RINDU PEMILIK SUARA 2

RINDU PEMILIK SUARA 2
2. Liburan bersama.


__ADS_3

"Kak Bulan! Terdengar suarah Citra memanggil.


"Loh Citra, kamu maksain lagi yah buat ke sini? Tanya Bulan bingung, karna setau dia Itra hausmenyelesaikan tugas nya.


"Iya kak, Citra buru-burubiar bisa nemenin Yuda, eh malah telat juga akhir nya, hehe. Jawab Cita.


" Huwaaa! Tiba-tiba yuda menangis sambil memukul-mukul bagian paha Citra.


"Mami Cit jahat. Kemarin kata nya mau nemenin Yuda, mami Cit kan juga janji mau nemenin yuda baca puisi, tapi mami Cit malah telat. Yudah merengek menandah kan kekecewaan nya pada Citra.


" Maaf yah yudah. Mami Cit kan kerja sayang, mami Cit ga boleh ninggalin kerjaan. Yuda mau mami Cit di marahin bos mami Cit.


Kata Citra berusaha menenangkan Yuda.


" loh kaka Udah tau kalo Yuda mau tampil baca puisi hari ini.? Tanya Alifiya.


"Iya kakak tau kok, tapi kaka pikir nya Yuda ga serius bilang gitu, karna kakak ga pernah liat dia latiha. Kata Citra samil berbisik pada Alifiya agar Yuda tak mendengar apa yg dia katakan.


"Ih, jahat banget sih kak. Bener-bener tega kamu kak. Jadi itu yang bikin kaka telat datang ke sini, ini acara penting bagi Yuda kakak malah remehin acara ini. Alifiya marah setelah mendengar jawaban Citra.


"Bukan giti dek, sumpah kakak oengen banget nenin Yuda, kaka juga sampe ga fokus pas nyiar karna kepikiran yuda,


Maafin kaka yah. Kata Citra yag mata nya mulai berkaca-kaca mendengar perkataan Alifiya.


"Kak, sungguh Citra ga bermaksud seperti itu, Citra memang telat, tapi citra pengen banget bisa nemenin Yuda. Citra tak tahu harus bgai mana lagi dan akhir nya di berjongkok sambil menangis.


"Loh kok nangis sih. Udah ga apa-apa cit, ga perlu sampe nangis gitu. Bulan berusaha menenangkan Citra.


"Ini juga Adek, malah marah" di tempat umum. Tuh kan di liatin orang, nanti kamu di kira adik yang kejam loh sama orang-orang. Kata Bulan.


"Biarin kak, sapa suru kak Citra udan janji sama Yuda tapi malah bikin yuda nangis. Jawab Alifiya sambil berjalan menggendong Yuda yang masi memangis.


"Udah Cit jangan Di pikirin. Kamu kaya ga tau adik kamu aja. Lagi-lagi Bulan tidak bisa.melakukan apa-apa menghadapi sikap kedua adik nya itu, dia sadar kalau Citra memang salah, tapi Citra sudah lebih awal memberi tahu tentang kerjaan dia pada sarapan pagi tadi, sehingga Bulan dapat memahami.


"Aduh aduh, yang satu nya keras dan tegas, yang satu nya lembut dan cengenng, hehehe. Kedua adik kamu emang lucu sayang, kata Angga yang mencoba mencairkan suasana. Namun lansung terdiam setelah melihat Bulan yang melotot ke arah nya.


"Iya iya maaf, kalian bertiga emang pas lengkap. Kata Angga sambil senyum-senyum.


"Maksud kamu apa mas. Raut wajah Bulan tiba tiba berubah bingung.

__ADS_1


"Iya, yang paling kecil tegas dan sedikit ngambil sikap kakak nya yang paling gede, yang kedua cengeng, dan lebut banget perasaan nya, dan yang paling gede ni yah suka marah-marah, hahahaha.


Angga berlari setelah mengejek ketiga nya, yang secara serentak mengarahkan wajah marah ke arah Angga yang sedang berlari sambil mengejek mereka bertiga.


"Kamu ga apa apa kan Cit.? Tanya Bulan


"Aku engga apa-apa kok kak, hanya saja aku masi kepikiran Yuda padahal aku sudah janji sama yuda. Jawab Citranamun masi sediit meneteskan air mata.


" Ya sudah kita lanjut jalan-jalan ajamumpug lai ngumpul semua. Ajak Bulan.


"Fiya kamu jaln nya jangan cepat-cepat gitu, tungguin. Teriak Bulan yang beda cukup jauh dari Alifiya.


Alifia dam dan tak menangapi perkataan bulan, karna memang dia masi kesal pada Citra, sementara yuda yangberada di pelukan nya sudah mulai berheni mengis dan melihat ibu nya dari kejauhan.


Sesampai nya di mobil, Alifya masi enggan berbicara dan malah masi sibuk bermain dengan Yuda.


Sementara Citra masi terdiam sambil melihat keuar kaca mobil yag sedang melaju.


Dalam hati nya masi terselip penyesalanyg terys mengganggu pikiran nya.


Sementara itu Angga dan Bulan juga sedang asik becanda membahas kejailan Angga tadi.


"Halo, henra, kami berada di mana.?


Angga terlihat menelfon henra tepat setelah diri nya turun dari mobil.


"Oh kebetulan sekali aku mau minta tolong anterin motor Citra ke rumah yah, tadi aku lihat kunci nya masi ada di motor Citra, takut ya nanti hilang" lanjut Angga setelah mendegar jawaban hendra kalau dia berada di area taman dekat sekolahan Yuda, dan kebetulan rumah nya berada di kompleks tersebut.


"Besok kan libur, jadi malam ini kita nginap di sini aja, dan besok pagi kita naik sepeda lagi kaya dulu. Tapi kali ini kita bakalan ngajarin Yuda naik sepeda. Kata Angga memberi tawaran pada mereka ber tiga.


"Wah. Mau mas, tapi Fiya mau naik sepeda sendir aja, karna Fiya lagi ga mood naik sepeda bareng.


Balas Aifiya dengan nada sedikit kes.


" ga boleh gitu loh de, kita kan kesini mau senang-senang, masa misah-misah sih, kan ga seru. Bulan tiba tiba memotong perkataan Aifiya.


Sementara itu Citra lagi" cuma diam sambil dudul di bangku taman tepat di depan penginapan.


"Kalo begini cerita nya, kalian harus tidur di kamar yang sama. Ga boleh misah, biar mas Angga yang pesenin kamar kakian. Alifiya dan Citra hanya diam mendengar perkataan Bulan.

__ADS_1


"Sambil menunggu mas Angga nyariin kamar buat kita, sebaik nya kita mesan makanan dulu kakak tau kalian pasti lagi laper. Bulan kemudian mengajak kedua adik dan anak nya masuk ke restoran yang ada di penginapan itu.


Di meja makan pun kedua kakak beradik itu hanya diam dan tak saling berbicara, suasana seperti ini memang sering terjadi, dimana Alifiya sering ngambek pada kakak nya karna berbagai hal yang tidak dia sukai.


Tapi dengan sikap tenang dan penuh kasih sayang, Bulan dan Angga selalu memiliki cara agar kedua nya bisa baikan lagi.


Sedang asik makan, tiba-tiba Yuda bangkit dari bangku nya dan kemudian menghampiri Citra bermaksud ingin duduk di pangkuan Citra, seperti nya Yuda telah melupakan kejadia siang tadi dan tak sanggup jika tak bermanja-manja pada Citra.


Dan dengan senyuman yang sangat manis, Citra kemudian mengangkat Yuda dan meletak kan Yuda di pangkuan nya.


Yuda yang begitu senang di prlakukan seperti itu oleh Citra kemudian mengusap pipi citra dengan tangan lembut nya sambil tersenyum dan dengan polos nya Yuda tertawa kecil dan membuat Citra sedikit terhibur.


"Maafin Yuda yah udah bikin mamiCit nangis tadi siang, kata Yuda dan membuat Citra sangat terharu.


"Yuda sayang sama mami cit, yudah juga sayang sama Mami Fiya, malam ini Yuda mau main sama mami Cit sama Mami Fiya juga, Yuda mau main Rumah-Rumahan lagi kaya di kamar Yuda. Pinta Yuda pada citra.


Citra kemudian menatap adik nya yang terlihat Cuek dan tidak terlalu memperdulikan mereka.


"Yuda, mami Cit sama mami Fiya mau istiraht, mereka kan gabsempat istirahat tadi pas nemenin Yuda. Kata Bulan mencoba memberi pengertian pada Yuda.


"Temenin apaan, orang dia dateng nya telat, ga bertanggung jawab banget jadi tante, kata Fiya dalam hati.


"Malam ini Yuda bobo yah kan besok mau belajar naik sepeda" lanjut Bulan membujuk Yuda.


" Wah, iya bun.


"Kak main rumah-Rumahan nya nanti aja kalo udah pulang, Yuda mau bobo biar besok bisa belajar naik sepeda kecil.


Kata Yuda yang terlihat senang dan masi berada di pangkuan Citra.


Setelah menyelesaikan makan malam, mereka kemudian sedikit menikmati suasana pantai, namun tidak di satu tempat, melainkan berada di tempat masing-masing yang mereka rasa nyaman untuk sendiri, dan tak lama setelah itu, mereka berjalan masum menuju kama mereka masing-masing.


Citra dan Alifiy beda di kamar yang sama, kamar yg yang berukuran lumayan luas dengan pasilitas lengkap.


Di dalam kamar Citra dan Alifiya sama sekali tidak melakukan interaksi, karna memang Alifiya masi kesal dengan keterlambatan Cita.


Dan tanpa basa basi, setelah membersih kan tubuh nya, Alifiya kemudia berbaring di atar tempat ridur dan membungkus badan nya dengan selimut.


Dan di lain sisi, citra sedang duduk dan menatap ke arah kaca jendela di kamar mereka.

__ADS_1


__ADS_2