Rencana Yang Indah

Rencana Yang Indah
Bab 3 ~ Bodoh


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu, hari yang sangat indah bagi semua murid karena bisa bermalas malasan dirumah masing-masing, tapi tidak dengan Felicia, dia terlihat sibuk memasak didalam rumah airin, karena pembantu dirumah airin tengah libur karena ada upacara mendadak dikampungnya. Felicia menyiapkan sarapan untuk teman yang dianggap saudara baginya dan untuk lelaki yang selalu mengacuhkannya. Setelah cia memasak, cia lalu bergegas kekamar airin untuk membangunkan airin.


“Airinn..” ucap cia sambil menggoyangkan tubuh airin


“Cia ada apa” airin masih tetap menutup matanya seaan enggan untuk membuka mata


“Airin, bangun dasar kerbau” ucap cia masih tetap mengoyangkan tubuh airin


“Baiklah baiklah aku akan bangun, tapi tunggu 5 menit lagi “


“Baiklah jika kau tidak mau bangun, sarapan, yang sudah aku siapkan akan aku kasi ke tetangga sebelah” seru cia lalu bangun dari tempat tidur


Mendengar itu airin langsung membuka matanya dan menggelayuti tangan sahabatnya tersebut


“Ayo cia, kita sarapan kamu tidak kasihan kalo aku tidak makan-makan?” ucap airin sambil memperlihatkan giginya


“Makanya jangan jadi kerbau”


“Airin tolong bangunkan kak martin, ajak dia sarapan bersama” ucap cia lembut


“Enak saja, kau menyuruhku bangun dan segera makan bukan? Jadi aku akan kemeja makan sekarang dan kau sendiri yang membangungkan kak martin” ujar airin setengah berlari sesudah mencium pipi sahabatnya


“Sungguh menyebalkan, kalau aku yang membangunkannya sudah pasti dia tidak akan mau sarapan bersama” gerutu cia lalu beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar kak martin


“Kak martin” panggil cia sesudahnya didepan kamar martin


“Ada apa” sahut martin yang kala itu memang sudah bangun mendengar dirinya dipanggil dia lantas membuka pintunya


Felicia sejenak menatap lelaki yang dicintainya tersebut

__ADS_1


“Sangat tampan sekali, jika baru bangun tidur” ucap cia dalam hati


“Aku sudah membuat sarapan, ayo turun airin sudah menunggu dibawah” cia lalu segera membalikkan badannya, namun sebelum itu martin sudah terlebih dahulu menarik cia kedalam kamarnya memojokkan felicia ditembok dan mengurungnya dengan kedua tangannya. Martin mendekatkan wajahnya. Mereka saling beradu pandang sejenak, jantung Felicia berdetak seakan ingin copot dari pemiliknya


“Aku ingin bertanya, apa kau sangat menyayangi airin?” Tanya martin menatap mata gadis yang tengah dikurungnya saat ini


“Cih, pertanyaan bodoh apa itu kak?, kau sudah tau aku dan airin sudah berteman sejak SD bahkan dia sudah ku anggap adik sendiri” kata cia sambil menggerutu kesal


“Dan kau tau, perasaan ku juga tumbuh sejak aku SD, dan kau tidak akan mengerti itu kak. Cepat lepaskan tanganku” Seru cia


Martin melepaskan kurungannya, sambil menatap mata cia melihat apakah ada kebohongan dimata itu


“Kenapa kakak melihatku seperti itu? Kakak ingin mencolok mataku ya?” seru cia yang sadar tengah diperhatikan


“Kenapa kau galak sekali?, aku hanya ingin memastikan apa kau berkata benar atau bohong” kata martin santai


“Dari kecil ibu selalu mengajariku, agar tidak pernah berbohong kalau itu saja yang ingin kakak tanyakan, Aku akan turun, kasihan airin sudah menunggu jikak kakak tidak ingin makan terserah” ucap cia lalu pergi


“Ternyata dia sangat cerewet” ucap martin sedikit tersenyum lalu ikut turun


Sesampainya dimeja makan, mereka bertiga sarapan airin dan Felicia menyelipkan beberapa obrolan


“Kehadiran kau disini, aku seperti sedang dilayani oleh mama” ucap airin sedih


“Airin kau jangan seperti itu, tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya mereka punya cara tersendiri untuk memberikan anaknya kasih sayang” kata cia lembut


Sementara martin menyunggingkan senyumnya mendengarkan perkataan Felicia, yang dianggapnya sangat bijak. Karena baru kali ini mereka bertiga sarapan bersama sebelumny martin tidak pernah sarapan bersama Felicia dan airin.


Tokk.. tok..

__ADS_1


Suara pintu berbunyi menandakan ada orang bertamu, Felicia berpamitan untuk membukakan pintu


“Om, Tante?” Ucap cia setelah membukakan pintu lalu menyalimi tangan kedua orang tua airin tersebut


“Cia, kau menginap disini?” Tanya Karina selaku mama dari airin


“Iya tante, seperti biasa ayo tante, om kita sarapan untung tadi cia memasak banyak kita bisa sarapan bersama airin dan kak martin juga sedang sarapan” cerocos cia lalu mereka menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Felicia yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri itu


“Mama, papa” Kata airin lalu berlari memeluk kedua orang tua yang sangat dirindukan tersebut


“Airin kangen” ucap airin


“Mama dan papa juga kangen nak” sahut karina sembari mengelus kepala putrinya


“Kau tidak menyusahkan kakakmu kan sayang?” tanya rio selaku papa dari airin dan martin


“Tentu tidak, selama cia berada disini dia yang mengurusku” kata airin


“Maaf ya cia, airin selaluu merepotkanmu” kata papa rio tidak enak kepada cia


“Om, cia malah senang mengurus airin, cia sudah menganggap airin sebagai adik sendiri” kata cia sambill tersenyum manis


Martin lagi lagi memperhatikan cia, seperti ada perasaan dia tak henti menyunggingkan senyumnya.


“Baiklah, apa mama boleh bergabung?” tanya mama karina


“Tentu saja ayo ma, pa kita sarapan bersama” ucap airin lalu Kembali ketempat duduknya dia merasa sangat Bahagia memang bukan kali ini saja mereka sarapan bersama, kadang dalam 1 bulan terhitung hanya 3x mereka sarapan bersama karena saking sibuknya orang tua dari 2 bersaudara itu. Didalam sarapan bersama tersebut mereka menyelipkan beberapa obrolan


Maaf baru up, karena minggu kemarin sedang ada UAS jadi focus dulu hehe

__ADS_1


Kalo kalian suka, kasik vote dan tinggalkan jejak kalian yaaa..


__ADS_2