
Tepat 3 bulan setelah kepulangan Andi dan keluarga nya kembali ke kota tempat Andi dan istri nya bekerja, keluarga Bulan dan Angga kembali menjalani kehidupan mereka seperti biasa nya, di temanin dua anggota keluarga baru yang sangat mereka sayangi.
Sementara itu, untuk beberapa hari, Citra telah menunjukan perubahan sikap, yang tadai nya selalu menyendiri dan menutup diri, kini sedikit demi sedikit telah kembali ceria dan terlihat lebih memeperhatikan diri nya dan Alifiya.
Begitu pun dengan Alifiya yang sibuk menyiap kan diri dalam menghadapi ujian tengah semester yang akan dia hadapi dalam beberapa bulan lagi.
Menyadari perubahan sikap Citra tersebut, Bulan sedikit legah dan senang karna mental Citra berangsur-angsur pulih, dan mu gkin dia sudah dapat melupakan tragedi yang menimpah diri nya di tebing pantai pada saat pesta akhir taun di sebuah patai bersama keluarga dan teman-teman nya.
○○○○
Pagi ini adala hari yang melelagkan bagi Alifiya, setelah semalaman diri nya bergadang karna menyelesaikan tugas nya, dan pagi ini dia harus bergegas berangkat ke sekolah karna angga telah menunggu nya untuk mengantar kan Alifiya.
Setelah mandi dan mengenakan seragam sekolah nya, Alifiya sempat melihat Citra yang sedang duduk melamun dan di salah satu kaki nya terpasang sepatu kantor, sementara di kaki satu mya tidak mengenakan apa-apa.
Pemandangan itu membuat Alifiya tertawa dan merasa kalu kakak nya itu sedang melakukan hal konyol, Karna tak seharus nya Citra melamun dengan posisi kaki yang sebelah mengenakan sepatu dan sebelah nya tidak.
"Kak, hihi. Alifiya membuyarkan semua hayalan Citra.
"Ah!, apa sih dek? Bikin kaget orang saja. Citra terkejut karna ulah Alifiya.
"Lagian pagi-pagi bukan nya buru-buru pake sepatu trus darapan, eh, malah nongkrong ngelamun, udah kaya orang abis di tinggal pacar nya aja. Alifiya kemudian duduk di sebelah Citra dan mengambil sepatu sekolah milik nya yang berada tepat di hadapan nya.
"Wah kamu sudah tau pacar-pacaran yah. Ejek Citra yang membuat wajah adik nya itu memerah.
"Kak Bulan!
"Ini fiya udah tau pacar"pacaran kak. Citra kemudian bangun dan sedikit mengeraskan suara nya saat berjalan menunu meja makan.
"Apa sih kak. Aku kan cuma nanya aja ke kakak, malah di bilang udah tau pacaran" Alifiya menyusul citra ke meja makan.
"Akau belum punya pacar kok, lagian aku ga mau juga tuh pacaran, ganggu konsentrasi aja. Alifiya kemudian duduk di sebelah Citra.
"Udah, bebanda nya nanti pulang aja, sekarang sarapan, nanti kalian telat loh. Kata Bulan sambil mengisi piring Alifiya dengan makanan.
"Fiya hari ini kaka dan mas Angga mau ngajak Fiya ke sekolah Yuda soreh nanti, mau ngga.? Tanya Bulan pada Alifiya.
"Acara apa kak. Kok tumben anak TK ada acara soreh.? Alifiya bingung dengan ajakan Bulan.
"Nanti soreh kan ada acara perpisahan sekalian penyambutan murid baru di sekolah yuda, jadi kita harus hadir juga. Bulan menjelaskan kegiatan sekolah Yuda pada Alifiya.
"Wah, ok, aku pasti ikut. Jawab Alifiya dengan gembira.
__ADS_1
"Aduh, maaf yah kak, aku tidak bisa ikut di kegiatan itu, nanti siang aku ada siaran dan soreh nya harus buat laporan jadi ga bisa ikut. Padahal aku pengen banget liat keponakan ku di acara perpisahan mereka. Citra meminta maaf pada bulan karna tak bisa turut serta dalam kebahagiaan mereka nanti soreh.
Bulan memahami perasaan Citra yang sedih karna tidak bisa ikut di acara perpisahan di sekolah Yuda, di sebab kan oleh jadwal menyiar Citra. dan kegiatan perpisahan di sekolah Yuda sangat bertepatan, sehingga Bulan dapat memaklumi apa yg di katakan oleh Citra, tanpa ada rasa kecewa dalam hati Bulan.
Di soreh hari nya, Bulan, Angga dan Alifiya bersama" berangkat mengantarkan yudah ke sekolah nya untuk mengahdiri acara perpisahan.
Acara perpisahan berlansung sangat meriah, dengan ada nya beberapa hiburan dari murid" yang bernyanyi dan ber drama di atas panggung, namun yudah terlihat tidak terlibat dalam kegiatan apapun. Yuda terlihat hanya duduk dan menikmati jalan nya pertunjukan dari teman nya.
Hingga pada suatu waktu, Bulan dan yang lain nya di buat terkejut dengan apa yang di sampaikan oleh pembawa acara.
Pembawa acara menyebut kan nama yuda dalam pertunjukan pusi yang di ikuti beberapa murid lain yang bersama" naik ke atas panggung dan mempertunjukan sebuah pertunjukan yang membuat semua orang yang hadir begitu kagum dan Merasa sangat irih dengan tampil nya 5 orang murid TAMAN KANAK-KANAK yang membacaksn puisi yang indah dengan penih penghayatan dan begitu membuat semua orang merasa tersentuh, karna kebetulan tema pusi mereka berkaitan denga rasa terima kasinpada orang tua dan guru mereka.
Terlihat semua orang terdiam menikmati pertunjukan Yudah dan teman" nya.
Terlihat juga para orang tua murit mengabadikan pertunjukan itu dengan ponsel mereka. Tak ketinggalan Aifiya yang dengan bangga dan bahagia telah berada di depan panggung dan merekam pertunjukan itu dengan kamera posnsel yang tak berpaling dari keponakan nya tercinta tersebut.
"Wah. Ponakan tante memang hebat, kok ga bilang sih de kalo dede mau baca puisi sama teman-teman? Alifiya berlari menghampiri dan memeluk Yudah yang telah selesai dengan pertunjukan nya, sedang turun dari panggung dengan di iringi tepuk tangan yang meriah.
"Kata ibu guru ini kejutan buat papa mama Yuda dan teman-teman, maka nya Yuda ga mau bilang-bilang. Kata yudah sambil tersenyum dan melihat kedua orang tua nya yang menyusuk Aifiya untuk ikut menghampiri Yuda.
Tanpa Yuda sadari kalau Bulan sebenar nya sudah tahu, karna selama ini yg menjemput dan mengantatkan Yudah adalah Bulan. Dan Bulan sering menunggu Yuda yang sedang berlatih dengan teman-yeman nya dan sesekai mengintip ke gedung latihan mereka.
"Wah itu kaka yang di tv, kakak nya cantik banget.
"Wah itu cewekyang di acara tv itu yah,
"Itu Fiya bintamg tamu di acara tv itu.
Terdengar ramai suara orang" sedang membicarakan Alifiya.
"Mami Fiya, kok orang-orang lagi omangin mami Fiya? Tanya Yuda yang melihat wajah panik Alifiya.
"Heheh. Ayocepetan kita ke tempat bunda dan ayah. Fiya bergegas meggiring Yuda pergi dari tempat itu.
Namu baru melangkah kan kaki beberapa langka saja, Alifiya tiba tiba di datangi beberapa anak beseragam Tk dan beberapa orang dewasa menghampiri nya dan meinta untuk berfoto bersama.
Tak ketinggalan guru dan penggemar Alifiya yang lain juga ikut datang dan meminta foto bersama Alifiya san Yuda.
Bulan dan Agga hanya bisa senyum dan tidak bisa berbuat apa-apa melihat adik dan anak mereka di kerumuni beberapa orang untuk menta berfoto bersama.
Seiring berjalan nya waktu, acara itu pun selesai tepat di pukul 17:00. Semua murid dan para orangtya dan keluarga mereka berjalan keluar dari gerbang sekolah.
__ADS_1
Dari kejauhan terlihat Citra sedikit terburu-buru degan menggunakan motor matic sedang menuju sekolah Yuda, dan tak lama kemudian dia telah sampai di depan gerbang sekolah sambil menoleh tak karuan sedang mencari keberadaan Bulan dan yang lain nya.
"Itu mereka. Citra lansung membuka helm dan lansung berlari ke ara Bulan, Angga, Alfiya dan Yuda.
"Aduh!
"Maaf dek. Terlihat Citra sagat panik setelah menabrak salah seorang anak kecil.
"HUWAAAAA!! Sontan anak perempuan yang di tabrak nya menangis dengan keras.
"Aduh maaf pak, aku tidak sengaja, aduh gimana ini". Citra kemudian mengangkat dan menggendong anak kecil yang sedang menangis. Tanpa menghiraukan orang yang berada dengan anak itu.
"Citra, ternyata kamu" udah ga apa-apa. Maaf yah aku kurang perhatiin ponakan aku" perkataan orang itu membuat citra yerkejut dan lansung menatap ke arah paman gadis yag sedang di gendong nya.
"Yayan! Astaga. Maaf Yan aku beneran ga sengaja. Citra sedikit legah karna anak yg di tabrak nya itu tida apa-apa dan merupakan keponakan rekan kerja nya.
"Udah biar aku yang bujukin dia, aku tau kamu buru-buru karna takut ga sempet liat anak pak angga kan? Yayan kemudin mengambil anak yang ada di peluknaa Citra.
"Iya Yan. Tapi kayak nya aku ketinggalan yah, orang-orang suda pada pulang. Kata Citra sedikit kecewa.
"Wah kamu telat banget Cit kalau tadi kamu lebih cepat 30 menit, kamu pasti sempat nyaksiin keponakan kamu sama keponakan aku baca puisi. Kata Yayan sambil meperkenalkan keponakan nya yang ikut dalam pwrtunjukan baca puisi.
"Emang si Yuda bisa baca puisi baca? Baca buku aja dia patah-patah yan, ga mungkin lah. Kata Citra tidak percaya.
"Hehehe. Vidio nya ada di adik kamu kok, tadi waktu pertunjukan semua orang biarin dia di depan karna terlihat begitu bangga sama ponakan kamu, mana cantik dan manis lagi si Alifiya. Kata Yayan dengan wajah memerah.
"He! Pikirin apa kamu tentang adik ku, awas kamu kalo macem-macem sama adik ku, ku hajar kamu! Kata Citra ketus pada Yayan.
"Elleh gitu aja marah. Wajarkan aku nge fens sama artis baru cantik yang tenyata masi Sma itu, orang orang lagi rame ngefens sama dia loh jadi dia di biarin di depan. Yayan keudian sedikit mengejek Citra.
"He, Artis? Sejak kapan adi ku jad artis? Tanya citra bingung
"Sejak dia tampil di tv beberapa bulan lalu. Baru sekai muncul dia udah setenar itu, kalo aku jadi kamu pasti bangga. Kta Yayan.
"Iya lah, sapa dulu kakak nya Citra gitu loh. Kata Citra dengan bangga.
"Elah. Kaka nya sih penjahat suka gangguin orang, suka jail trus suka godain trus ninggalin. Kata Yayan dengan raut wajah kesel.
"Hehehe, gitu yah? Sambil tertawa Citra sedikit malu.
"Udah sana. Kamu pak Angga sama adik kamu udah mau keluar gerbang tuh. Yayan memberi isyarat ke arah keluarga Citra, setelah berpamitan merek akhir nya berpisa dan berhalan ke tujuan mereka masing-masing.
__ADS_1