
Saat Aiko lengah, Hiroshi memanfaatkan keadaan itu. Ia mengayunkan pedang berniat mengarahkan pedang nya pada Aiko yang kini sedang menoleh ke arah Ryuga.
Namun penyerangan Hiroshi di gagalkan oleh putra nya sendiri yakni Ryuga.
" Biar aku saja yang melawan nya, " ucap Ryuga.
Hiroshi menyeringai, ia tau bagaimana kemampuan putra nya itu yang pasti bisa ia andalkan.
Beberapa saat mata Aiko dan Ryuga beradu. Desiran aneh kembali terasa di hati mereka masing-masing. Perasaan yang kian menjerat keduanya mengukir cinta di hati mereka. Tapi kenyataan berkata lain, saat ini mereka harus berada dalam sebuah pertarungan. Tak ada pilihan lain, tak mungkin mundur begitu saja. Apalagi Aiko, dia yang sejak lama menanti saat-saat ini. Membalaskan dendam kedua orang tua nya, dendam yang bertahun-tahun ia simpan di dalam hati tak mungkin menguap begitu saja hanya karena perasaan asing yang mengusik pikirannya.
Kedua nya pun mulai saling serang, dengan manik mata tak pernah lepas, saling menatap dan menyelami. Bukan tatapan antara lawan dengan lawan, tapi tatapan yang menyimpan kesakitan atas kenyataan yang mengharuskan keduanya berada dalam lingkar kematian. Hidup atau mati? Salah satu akan mengantarkan mereka pada sebuah takdir.
Akuma tampak khawatir melihat pertarungan ini. Pasalnya ia bingung berada di pihak mana kini. Aiko, seorang keturunan Uzumaki yang telah menyelamatkan diri nya beberapa tahun silam. Sedang Ryuga, dia adalah anak kandung Akuma yang dulu ia lahirkan.
__ADS_1
Dulu Akuma adalah salah satu selir Hiroshi. Saat Akuma mengandung Ryuga, seseorang memfitnah Akuma. Kedekatan Akuma dengan Uzumaki membuat seseorang berani memfitnah hubungan keduanya. Hingga Hiroshi marah besar pada Akuma dan memerintahkan Kaguya penyihirnya untuk mengutuk Akuma setelah Akuma melahirkan Ryuga. Selir Hiroshi yang sempat di bunuh Aiko beberapa hari lalu yang ternyata sudah memfitnah Akuma dulu.
Saat ini Akuma dilema. Hanya satu yang bisa ia lakukan. Menyerang Hiroshi. Ya, Akuma pun segera melayangkan senjata ke arah Hiroshi, namun Kaguya berhasil menangkis shiruken beracun yang berputar menyerang ke arah Hiroshi.
" Kau mau melawan ku Akuma? " seringai Hiroshi yang kemudian melakukan penyerangan pada Akuma.
Kini dua pertarungan panas pun terjadi di kediaman Hiroshi. Antara Aiko dengan Ryuga, dan Akuma dengan Hiroshi.
Hiroshi yang tadinya sibuk berkelahi dengan Akuma pun segera menghalangi aksi Aiko. Hiroshi berniat menyerang Aiko, keadaan kini saling serang di tengah kelengahan masing-masing.
Sreeettt
Satu kepala berhasil di teb*a pedang Akuma. Darah mengucur deras dari leher dan tubuh yang masih berdiri tegak namun tanpa kepala.
__ADS_1
Ryuga semula tertunduk kini menoleh ke arah kepala yang menggelinding di atas tanah.
Ryuga terkejut saat mengetahui jika kepala itu adalah kepala Ayah nya yaitu Hiroshi.
Akuma berhasil meneb*s kepala Hiroshi. Akuma sengaja melakukan itu agar Aiko menghentikan aksi untuk melukai Ryuga yang sepertinya memang mengalah untuk Aiko. Dendam Aiko pada Hiroshi bukan pada Ryuga, itu menurut Akuma. Ryuga mungkin saja mengalah demi Aiko dan demi menyelamatkan nyawa ayah nya. Oleh karena itu Akuma tak akan membiarkan Ryuga terbunuh di tangan Aiko.
" Ayah ! " lirih Ryuga yang kemudian menatap tajam ke arah Akuma. Sementara Aiko tak meneruskan aksinya untuk melukai Ryuga. Dia hanya menatap wajah Ryuga yang sedih melihat kepergian Hiroshi. Bukankah harusnya Aiko senang melihat kematian Hiroshi meski pun Hiroshi mati di tangan Akuma?
Ryuga nampak marah, ia kembali bangkit setelah tersungkur beberapa saat. Meraih kembali pedang yang tergeletak. Saat Ryuga akan menyerang Akuma, tiba-tiba saja Kaguya menahan nya.
" Ryuga, Akuma adalah ibu kandung mu ! " ucap Kaguya penyihir Hiroshi.
Mendengar itu, Ryuga terkejut begitupun dengan Aiko.
__ADS_1