RINDU PEMILIK SUARA 2

RINDU PEMILIK SUARA 2
3. sepeda pagi


__ADS_3

Sambil menatap keluar kaca, Citra merenungi kejadian yang membuat Alifiyamarah pada nya. Tak lama kemudian dia melihat Yayan sedang megendrai motor dengan kencang, seperti sedang terburu-buru.


Citra dapat mengenali wajah nya karna lampu jalanan di erea pantai tersebut cukup terang, di tambah lagi kebiasaan Yayan yang jarang mengenakan helem ketika berkendara. Namun tidak berlansung lama, dengan cepat Yayan pun hilag dari pandangan nya.


Cukup lama Citra berada di jendela memandangi suasana malam hari di kawasan pantai itu, hingga akhir nya diri nya berjalan dan merebah kan tubuh nya di kasur yang berada di sebelah kasur Alifiya.


Tanpa sengaja Citra melihat pancaran cahaya hp dari dalam selimut Alifiya, karna memang edari tadi mereka memadamkan lampu di kamar itu. Dan tanpa basa basi Citra meminta maaf pada Alifiya.


"Maafin kaka yah de. Citra bangkit saat mengucapkan permintaan maaf nya, namun tak mendapat Reapon dari adik nya.


"Kakak sudah berusaha biar ga telt tadi, tapi kaka juga ga bisa maksa buat vepat pulang karna semua pekerjaan hari ini harus di selesaikan hari ini juga, kalo engga kakak bisa di marahin. Lanjut Citra menjelaskan alasan kenapa dia bisa terlambat ke acara perpisahan Yuda.


Alifiya masi tak merespo sama sekali. Citra memaklumi sikap adik nya itu karna memang dia telah berjanji namin mengingkari nya.


Namun tiba-tiba nada notifikasi hanphone Citra berbunyi, dan terlihat dari latar handphone nya sebuah pesah whatsap dari Alifiya.


Dan tanpa basa basi citra lansung membuka pesan yang ternyata berisi fidio berdurasi 5 menit, dengan caption " Nih Vidio yuda pas baca puisi, udah jangan ganggu Fiya dulu. Fiya ngantuk mau tidur.


"Makasih yah dek, kakak sayag sama Fiya" Citra kemudian bangki dan mengecup kepala Alifiya yang sedang berbaring membelakangi nya.


••○○••


"Mami Cit, Mami Fiya bangun. Yuda, mama sama papa udah mau jalan-jalan pagi! Teriak Yuda dari luar kamar.


"Mami Cit, mami Fiya, bangun, buka pintu nya! Lanjut Yudah dengan suara lantang.


"Iya, iya, ini udah siap, tunggu mami Fiya pake sepatu dulu. Balas Citra dengan suara lantag pula.


Tak lama kemudian Citra keluar dari kamar, di susul oleh Alifiya yg terpihat masi enggan berbicara pada Citra.


"Loh ayah dan bunda mana Yud.? Tanya Citra.


"Kok Yuda sendirian, lanjut Citra.


"Bunda sama aya ada di bawah kata nya mqu pesan makan. Jawab Yuda

__ADS_1


"Loh makan dulu baru olahraga? Tanya Citra bingung.


"Kata bunda makan nya pas udah selesai jalan-jalan.


Tak berselang lama, Alifiya pun keluar dari kamar dan mengunci pintu, dan tanpa mengucapkan sepata kata pun Alifiya berjalan mendahului Citra dan Yuda.


Citra merasa kalau Alifiya masi marah pada nya dan entah begai mana dia bisa kembali berbaikan demgan adik nya itu.


Sambil berjalan menuju tempat Bulan dan suami nya menunggu, Citra yang tadi nya ceria, tiba-tiba menjadi sedikit murung karna ternyata adik nya masi belum menegur nya.


Sambil menggenggam tangan yuda mereka telah sampai di tempat Bulan menunggu, dan dengan senyuman kebahagiaan karna melihat adik dan anak nya telah tiba.


"Eah pagi-pagi gini emang paling seneng liat dua gadis cantik dan cowok ganteng milik aku. Kata Bulan sambil berjalan mendekati mereka.


"Apa lagi yang satu ini, udah gadis aja, makin cantik lagi, pasti cowo-cowo di sini pada naksir nih sama ade aku ini. Kata bulan lagi sambil mencubit pipi Alifiya.


"Apaan sih kak. Nanti pipi Fiya melar tiap pagi di tarik-tarik sama kak bulan. Kata Alifiya dengan nanda manja.


"Bunda, anak bunda ga di sapa, mentang-mentang mami Fiya cantik. Yuda dan mami Cit di cuekin. Suara Yuda terdengar malas dan ingin merajuk.


Mendengar perkataan Bulan itu, citra tertunduk menyembunyikan wajah nya agar bulan tan menghawatirkan diri nya.


"Ga usah di tutupin. Kalian belum baikan juga? Tanya Bulan.


Merespon perkataan Bulan kedua gadis itu hanya terdiam dan enggan mengatakan apapun.


"Yaudah keburu pagi, ayo kita berangkat sekarang, sepeda nya udah di depan. Kata Angga yang tiba tiba datang dengan sedikit engos-engosan.


"Sepeda Fiya ada kah mas? Tanya Bulan.


" ada kok, tadi aku bareng sama pemilik sepeda nya ke sini buar anterin sepeda Fiya. Balas angga.


"Yaudah kalo gitu tunggu apa lagi, keburu siang.. Ajak Bulan dan bergegas menuju tempat sepeda.


Bulan dan di ikuti semua anggota keluarga nya bersama-sama berjalan menuju ke tempat sepeda yang baru saja di sewah oleh Angga.

__ADS_1


Semua terlihat bahagian dengan senyuman dnaa tawa di wajah mereka. Namu tidak dengan Citea yang terus-terusan murun.


Namun ketika dia ingin menaiki sepeda panjang yang harus di kendarai 3 orang, tiba tiba Alifiya mendahului nya.


Seolah tau dengan keadaan harlti Citra Alifiya memberikan sepeda yang di sewah kan untuk nya pada Citra.


Citra sedikit senang dengan perhatian adik nya pada diri nya padahal adik nya itu masi enggan menegur nya.


Mereka akhir nya bersama-sama mengayun pedal sepeda dan mulai bersepeda untuk mengisi waktu olahraga pagi merek.


Mereka berencana ingin bersepeda di sepanhang jalanan pinggir pantai untuk mengisih libur mereka.


Bulan, Angga dan Yuda sengat bersenang-senang menikmati suasana pagi dengan bersepeda, Alifiya pun demikin juga menikmati liburan nya.


Sementara Citra telah berada sedikit jauh di depan mereka,


Citra tiba-tiba berhenti di depan sebuah taman kecil, ia berhenti dan memarkir sepeda nya tepat di depan taman tersebut, dan berjalan memasuki taman itu.


Orang-orang yang melihat dan menyadari kehadiran nya, dengan cepat ber kumpul dan meminta foto bersama dengan nya.


Dalam hati Citra sungguh merasa kesal, karna diri nya ketaman ini bukan untuk berfoto melain kan menenangkan diri.


"Bunda, lihat itu Mami Cit lagi ngapain kok banyak orang yang foto-foto sama mami Cit? Tanya yuda yang melihat kejadian tersebut.


"Itu mami Cit lagi ketemu sama pe ggemar nya, tuh liahat mereka senang kan. Balas Bulan.


Angga memebri isyarat agar mereka berhenti dan ikut berfoto dengan Citra.


Bulan dan Angga terlihat bahagia dan begitu gembira menikmati liburan mereka, di tamba lagi kali ini Citra tersenyum dengan sangat manis, dan tanpa menunggu izin dari Citra angga lansung mengambil beberapa foto kebahagiaan.


Di lain tempat tepat di sebelah sepeda yang mereka parkirkan di dekat sepeda Citra, Alifiya sedan berjongkok membelakangi mereka dengan wajah yang masi biasa saja, namun dalam hati nya sedikit sedih, karna dalam hati nya Alifiya sangat ingin ikut dalam kebahagiaan bersama kakak dan keluarga nya.


Namu rasa gengsi untuk menegur kakak nya sangat besar dam membuat dia larut dalam ke bimbangan dan kesedihan.


●●●●●

__ADS_1


__ADS_2