
Aiko tak mau membuang waktu, ia harus segera menyelamatkan Daichi yang tengah di sekap oleh para gerombolan Hiroshi.
Dengan di bantu Akuma, Aiko menyelusup ke dalam benteng pertahanan Hiroshi. Sebelum mereka berangkat menuju gembong tersebut, Akuma sempat bercerita jika Hiroshi memiliki seorang putra yang sangat di cintai dan di banggakan oleh Hiroshi. Akuma mewanti-wanti agar Aiko tak sampai melukai putra Hiroshi, karena dendam mereka hanya pada Hiroshi bukan pada anak nya.
Namun di perjalanan Aiko tak begitu memperhatikan peringatan Akuma, jika Aiko bisa melukai bahkan membunuh putra Hiroshi maka Hiroshi akan mengalami nasib sama seperti diri nya. Kehilangan orang yang paling berharga dalam hidup, akan sangat menyakitkan di banding harus kehilangan nyawa sendiri.
Sepertinya kali ini Aiko tak akan mendengarkan ucapan Akuma. Ia ingin membuat Hiroshi menderita sama seperti diri nya, sebelum akhirnya nanti Aiko juga akan menghabisi nyawa Hiroshi. Terlalu cepat jika Hiroshi harus mati terburu-buru dan tak merasakan penderitaan terlebih dahulu. Jika perlu Hiroshi harus mati perlahan lahan di tangan nya, salah satu nya dengan membunuh putra pewaris tahta Hiroshi. Yang tak di sebutkan nama nya oleh Akuma.
Tiba di depan pintu gerbang Hiroshi. Aiko dan Akuma saling tatap sejenak, lalu Akuma mulai memainkan aksi nya. Akuma menyihir beberapa orang yang berjaga di depan pintu gerbang dengan sebuah benda yang di tiup hingga mengeluarkan bunyi nyaring ( seperti seruling). Suara tersebut terdengar memeka kan telinga para penjaga, di antara mereka ada yang terjatuh pingsan, ada pula yang langsung tertidur dan ada lagi yang sampai berdarah-darah telinga nya karena suara tersebut memecahkan gendang telinga mereka hingga tewas.
Berbagai reaksi yang timbul dari suara tiupan benda tersebut, yang memang tergantung dari keadaan tubuh masing-masing. Sementara untuk Aiko sendiri tak terpengaruh oleh suara tersebut karena Akuma sudah memberi ramuan penangkal untuk Aiko.
__ADS_1
Merasa mulai aman, para penjaga sudah tersungkur di atas tanah. Aiko pun masuk ke dalam gerbang, sedang Akuma sendiri mengawasi pergerakan nya. Akuma bisa menghilang dan melayang dari satu atap ke atap lain hingga ia tak sulit memasuki kawasan Hiroshi. Sayang nya ilmu seperti itu hanya di miliki oleh Akuma yang sudah lama bersemedi, dan tak mungkin bisa di turunkan pada Aiko.
Akuma memberi kode pada Aiko di salah satu atap rumah. Dari kode itu menandakan bahwa Daichi berada di dalam rumah tersebut. Untung saja saat itu para penjaga Hiroshi tengah asyik berkumpul di kediaman Hiroshi sehingga rumah yang di pakai untuk menyandera Daichi tak mereka awasi. Sepertinya mereka tengah mengadakan pesta di kediaman Hiroshi. Entahlah, yang pasti maksud Aiko saat ini adalah untuk menyelamatkan Daichi. Kalau pun ia ketahuan itu berarti malam ini maka Aiko harus membalaskan dendam nya saat ini juga.
'' Daichi, " seru Aiko menatap Daichi yang tak berdaya. Kedua tangan nya di ikat oleh rantai ke atas atap dan kaki nya pun di ikat oleh benda yang serupa. Sungguh sangat mengenaskan keadaan Daichi sekarang.
Aiko tak dapat memaafkan dirinya sendiri jika sampai terjadi hal buruk pada Daichi akibat dirinya.
" Aiko, kau kah itu? " tanya Daichi dengan mata masih berkunang-kunang akibat siksaan demi siksaan yang di terima nya dari para prajurit Hiroshi.
'' Ya, ini aku Aiko. Aku akan menyelamatkan nyawa mu Daichi. Setelah ini kita pergi jauh dari tempat ini, maafkan aku Daichi. Ini semua salah ku hingga kau ikut terlibat dala masalah ku, " ucap Aiko seraya melepaskan setiap rantai yang membelenggu tubuh Daichi.
__ADS_1
'' Maaf? Ku pikir kau tak bisa bersikap lemah, baru kali ini aku mendengar kata maaf dari mulut mu Aiko, hehe,, " di situasi genting seperti ini Daichi masih bisa mengajak nya bercanda, bahkan saat ini tubuh Daichi masih lemah tak berdaya dengan goresan merah di sekujur tubuhnya, bahkan darah mengering di setiap goresan luka tersebut.
" Ck, Daichi. Ini bukan saat nya bercanda seperti itu. Kita bisa tertangkap jika kau terus menggoda ku, jangan buat aku menyesal datang ke sini untuk menyelamatkan mu, " desis Aiko, dalam hati Aiko merutuk diri melihat keadaan Daichi seperti ini. Semua gara-gara dirinya hingga membuat Daichi terlibat begitu jauh dalam masalah masa lalu nya. Tapi bisa-bisa nya Daichi bercanda seolah ia tak kenapa-kenapa. Daichi memang sahabat terbaik bagi Aiko, saat ini Daichi tengah membuktikan nya.
Aiko tak menyangka orang sepenakut Daichi bisa punya nyali sekuat ini, menghadapi Hiroshi yang kejam. Bahkan Daichi menutup mulut demi Aiko. Sekuat apapun Aiko, dan sehebat apapun diri nya tetap saja dia hanya seorang wanita yang mudah tersentuh hati nya saat mendapatkan pembelaan serta pengorbanan yang begitu besar di lakukan Daichi untuk nya.
Saat semua rantai terlepas, Aiko menahan tubuh Daichi yang lemas tak kuat berdiri. Aiko sempat kebingungan membawa Daichi yang cukup besar tubuh nya jika di banding diri nya.
'' Kau berat ! Sungguh merepotkan, " gerutu Aiko.
" Benarkah,,? he,,he,, maafkan aku,, " gumam Daichi yang masih kesulitan membuka mata, bahkan untuk berdiri pun kaki nya lemas hingga di bantu Aiko.
__ADS_1
Belum sempat mereka keluar dari tempat itu. Suara pedang sudah bersahutan di luar sana, sepertinya ada orang yang berkelahi. Aiko mulai curiga jika di luar sana adalah Akuma. Apa mungkin saat ini Aiko ketahuan sedang menyelamatkan Daichi?