
...Di tempat lain. Gea sedang duduk di tepi ranjang meratapi nasib kehidupan nya, jika ini memang sudah menjadi takdirnya. maka dia akan menjalani nya. Gea hanya bisa berharap ada pelangi sehabis hujan....
..."Pantau dia terus!" Ucap Rey ketus...
...Rey melemparkan kaki nya masuk ke dalam mobil....
..."Lajukan cepat mobil nya"...
..."Kemana Tuan?"...
..."Kemana saja kau mau!" Sang sopir terus mengemudikan mobil nya dia tahu kemana di akan membawa tuan nya...
...******...
...Gia sudah di lepaskan tapi dia tidak lepas dari pantauan pengawal-pengawal Rey...
...Gia sudah ada di kamar nya, Rey tidak berkata kalau dia tidak keluar dari rumah besar seperti istana ini....
...Gia juga belum berniat pergi karna dia masih harus menyusun rencana menyingkirkan saudara kembar nya Gea....
..."Aku akan menyingkirkan mu. Kau berfikir terlalu berlebihan, Kau sama sekali tidak pantas ada disini" Kata Gia tersenyum menyeringai memikirkan ide-ide jahat dalam kepala nya...
__ADS_1
...Gia berendam di dalam bath-up membersihkan dirinya, merias wajah nya di cermin. sesekali tersenyum puas melihat kecantikan wajah nya,...
...Ya memang Gea tidak suka berdandan itu sebab nya Gea terlihat biasa-biasa saja. berbeda dengan Gia dia sering memoles wajah nya agar...
...terlihat lebih menawan dan mempesona....
...Gia bergegas menuruni anak tangga, sudah waktunya untuk makan malam. tentu saja Gia tidak boleh melewatkan momen terbaik baginya untuk memperlihatkan pesona nya pada Rey...
...Di meja makan sudah ada Rey dan Gea Gia tidak memperdulihkan Gea sama sekali dia duduk di sebelah Rey dengan bibir gincu tersenyum menggoda pada Rey....
...Tapi Rey tidak membalas nya. Rey justru tersenyum sinis dia merasa jijik melihat Gia...
..."Aku akan mengambilkan lauk untuk mu" Kata Gia...
..."Biar istri ku yang mengambil nya"...
..."Tapi ada aku disini" kata Gia dengan suara parau menggoda...
..."Pergi kau!" Kata Rey ketus...
...Gea sudah merasai atmosfer di tempat ini seperti mencekam....
__ADS_1
..."Aku juga lapar" Kata Gia membanting sendok di piring nya...
..."Kau membuatku tidak berselera"...
..."Biar aku ambilkan" Kata Gea mencoba mengalah dengan keadaan yang ada...
..."Tidak perluh!" Rey segera berdiri dengan pandangan yang tertuju pada Gea "Ayo kembali ke kamar" Gea menatap Rey seperti mencari tahu apa yang di fikirkan nya makanan di piring saja belum di sentuh bagaimana dia bisa tertidur dalam keadaan perut kosong....
..."Buatkan Makanan yang baru kami akan makan di kamar." kata Rey memegangi tangan Gea "Dan untuk kau! aku harap besok kau tidak ada lagi di meja makan ini"...
...Kata-kata Rey membuat Gia merasa tidak di anggap amarah mulai memenuhi hati nya....
..."Sialan! beraninya berbuat seperti ini padaku" teriak Gia setelah kepergian Rey dan Gea...
...Tidak ada yang memperdulihkan nya bahkan satu asisten rumah tangga tidak ada yang melayani nya seperti biasa....
...Di dalam kamar Rey dan Gea duduk berhadapan tapi tidak ada yang memulai pembicaraan....
..."Emmm.... kenapa kita tidak makan saja di bawah" Ucap Gea memecah keheningan di antara mereka...
..."Hmmmppp......"...
__ADS_1
...Sialan jawaban macam apa itu di tanyai bukan nya menjawab malah begumam seperti itu....
...Gea tidak lagi bertanya karna itu hanya akan membuat dia kesal Rey tidak pernah mau berbicara layaknya manusia normal dengan nya....