
hari ini pertama masuk sekolah tidak sabar diriku untuk memakai seragam putih abu, apa sekarang sudah bisa dibilang kalo aku sudah menjadi anak remaja ? pertanyaan yang sedari malam aku pikirkan hinga aku tidak bisa tidur.
jam menunjukan jam 6 pagi aku sudah sarapan dan ya tinggal memakai sepatu lalu berangkat ke sekolah hati ini senang bukan main.
dalam perjalanan sekolah aku memikirkan banyak hal dan ya satu hal penting yang membuat ku malas untuk memikirkannya.
Kelompok bisa disebut perkumpulan dari yang elit bisa dikatagorikan murid popular, ada yang pintar yang pasti akan carmuk ke guru guru, yang nakal alias pembuat onar dikelas atau di lingkungan sekolah, huftt. . . pemikiran ini yang paling ku benci.
Sedangkan aku memakai seragam saja kebesaran dan rok pun tepat berada dibawah mata kaki, dan ya kacamata super tebal ini yang membuat ku pasti dikatagorikan anak culun mau bagai mana lagi, jika tidak memakai kaca mata ini aku tidak bisa melihat papan tulis.
dan tepat saja pemikiran ku ini, di gerbang tepatnya dilahan parkir yang super luas, banyak murid murid berkelompok dari yang memakai kendaraan roda 2 sampai roda 4 dan ga mungkin ada roda 3 ya.
ya terlihat dari penaplianya ada yang popular duduk dekat bumper depan mobilnya dan banyak dari mereka fashion atau tampilanya terndi banget, dari rambut sampai seragam semuanya pas artinya serasi dengan pampilanya dengan rambut super lengket mungkin mereka memakai gel rambut.
ada di pojokan orang orang nakal yang sedang menghisap roko bukanya aku sotau tapi terlihat ada asap berwarana putih.
__ADS_1
ya tuhan aku ngin segera melewati tempat parkir yang luas ini, sudah aku putuskan aku akan lewat koridor yang sepi dari keramian, terdengar suara berisik dari tempat yang akan kulewati, ya murid siswi berteriak hebo seperti melihat artis dan saking penasaranya diriku, aku pun ikut menoleh ke arah gerbang, ternyata ka tedi ketua OSIS dan di sebelahnya jinga.
jika ku ingat kejadian kemarin lucu dan aneh, entah kenapa semenjak kejadian kemarin saat ku melihatnya hati ini selalu tidak jelas berdegup kencang, tapi apa jinga masih ingat dengan ku sedangkan jinga sudah pasti menjadi murid popular.
aku tersadar dari lamunan saat seorang siswi wanita berteriak "ka tedi sama jinga sini dulu dong kita nongkrong jam masuk kelas masih lama ko."
ketika ku melihat wanita ini, wow kecantikan jenis apa ini badan yang tingi wajah yang mulus dan penapilan yang sangat mencolok dari siswi lain dia kelas satu sama sepeti ku, aku pun melanjutkan perjalanan menuju ruang kelas.
di koridor belakang yang langsung menuju kelas ku, ada suara langkah di belakang ku.
"ternyata dikoridor yang ini sepi ya, beda sama yang didepan." ucap seseorang yang dibelakang ku.
"oy ko saya dicuekin sih." ucap seseorang dibelakang ku.
dan akhirnya dia menghentikan jalan ku berada tepat di depan ku, dengan tatapan mata yang mengintimidasi.
__ADS_1
"saya lagi bicara sama situ." dia melangkah kedepan dan secara perlahan aku mundur ke belakang dan aku pun terpojokan ke dingding.
kedua tangannya menghalagi jalan ku, tepat di pingir kepala ku, mata kami bertemu dan aku baru sadar ternyata dia tinggi sampai samapai dia menunduk dan disejajarkan wajahnya kepada ku, hati berdekup sangat kencang lebih dari kemarin, dan tangan kanannya memegang kening ku.
"Situ sakit ko panas banget suhu tubuhnya." ucap jinga yang memegang kening ku.
dia mengemgam tangan ku dan berkata. "ayo ikut saya, ada tau ada tempat istirahat yang lebih bagus dari uks."
sebeneranya aku tidak sakit, entah kenapa seluruh tubuh ku menjadi panas dan hati ini tidak henti hentinya berdegup kencang tak seperti biasanya.
di gedung belakang yang sudah tak terpakai, "ini tempat istirahat yang tepat untuk saya, sejuk dan nyaman." ucap jinga dan berjalan ke samping gedung yang sudah tak terpakai, ada jalan setapak dan sampai lah di rumah kaca yang ternyata terhalang oleh gedung yang sudah tak terpakai, saat melihat sekitar rumah kaca tersebut banyak tanaman yang bagus bagus.
Di dalam rumah kaca ternyata sangat sejuk dan nyaman, pantas jinga berkata begitu, tempat ini memang nyaman dan sejuk
"ini tempat club pecinta tanaman atau bunga bungaan mungkin ada tanaman herbal juga, dan ketuanya sekertaris OSIS ka kiki, makanya dia memberi satu kunci cadangan." ucap jinga sambil menyodorkan minuman hangat, dan merendam saputangannya agar terkena air lalu diperas ditempel kan ke kening ku.
__ADS_1
~ kembali ke arini yang sedang mengingat masa putih abu di ruang kerjanya 7 tahun kedepan~
seandainya moment itu bisa saya abadikan lewat kamera, dan seandainya moment indah itu bisa ku ulang, masa putih abu ku, saat pertama aku sadar hati ini memang bener mencintai mu, cinta pertama yang terlambat ku ungkap, andai kau tau penyesalan ini terbawa hingga saat ini.