
Sasuke yang di bilang idiot oleh Chiba merasa marah dan terhina.
" apa kau bilang " Sasuke yang tak bisa lagi membendung amarahnya langsung berjalan ke arah chiba sambil mengepalkan tangan.
Chiba yang malas untuk meladeni Sasuke langsung mengangkat satu kerikil dan menggabungkannya dengan elemen api.
" haah aku malas meladeni mu Sasuke dan aku tak mau mencolok " Chiba mencoba untuk menyudahi ini dengan baik baik.
" cih bilang saja kau takut dasar lemah " cibir Sasuke pada chiba yang tak mau menerima ajakan duelnya.
Chiba yang mendengar cibiran dari Sasuke agak marah dan tanpa sadar melesatkan batu kerikil yang telah dibungkus oleh api tadi , dengan batu kerikil yang berlumuran api tepat mengenai perut milik Sasuke.
" uhuk "
Sasuke yang terkena serangan batu kerikil yang di sentil oleh Chiba langsung meringkuk di tanah sambil menahan sakit.
iruka yang melihat Sasuke tiba-tiba meringkuk kesakitan langsung pergi ke arahnya " ada apa Sasuke " tanya iruka pada Sasuke.
Sasuke yang ditanya tak menjawab dan langsung tepar , iruka yang melihat Sasuke tepar langsung menggendong nya untuk dibawa ke tim medis.
Chiba yang melihat jika Sasuke tepar hanya karna satu kerikil yang di sentil nya merasa heran.
' sistem kenapa dia bisa pingsan hanya dengan kerikil yang ku sentil ' chiba pun menanyakan hal ini pada sistem.
( Ding itu karna kekuatan tuan telah mencapai level ninja Anbu , jadi wajar jika Anbu bisa ngalahin level calon ninja hanya dengan batu kerikil yang disentil )
__ADS_1
" oh baik lah " guman chiba.
setelah kejadian itu praktek nya di sudahkan , didalam kelas Chiba yang merasa bosan pun tidur.
" Chiba Kun ayo pulang bareng " Ino meneriaki nama Chiba sambil berlari ke arahnya.
" em maaf Ino ku sayang aku ada urusan jadi aku tak bisa pulang bareng kamu " chiba menolak ajakan ino untuk pulang bareng.
Ino yang ditolak hanya diam dan sedih , Chiba yang melihat Ino sedih merasa tak tega.
" Ino ku sayang jangan buat muka sedih gitu dong , ok ok aku kasih tau kamu siapa guru kamu nanti gimana mau gak tapi ada syaratnya " chiba mencoba menghibur Ino supaya tak sering dengan memberi tahu sedikit masa depannya.
Ino yang mendengar jika chiba akan memberi tahu siapa yang akan menjadi gurunya di masa depan pun langsung tertarik.
" apa apa syarat nya " ucap antusias Ino.
" syarat nya adalah kamu tak boleh sedih bagai mana " jawab Chiba.
" Hem baiklah , sekarang beritahu aku cepat lah Chiba Kun " rengek Ino ingin diberitahu.
" ok biar aku kasih tahu ya , guru kamu di masa depan adalah asuma sarutobi , dan para rekan mu adalah Choji , dan shikamaru " Chiba pun memberitahukan Ino soal nama nama rekan satu timnya pls guru yang membimbing mereka.
" apa kenapa aku tak satu tim pada mu " tanya Ino Karan meragukan omongan chiba.
" aku juga tak tahu ini , dah pokoknya kamu dah janji tak sedih jika aku beri tahu , jadi aku pulang dulu ya sayang much " ucap Chiba tak lupa dia memberi satu kecupan di dahi Ino.
__ADS_1
Ino yang mendapat perlakuan manis seperti itu langsung memerah karna malu.
di dalam hutan Chiba tengah berjalan santai tanpa memperhatikan sekitar.
" BAIK LAH APA KAU TAK MAU KELUAR " terika Chiba.
" apa kau tak capek sembunyi terus wahai organisasi akar " ucap santai Chiba.
di atas dahan pohon ada satu ninja yang kaget karna ketahuan sama anak berusia 6 tahun setengah.
" apa tak mungkin dia bisa tahu aku mengawasi nya kan " ucap ninja itu.
kita kembali ke masa chiba di ajak duel oleh Sasuke.
saat Chiba bilang tak mau diperhatikan dia menoleh ke arah pohon yang teryata ada ninja yang sedang bersembunyi.
" masih tak mau keluar aku beri kau satu kesempatan keluar sekarang atau ku bunuh kau sekarang " ancam chiba pada ninja yang bersembunyi.
sang ninja yang mendengar itu langsung keluar dari tempat persembunyiannya.
" hoho hebat juga kau bocah " ucap ninja akar itu.
" huh hanya ninja level jonin saja tapi berani mengawasi ku " cibir chiba pada ninja akar itu.
sang ninja yang di rendahkan tak terima dan langsung menyerang menggunakan suhuriken miliknya yang sudah tertempel kertas peledak , tapi sayang dia terlalu meremehkan Chiba.
__ADS_1
aku sedang berusaha menulis walau sia sia makasih dah baca