Reunion Of Another World

Reunion Of Another World
Chapter 4


__ADS_3

Tangan Rey ditarik oleh Lina menuju ke atap sekolah, Lina ingin berbicara hanya berdua dengan Rey di atap sekolah.


"Apa maksudmu tadi?" Tanya Lina kepada Rey sambil memasang muka kesal.


"Hah? Apanya?"


"Tadi kau bilang kita terbalik, apa maksudnya?"


"Oooh itukah, apa kau tidak melihat sekitar saat kau berjalan?" Tanya Rey.


"Hah? Apa yang kau bicarakan, aku bertanya apa yan-."


"Lihatlah sekelilingmu, kau punya banyak penggemar, kau punya banyak orang yang menyukaimu, kau juga punya sahabat dan kau juga populer. Itu berbeda denganku. Aku tidak punya itu semua, itulah maksudnya dengan kita berbeda."


Lina menunduk dan mulai mengerti apa yang di maksud Rey.


"Itu sajakah yang mau kau tanyakan?" Tanya Rey kepada Lina.


"Kalau tidak ada lagi, aku akan turun."


Rey berjalan ke arah pintu menuju tangga ke bawah.


"Tunggu..."


Lina mengangkat kepalanya dan tangan Lina mengepal lalu memanggil Rey.


"Baiklah, kalau begitu aku berjanji akan menjadi temanmu. Aku berjanji aku akan selalu membantumu."


"Tidak." Jawab Rey sambil menundukan kepalanya.


"Heh? Kenapa?"


"Nanti akan banyak yang membenciku."


"Tidak apa apa, aku akan melindungimu."


"Nanti juga akan ada yang membencimu."


"Tidak apa apa, aku tidak masalah."

__ADS_1


"Tapi itu masalah buatku. Aku tidak mau ada yang membencimu. Aku juga tidak mau kau kenapa kenapa karna melindungiku." Jawab Rey dengan wajah datar.


"Tidak apa apa. Walau aku terluka, aku akan tetap melindungimu." Jawab Lina sambil tersenyum.


Rey merespon dengan menundukkan kepalanya.


"Oh iya aku ada ide."


Rey mengangkat kepalanya dan mulai mendengar apa yang Lina katakan.


"Bagaimana kalau kita mengobrolnya hanya berdua. Kau tidak masalahkan kalau seperti itu?"


"Yah, selama tidak ada yang melihat atau menguping, aku tidak masalah."


"Baiklah kalau begitu, sudah ditentukan ya. Ya sudah yok kita ke kelas."


"Baiklah."


Mereka berdua berjalan ke pintu keluar dan menuruni tangga.


"Rey, nanti makan siang bareng yok di atap."


"Anna itu juga banyak teman, pasti dia juga akan makan bareng temannya."


"Oh begitukah, kalau begitu baiklah."


"Oke."


Mereka berdua berjalan menuruni tangga sambil mengobrol untuk makan siang bersama.


"Kriiiing...kriiiing."


Saat mereka berjalan ke kelas, bel sekolah berbunyi yang berarti semua murid harus masuk ke kelas. Saat di kelas Anna menyapa Lina. Anna terlihat sedang bersama teman temannya mengobrol sesuatu. Rey duduk di bangkunya, sedangkan Lina ikut bergabung bersama Anna. Rey melihat di papan tulis bahwa kelasnya Rey sedang tidak ada guru.


"Oh, ternyata kelasnya kosong. Yah daripada bingung ingin melakukan apa,tidur saja deh."


Rey membaca papan tulis. Setelah melihatnya Rey bingung ingin melakukan apa, dia akhirnya memilih untuk tidur. Saat Rey tidur Lina, Anna, dan teman temannya sedang mengobrol sesuatu.


Tiba tiba Anna mengganti topiknya dengan mengobrol tentang orang yang disukai.

__ADS_1


"Siapa orang yang kalian suka? Dimulai dari Lina, semua orang pasti ingin tau."


"Eh, aku? tu tu tunggu sebentar." Lina terkejut karena tiba tiba dia duluan yang dipilih.


"Iya, kami juga ingin tau." Ucap salah satu teman Anna


"Iya, tolong beritahu kami."


"Mmmm....Re-"


"Re?"


"Re-"


"Haaa, lama jawabnya. Aku ke toilet saja, Lina temani aku." Ajak Anna.


"Heh, baiklah." Jawab Lina.


"Yaah, padahal aku penasaran."


"Aku juga."


"Maaf aku pinjam Lina dulu." Ucap Anna.


Mereka berdua berjalan ke toilet, Lina mempertanyakan soal tadi ke Anna.


"Apa maksudnya tadi? Kenapa bertanya kepadaku dulu." Tanya Lina.


"Maaf, aku hanya penasaran dan mengetes kamu saja." Jawab Anna.


"Maksudnya?"


"Entahlah, pikir saja sendiri."


"Kok begitu, ayolah Anna."


"Tidak."


Lina memohon agar Anna memberitahukan tujuannya kenapa tadi Lina duluan. Mereka berdua mengobrol sambil berjalan ke toilet. Setelah ke toilet mereka juga mampir ke kantin untuk membeli beberapa makanan. Setelah itu mereka kembali ke kelas.

__ADS_1


__ADS_2