak, aku hanya heran dengan kakak, kenapa kakak tidak mau membukakan hati untuk cia, padahal cia baik, cantik dan juga manis, apa kakak masih mengharapkan dia?” tanya airin


“tidak aku tidak mengharapkan dia lagi, aku hanya ingin kebebasan, sudah kau terlalu banyak bicara” ucap martin dia segera menuju kekamar karna tidak ingin membahas Felicia


“Kakak selalu saja begitu” ucap airin mengerucutkan bibirnya.


Hari jumat sore, airin berkunjung kerumah cia, dengan maksud mengajak cia menginap dirumahnya airin, karna setiap hari sabtu cia akan menginap dirumah airin.


“Selamat pagi bibi, paman” sapa airin yang kala itu sudah masuk kedalam ruang tamu


“Pagi sayang, kamu sendirian nak?” tanya mama cia


“iya bibi, airin dianter sama sopir tan” sahut airin lagi


“Cia ajak airin sarapan, ayah mau bekerja dulu ya, oh ya cia papa minta tolong ya antarkan mamamu kerumah sakit” ucap papa cia yang mencium kening cia dan mencium kening mama cia , airin yang kala itu melihat merasa sedih karena melihat kehangatan keluarga cia.


“siap kapten” jawab cia sambil memperagakan hormat kepada ayahnya


“kamu kenapa cia?” tanya ayah cia

__ADS_1


“tidak papa paman” sahut airin lagi


“ya sudah kamu lanjutkan makannya bersama airin ya” ucap ayah cia sambil mengelus rambut airin sayang lalu airin pun menganggukkan kepala


“pa cia akan mengantarkan papa kedepan, ayo ma, airin” ucap cia menarik airin dan mamanya mengantarkan ayah kedepan


“dahhh papa” ucap cia


papa ciapun melajukan mobilnya. Keluarga Felicia memang memiliki 1 mobil tapi jarak sekolah dan tempat bekerja papanya berlawanan arah maka dari itu cia tidak mau merepotkan ayahnya.


“Anggap kami keluarga nak, jangan sungkan kau juga boleh memanggil kami ibu dan ayah seperti cia” ucap ibu cia yang saat itu masih melihat airin bersedih, ibu cia sangat tahu orang tua airin, mereka sepasang suami istri yang sangat gila kerja hingga tidak sempat memberikan kasih sayang kepada kedua anaknya, ibu cia tahu dari cerita suaminya haris.


“Kau akan ku angkat sebagai adikku airin” ucap cia yang kala itu juga melihat kesedihan lalu beralih memeluk airin.


“ibu, Felicia” ucap airin dia tidak bisa menahan air matanya karena disaat itu airin sangat merindukan orang tuanya.


“Ayo sini peluk ibu” ucap ibu cia sambil merentangkan tangannya


cia dan airin pun berhampuran memeluk ibu cia


“ibu airin boleh kan mengajak cia menginap dirumah airin?” tanya airin saat pelukan itu berakhir


“tentu saja boleh, cia pasti senang bertemu dengan calon suaminya” ucap ibu cia sambil melirik cia,


“ibu hoby sekali menggodaku” sahut cia sambil mengerucutkan bibirnya


“ibu, cia aku masih lapar” ucap airin dengan wajah yang memelas


“uh kacian anak ibu, ayo kita kembali makan, lalu setelah itu maukah kalian mengantar ibu?” tanya ibu nisa menatap kedua perempuan manis yang berada dihadapannya.


“tentu saja ibu, aku akan menyuruh sopirku mengantar ibu kerumah sakit” ucap airin


mereka pun Kembali kemeja makan untuk melanjutkan makan mereka.


***


Rumah Sakit


“Ibu saya sakit apa dok?” tanya cia yang saat itu memang ibunya sudah selesai diperiksa


“Ibu anda hanya kelelahan, nona jangan terlalu dipikirkan, saya akan memberikan resep semoga ibu anda lekas sembuh” ucap dokter tersebut


“Dokter tidak sedang membohongi kami kan?” tanya airin penuh selidik


“untuk apa saya berbohong dengan penyakit nona, ibu kalian memang hanya kelelahan, karena disebabkan ibu anda yang sering begadang dan kurang beristirahat” ucap dokter Kembali


“sudah, sudah kalian kenapa dokter yang diajak berdebat hmm?” tanya ibu nisa kepada kedua anaknya


“maafkan kedua anak saya dok” ucap ibu nisa tidak enak


“tidak papa nyonya, anak anda sangat menghawatirkan nyonya, inii resepnya dan tebus dikasir depan ya” ucap dokter sambil tersenyum sementara Felicia dan airin hanya tersenyum sambil memperlihatkan giginya dan berminta maaf.


setelah itu, ibu nisa, Felicia beserta airin menuju kasir untuk menebus obat lalu mereka pulang Kembali. Airin ikut menunggu ibu nisa sampai ayah haris datang dari bekerja. Beberapa jam kemudian ayah haris pun datang, airin dan Felicia pun langsung berpamitan kepada mereka berdua dan bergegas kerumah airin.


****


Rumah airin


“airin, mama dan papamu belum datang dari luar negeri ya?” tanya Felicia yang hari ini sedang berada dikamar airin, Felicia yang baru saja selesai mandi.


“belum cia, biasa mereka hanya mementingkan uang uang dan uang, tanpa mengerti kebutuhan anak yang sebenarnya” Ucap airin tidak berselera membahas orang tuanya


“hey kau bicara apa, jangan berpikiran seperti itu mereka bekerja keras agar bisa memberikan kehidupan yang layak untukmu, sudah jangan dipikirkan ayo kita tidur” ajak cia


cia dan airin pun merebahkan tubuhnya kekasur


“airin, aku dari tadi tidak melihat kak martin apa kak martin tidak pulang?” tanya cia


“dia memang tidak pernah dirumah setiap kau menginap disini cia, kau kan tau aku selalu ditinggal olehnya” sahut airin


“apa wajahku terlihat menyeramkan? Setiap aku menginap disini kak martin selalu tidak dirumah” ucap cia dalam hati


“oh ya sudah, kau tidurlah aku ingin mengambil minum” ucap cia bangun dari tempat tidurnya dan menuju dapur. Airin pun menganggukan kepalanya menenggelamkan kepalanya dengan selimut. Walaupun dirumah itu ada pembantu, cia tidak ingin merepotkan karena pasti saat ini mereka sedang beristirahat, karena saat itu sudah jam 10 malam


“Dirumah yang sangat mewah seperti ini, aku merasakan ketakutan bukan kenyamanan kasihan airin” gumam Felicia sambil menuruni tangganya hendak kedapur. Sesampainya didapur airin langsung menuangkan minum dan meneguknya hingga habis. Disaat cia akan Kembali, cia mendengar ada yang mengetok pintu langsung menghampiri dan membuka pintu tersebut.


“kak martin” ucap cia setelah tau bahwa yang mengetuk pintunya adalah martin. Martin hanya melengos masuk tanpa berkata apa apa. Felicia pun hanya mendengus.


“aku bukan tuan rumah disini, tapi apa tidak bisa dia sopan sedikit barangkali menyapaku sangan tidak sopan” dumel cia sambil menutup pintu dan menguncinya


“Kak martin tunggu” ucap cia sambil mengejar martin yang belum jauh itu, cia pun langsung memegang tangan martin, martin melirik cia dengan kesal


“aku mau berbicara denganmu, mungkin aku lancang dan hanya orang luar, tapi aku sangat kasian dengan airin dia sudah ku anggap sebagai saudaraku sendiri, tolong jangan pernah tinggalkan airin, dia tidak mendapat banyak kasih sayang dari mama dan papanya, jangan sampai dia kehilangan kepedulian kakaknya” ucap cia dengan serius lalu melepas tangan martin

__ADS_1


jika ada dibab 1, dikeluarga cia, cia sebut mama atau ibu itu dipanggilnya ibu ya, jadi kalo cia panggil orang tuanya ayah dan ibu dan airin panggil orang tuanya mama dan papa, sebelumnya terimakasih juga dukungan dari kalian yaa. Aku menyayangi kalian..


__ADS_2