
Setelah berlari agar tidak terlambat, Rey dan Lina akhirnya sampai di gerbang sekolah. Mereka berdua berjalan melewati gerbang dan memasuki sekolah, tetapi di halaman sekolah banyak yang menyapa Lina.
"Hey, lihat itu. Itu Lina Siverstan."
"Waah, benar sekali. Itu dia."
"Cantik sekali dia."
"Bagiku imut dan anggun."
Semua siswa memandangi Lina dan memujinya, tetapi mengabaikan Rey yang ada dibelakangnya.
"Hey, siapa yang ada dibelakangnya Lina itu?"
"Pacarnya mungkin."
"Mana mungkin dia memiliki pasangan dengan kualitas seperti itu."
"Benar juga, hahahaa."
Beberapa siswi berpikir bahwa Rey bukanlah orang yang pantas untuk Lina.
"Haaaah...." Rey menanggapinya dengan menghela nafas sambil terus berjalan tanpa mempedulikan yang siswi yang mengejeknya.
Lina dan Rey terus berjalan, saat di jalan para siswa laki laki terus memandangi Lina.
"I i itu Lina Siverstan, sang tuan putri telah datang."
"Iya benar, waaaah...cantik dan imut sekali."
"Hey, apa menurutmu aku bisa menjadi pasangannya?"
"Heee....mana mungkin, hahahahaa."
Para siswa laki laki terus mengobrol sambil membayangkan bahwa mereka bisa menjadi pasangannya. Mereka terus berjalan melewati para siswa laki laki itu, mereka melewati banyak anak tangga. Lalu mereka menaiki salah satu tangga untuk pergi ke kelas mereka. Setelah sampai diatas mereka berbelok ke kanan dan berjalan sampai ke depan pintu masuk kelas mereka.
__ADS_1
Lina langsung membuka pintu masuk ke kelas mereka. Lina dan Rey berjalan menuju ke tempat duduk mereka masing masing. Rey menarik kursinya lalu menaruh tasnya di bawah samping meja. Saat duduk di kursi, Rey mendengar Lina mengobrol dengan Anna. Anna adalah sahabat Lina. Anna memiliki rambut berwarna hitam tetapi lebih pendek daripada punya Lina.
"Selamat pagi Lina."
"Selamat pagi Anna."
"Tumben sekali kamu datang bareng dengan Rey."
"Ya, sekali kali berangkat bareng."
Mereka mengobrol di dekat Rey karena Lina duduk di samping Rey, tetapi Rey tidak mempedulikan mereka mengobrol apa. Rey hanya memandangi langit yang ada di luar jendela karena Rey duduk di samping jendela. Rey terus memandangi langit sambil berpikir bahwa Lina bisa mendapatkan banyak teman karena dia populer.
"Benar saja, ternyata menjadi populer itu sepertinya menyenangkan," Ucap Rey di dalam hatinya.
"Aku berbanding terbalik dengannya, mungkin sekarang dan ke depannya aku dan Lina akan susah untuk mengobrol di sekolahan. Ya, kecuali kalau dia berangkat bareng aku."
Rey berpikir bahwa dia dan Lina berbanding terbalik karena Lina sangat populer tetapi Rey hanyalah siswa biasa. Rey terus berpikir demikian sambil melirik Lina yang sedang mengobrol dengan Anna.
"Kriiiing...kriiiing."
Bel sekolah berbunyi, semua murid duduk di tempatnya masing masing. Anna pergi ke bangkunya, sementara itu Rey masih memandangi langit. Lina melihat Rey.
Lina memanggil Rey yang sedang memandangi langit.
"Apa?" Jawab Rey yang terus memandangi langit
"Apa yang kamu lihat?" Tanya Lina yang bingung kenapa Rey terus memandangi langit.
"Tidak ada, hanya melihat awan saja. Lagian ini hanya kebiasaanku." Jawab Rey sambil terus memandangi langit.
"Oh iya, setiap kali aku melihatmu kamu selalu memandangi langit. Kamu tidak mengobrol dengan teman kamukah?"
"Haaah,"
Rey menghela nafasnya lalu menoleh ke arah Lina.
__ADS_1
"Aku terbalik denganmu."
"Hah? Apa maksudnya?"
Lina bertanya apa yang Rey maksud dengan Rey yang terbalik dengan Lina. Tetapi tiba tiba pak guru datang memasuki kelas.
"Baiklah, tolong diam. Hari ini karena kalian sudah selesai ujian, pak guru akan memberikan hasi ujian kalian."
"Baik." Jawab semua murid.
Sementara itu Lina terus memandangi Rey sambil terus berpikir apa yang Rey maksud tadi.
"Kriiiing...kriiing." Bel istirahat berbunyi.
"Baiklah, itu saja dari pak guru. Silahkan istirahat."
Saat semua murid ingin pergi ke kantin, Anna mengajak Lina.
"Lina, ke kantin yuk."
"Eeee, aku nanti dulu, kamu pergi saja dulu." Jawab Lina.
"Tumben sekali ya,"
Anna berkata seperti itu sambil melihat Rey dan kembali melihat Lina.
"Heee, baiklah kalau begitu."
Anna pergi meninggalkan Lina ke kantin. Setelah itu Lina berdiri dan mendorong kursinya lalu pergi menghadap Rey yang sambil membaca buku.
"Rey, ada waktu sebentar?" tanya Lina.
"Hah? Ya."
"Bisa ikut aku sebentar."
__ADS_1
"Tung-, waaa."
Lina mengajak Rey sambil menarik tangan Rey keluar kelas untuk mengobrol dengan Rey.