Reunion Of Another World

Reunion Of Another World
chapter 2


__ADS_3

Setelah keluar dari rumah,Rey berjalan menuju luar pagar rumahnya. Setelah keluar Rey berjalan ke arah kanan untuk menuju ke sekolahnya. Hanya beberapa langkah Rey dikejutkan dengan suara seorang gadis dari belakang Rey yang memanggil Rey. Gadis itu berambut panjang dengan gaya rambut ponytail serta memiliki warna putih seputih salju dan memiliki wajah yang cantik dan imut.


"Reeeey....."


Rey lalu menoleh ke belakang.


"Selamat pagi Rey," sapa gadis tersebut.


"Padahal tadi sudah aku tunggu tapi kamu malah pergi duluan dan tidak menyapaku."


Gadis tersebut ternyata sudah menunggu Rey daritadi dan Rey tidak tau bahwa dia sedang menunggu Rey.


"Tidak biasanya kamu menunggu aku, biasanya langsung berangkat sekolah tanpa menungguku."


"Ya sekali kali, inikan hari terakhir kita ke sekolah, jadi ya gapapa dong berangkat bareng." jawab gadis tersebut.


"Memangnya kenapa kemarin kemarin tidak mau berangkat bareng?" tanya Rey.


"Karena aku berangkatnya selalu lebih awal."


"Memang hebat seorang Lina, pantas disebut anak terajin di kelas atau malah disekolah."


"Apakah itu pujian?"


"Entahlah."


Mereka bercanda sambil berjalan ke sekolah, tetapi saat ditengah jalan Rey melupakan bekalnya dan kebetulan mereka dekat dengan mini market.


"Oh iya, aku lupa bekalku. Aku ke mini market dulu untuk membeli makan, kau pergi ke sekolah saja dulu!" ucap Rey.


Rey berlari memasuki mini market dan meninggalkan Rey


"Ahh... Tung-, haah aku di dekat mini market saja deh menunggu dia." Lina menghela nafasnya lalu berjalan menuju ke samping pintu mini market.


Sementara itu di mini market Rey memilih makanan yang bisa langsung dimakan.

__ADS_1


"hmmm....pilih ini saja deh, murah dan hemat tapi bikin kenyang. Setelah itu minumannya air mineral, sehat dan murah." ucap Rey.


Setelah memilih makanan, Rey membawanya ke kasir dan membayarnya. Setelah membayar Rey membuka pintu untuk keluar dan dia melihat gadis tersebut sedang digoda oleh 3 orang berandalan.


"Hey gadis cantik, siapa namamu?"


"Ayo main bersama kami."


"Kami akan memberikan sesuatu untukmu, jadi ikut saja ya."


Salah satu berandalan memegang tangan gadis itu dan ingin menyeretnya. Tiba tiba tangan preman tersebut digenggam erat oleh Rey.


"Lepaskan." ucap Rey


"Haah, siapa kau?"


"Hoy hoy, beraninya kau dengan kami?"


"Mau berkelahikah?"


Rey menarik tangan berandalan tersebut lalu memukul wajahnya.


"Baaaak...."


"Aaaahh...." berandalan tersebut tak berdaya karena pukulan Rey.


"Beraninya kau"


Salah satu berandalan akan memukul Rey, tetapi dia menghindar dan memukul balas preman itu.


"Buuuuk..."


"Aaaah..."


"Tinggal satu lagi, majulah."

__ADS_1


Tersisa satu berandalan yang masih berdiri, Rey menantangnya sambil mengepal tangannya lalu melakukan kuda kuda.


"Eeeee, kabuuuur."


"Hoy tunggu."


"Sial."


Berandalan yang masih berdiri itu kabur duluan karena takut dengan Rey, disusul dengan dua temannya.


Setelah perkelahian tadi Rey menghampiri gadis itu yang nampak seperti takut dan kebingungan.


"Kamu tidak apa-apa, Lina?" tanya Rey. Nama gadis tersebut adalah Lina, teman masa kecil Rey.


"Iya, tidak apa-apa." jawab Lina.


"Apakah ada yang terluka?"


"Tidak, selain itu ternyata kamu bisa berkelahi seperti itu?"


"Yaah....begitulah."


"Darimana kamu belajar?" Tanya Lina.


"Eeee...darimana ya? tidak tahu."


"Yang benar saja." Jawab Lina.


"Sudah-sudah nanti saja membahasnya, nanti kita terlambat."


"Mmmm....baiklah." Jawab Lina dengan wajah cemberut dan perasaan yang kesal.


"Yaudah nanti pulang sekolah kamu beritahu aku, janji ya."


"Baiklah." Jawab Rey.

__ADS_1


Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke sekolah dengan berlari, Lina berlari dulu di depan dan disusul oleh Rey dibelakangnya.


__ADS_2