RINDU PEMILIK SUARA 2

RINDU PEMILIK SUARA 2
4, TERUNGKAP NYA SEBUAH RAHASIA


__ADS_3

Citra sangat memahami perasaan dan suasana hati adik nya dan dia juga sangan memahami kalu adik nya sangat mengingingkan untuk berfoto bersama nya di saat semua keluarga nya sedamg berkumpul dan berfoto bersama.


Namu ego adik nya sangat lah beras dan tidak mau jika harus diri nya yang meminta berfoto bersama Citra, sementara itu Alifiya menunggu ajakan Bulan dan angga yang tak kunjung di ucapkan oleh kedua kakak nya itu, karna kedua nya sangat mengerti dengan keadaan sekarang dan mereka mau kedua adik nya itu menyelesaikan permasalahan mereka berdua sendiri, hingga salah satu dari adik nya itu meminta tolong pada mereka berdua.


"Oh iya. Maaf apa kalian ga mau foto bareng sama bintang tamu acara di pulau liburan beberapa bulan lalu? Perkataan dan pertanyaan citra membuat Alifiya terkejut dan tertegun.


"Tunggu yah aku panggil dulu orang nya. Kata Citra sambil berjalan perlahan ke arah Alifiya.


Alifiya sangat degdengan secara tiba tiba. Dia tak menyangka kalau kakak nya sengaja ingin memperkenalkan nya pada orang-orang, sementara dia dengan sangat bersusah paya menyembunyikan itu semua.


Perlahan Citra menarik tangan Alifiya yang memandang wajah nya denga sedikit bingung dengan apa yang akan kakak nya laukan.


Alifiya terus memandangi wajah kakak ya yang terus tersenyum sambil berjalan dan semakin dekat ke arah kerumunan beberapa orang.


"Kenalin ini adik aku  nama nya Alifiya. Kata Citra yang berada di belakang Alifiya sambil memengangi bahu alifiya dari belakang.


"Bukan kah itu gadis yang di tv? Dia lebih cantik kalau di lihat lansung.


Kata seseorang yang mengenalin Alifiya.


"Wah iya. Cantik yah, beruntung aku bisa ketemu sama dia di sini. Kata salah seorang lagi,


Dan beberapa menit kemudian, mereka telah mengerumuni Citra dan adik nya dan mengambil beberapa foto mengunakan ponsel mereka.


Alifiya tak bisa lagi menunjukan wajah kesalnya karna dia tak mau orang mengetahui kalau dia dan kakak nya sedang ada masalah.


Tak lupa Bulan, Agga dan Yuda pun ikut berfoto bersama, dan mereka terlihat sangat bahagia.


Dari kejauhan, secara sembunyi sembunyi seorang lelaki tengah memperhatikan Citra dan terus memandangi nya dari jauh, dan enggan menanpakan diri nya di tenga-tengah kebahagiaan mereka.


Sejenak Citra sempat melihat nya dan tak menghiraukan nya, karna Citra berfikir kalau lelaki itu hanya sekedar melihat mereka saja.


Dan setelah semua nya usai, Citra dan yang lain nya kembali melanjutkan acara bersepeda mereka.


Di karenakan Citra menggunakan sepeda sendiri, dia dengan tanpa di sadari keluarga nya, mengendarai sepeda nya ke arah orang yang terus memperhatikan nya namun dia agak sedikit ragu, karna dia sangat mengenal orang itu dan tak bisa nya dia seperti itu saat menatap Citra.


" ada apa yan?


"Kamu menatap ku seperti itu, emang ada yang salah yah, atau kamu jatuh cinta sama aku.? Tanya Citra saat sampai di hadapan orang itu.


"Engga kok Cit, aku cuma senang ngeliat kalian bisa sebahagia itu. Yayan menjawab pertanyaan Citra.


"Oh gitu yah, aku kira ada yang salah.


Balas Citra.


"Oh iya, kamu di sini juga yah? Kamu kok ga bilang? Lanjut Citra.


"Eh iya, aku memang sering kesini. Tapi aku cuma sekedar duduk di sini. Jawab Yayan dan jawaban itu membuat Citra sedikit bingung.


"Hanya duduk? Ga ngapa-ngapain?


Tanya Citra dengan bingung.


"Iya. Kebetulan aku ngekos di daerah sini, jadi aku sering ke tempat ini. Balas Yayan.


"Oh gitu, aku kira nya kamu tinggal di rumah papa kamu, lagian ngapain sih ngekos. Buang-buang duit aja. Kata Citra pada Yayan.


"Hmm, gimana yah jelasin nya. Yayan sedikit bingung untuk mengatakan alasan  ya pada Citra.


"Aku cuma ingin jalanin hidup aku sendiri, dan ga mau ngerepoti orang tua. Lanjut Yayan


"Gitu yah. Yaudah deh, mumpung kita lagi di sini, gimana kita ke tempat kakak aku, sekalian ngobrol, biar kamu ada temen nya. Sambil tersenyum citra mengajak Yayan ke tempat Bulan dan Angga.


"Maaf Cit engga dulu yah. Aku lagi pengen di sini aja, lagian aku ga terlalu akrab sama Pak Angga. Balas Yayan menolak tawaran Citra.


"Yaudah deh, kalo gitu aku tinggal dulu yah. Sambil tersenyum, Citra kembali menggoes sepeda nya.


Karna kurang hati-hati, ckaki citra tergelincir dari pedal sepeda dan membuat kaki nya terbentur pada pedal sepeda.


Dan seketika citra terjatuh dan merintih kesakitan.


Dan dengan cepat Yayan berlari ke arah Citea yang sedang kesakitan.


"Kamu ga apa-apa Cit.? Tanya Yayan hawatir.

__ADS_1


"Aduh sakit Yan, tulang kering ku kebentur pedal sepeda. Kata Citra sambil memagang bagian tulang kering nya.


"Kamu sih kurang hati-hati main sepeda nya. Kata Yayan sambil menyingkirkan sepeda yang masi menindih bagian kaki Citra, dan mengangkat tubuh Citra agar berdiri.


saat berdiri citra merasa sangat kesakitan dan hampir saja terjatuh kembali, namun dengan sigap Yayan lansung menangkap tubuh mungil citra dan merangkul nya agar tak lagi terjatuh.


Dan dengan Hati-hati, yayan membopong Citra kearah tempat dia duduk sebelum nya. Dan setelah citra duduk, Yayan kemudian mengambil sepeda citra dan kembali untuk mengecek kondisi kaku Citra.


Alangkah terkejut nya Yayan saat melihat kaki Citra yang memar dan mulai membiru di bagian yang terbentur.


Yayan menanyakan apa ka Citra bisa berjalan untuk kembali ke penginapan nya, dan tentu saja Citra tidak sanggup karna Citra merasa sangat kesakitan saat dia berjalan.


Yayan menanyakan apa kah Citra membawa ponsel, agar bisa menelfon Bulan Atau pun Angga.


Dan secara kebetulan, citra meninggalkan Ponsel milik nya di kamar penginapan mereka, karna Citra berfikir diri nya hanya ber olahraga dan tak membutuh kan alat komunikasi tersebut.


Dan dengan terpaksa dan sedikit rasa canggung, Yayan kembali membopong Citra untuk kembali ke penginapan, namu setelah beberapa langka, Yayan teringat akan sepeda Citra yang tidak mungkin di tinggalkan di tempat itu.


Yayan sedikit bingung dengan kenyataan yang dia dapati itu, dimana dia harus menuntun sepeda dan membopong seorang gadis yang sedang kesakitan.


"Cit, sepeda nya gimana Cit, masa mau di tinggalin?. Tanya Yayan yang masi membopong Citra.


"Iya juga sih, tapi apa kamau mampu sekalian bawain sepeda nya.? Tanya Citra.


"Engga lah Cit. Balas Yayan.


"Atau gini aja, kamu naik di sepeda, biar aku yang dorongin kamu, gimana.? Ide Yayan di terima oleh Citra yang kemudian di bantu Oleh yayan untuk menaiki sepeda nya, dan kemudian mereka beranjak dari tempat itu dengan posisi Yayan mendorongi sepeda dengan seorang gadis yang duduk di aras sepeda tersebut.


Di sela-sela perjalanan mereka berdua membicarakan beberapa hal, percakapan mereka di mulai dengan sekedar membahas insiden yang membuat kaki Citra memar.


Awal nya Yayan sangat canggung dan sedikit segan, namun semakin lama mereka berdua berjalan, mereka semakin terlihat menikmati kebersamaan mereka hingga terlihat tawa Yayan yang sedikit mengejek Citra yang juga ikut tertawa dengan candaan Yayan.


Hingga tiba di pertengahan perjalanan mereka, Yayan memberanikan diri untuk berta nya mengenai permasalahan yang di hadapi Citra hingga membuat nya ingin mengahiri hidup nya di saat perayaan akhir tahun.


Namun pertanyaan Yayan tak mendapatkan jawan dari Citra.


Seketika itu pun keceriaan mereka hilang dan berganti suasana sepi di tenga keramaian.


"Maaf aku tidak bermaksud membuat mu sedih, aku tidak akan membahas itu lagi. Kata Yayan dengan penuh rasa penyesalan.


Dan di mulai dari saat itu mereka tak membahas apapun. Yang terasa hanya kesunyian dan kehampaan di antara mereka, walau pun mereka berada di tengah keramaian.


hingga suatu ketika, saat pwrjalanan mereka sudah hampir mendekati penginapan tempat citra menginap,


"Saat itu aku tak sanggup lagi menahan diri, dan ingin melupakan semua masalah ku bersama nya, aku tak tahu bagai mana cara nya melupakan dia dan yang terlintas hanyalah ingin mengahiri semua nya. Tiba tiba citra berbica dengan suara yang hampir tak terdengar, namun Yayan masi bisa mendengar nya dengan jelas.


"Kenapa kau menayaknaa hal itu padahal kamu tidak ada di tempat itu? Tanya Citra penasaran.


"Aku mendengar nya dari ayah pada saat rapat, dan ayah sangat menyayangkan hal itu, apa lagi setelah dia tau kalau itu kamu. Jawab Yayan.


"Teman ku yang bernama Riyan yang menolong mu juga menceritakan itu pada ku.jawaban Yayan membuat Citrx terkejut.


Dia tak menyadari kalau lelaki yang berada di tempat kejadian dan yang sedang membantu nya saat ini adalah lelaki yang sama.


"Aku tak mengenali teman mu itu, aku tak memperhatikan wajah nya, karna saat itu yang ada hanya niat mengahiri semua nya. Balas Citra.


"Saat itu dia juga merasakan dan ingin melakukan hal yang sama dengan mu, namu setelah mencegah mu saat itu, dia mengurungkan niat nya dan memilih melanjutkan hidup nya dengan penuh tanggung jawab. Kata Yayan yang masi menyembunyikan semua nya dari Citra.


Citra terkejut mendengar semua itu. Dia tak menyangka tindakan nya itu telah menyadarkan seseorang tentang bahaya yang akan segerah di hadapi orang yang ternyata ingin melakuknaa hal ynaag sama dengnaa nya waktu itu.


Citra terdiam dan hampir saja meneteskan air mata.


"Andai kamu bertemu lagi dengan orang yang bersamamu waktu itu, apa yang akan kamu lakukan.? Yayan bertanya pada Citra tentang sikap yang akan Citra tunjukan pada orang yangbtelah menyelmaaat kan nya.


"Aku tidak akan bertemu dengan nya lagi, karna dia telah hilang secara tiba-tiba. Jawab Citra sedikit menunduk.


"Dan jika pun bisa, aku akan mengucapkan terima kasi pada nya karna telah menyelamat kan ku hingga bisa seperti sekarang. Citra mengangkat kembali wajah nya dan melanjutkan perkataan nya.


"Dan jika dia mau, aku akan bersedia menemani dia dan menjadi pendamping nya, karna memang setelah beberapa minggu dari saat itu aku selalu mencari nya untuk bisa mengenal nya. Lanjut Citra.


"Jika orang itu tak menyukai mu, atau mungkin dia sedang tak ingin menjalin hubungan apapun dengan mu, dan lebih parah nya jika dia membenci mu karna sikap mu itu, apa yang akan kau lakukan? Pertanyaan Yayan sedikit membuat Citra Curiga dengan pertanyaan Yayan.


"Apa kau sangat dekat dengan nya.? Kenapa kau bisa bertanya seperti itu.? Citra dengan curiga menanyakan hal tersebut pada Yayan.


"Aku sangat kenal dengan orang itu, dan saat ini dia juga sering memperhatikan mu, namu dia masi tak ingin kau menemui nya. jawab Yayan, dam membuat Citra semakin curiga dan penasaran.

__ADS_1


"Maksud kamu, kamu tau kalau dia sering memperhatikan aku? Tanya Citra.


"Tolong pertemukan aku dengan nya, walau pun untuk terahir kali, aku ingin mengucapkan terima kasih pada nya. Pinta Citra.


"Aku tak mungkin bisa mempertemukan kalian, dan aku juga tak akan mencampuri urusan kalian, karna aku tau kalian sama sama orang yang susah di tebak. Lebih baik kau jalani hidup mu saat ini, dan jangan siasiakan apa yang kau dapat kan sekarang. Perkataan Yayan itu membuat Citra sedikit kecewa, namun dia bisa menerima apa yang di katakan Yayan


"Dia akan mengatakan hal yang sama dengan ku jika saat ini orang yang bersama mu saat ini adalah dia, dan bukan aku. Yayan terlihat yakin saat mengatakan hal tersebut.


"Aku mohon samapai kan ucapan terima kasih ku pada Riyan, dan katakan pada nya, jika boleh aku ingin bertemu lagi dengan nya, dan mengucapkan itu lansung pada nya. Kata Citra pada Yayan dengan sedikit murung.


Belum sempat Yayan menjawab nya, tiba tiba mereka mendengar suara seorang gadis dari arah penginapan Citra, sedang berlari ke arah mereka, dengan wajah sedikit kesal.


Melihat Alifiya yang berlari kearah merak, Yayan kemudian membatu Citra turun dari sepeda dan membopong Citra untuk masuk ke dalam penginapan.


Dan setelah citra masuk dan kemudian Angga menggantikan Yayan untuk membopong Citra. Tiba tiba Alifiya dengan kesal menarik kerak baju Yayan dan menatap nya penuh emosi.


"Apa yang kau lakukan pada kakak ku. Kata Alifiya yang hendak menghajar Yayan.


"Eitss. Jangan lansung abil tindakan ih. Belum tentu Mas Riyan yang nyakitik Citra, kata Bulan dan kemudian melerai Alifiya.


"RiAN!! maksud nya? Citra terkejut dengan nama yang di sebit oleh Bulan.


Perasaan Citra tiba tiba menjadi sangat kaca, pikiran nya seketika kembali mengingat kejadian dan pembicaraan mereka barusan yang membahas tentang orang yang menyelamatkan nya waktu itu ternyata adalah orang yang sama yang sedang menolong nya saat ini.


Air mata nya tak lagi bisa dia bendung. Namun bibir nya tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.


"Apa orang itu kamu.? Sambil bergelimang air mata citra mencoba bangkit dan berjalan ke arah Riyan.


Melihat tatapan dan ekspresi wajah Citra terhadap nya, Yayan merasa begitu hawatir dan dengan buru-buru, Yayan berpamitan dan berlari meninggalkan tempat itu, tanpa menjelaskan apa pun tentang kejadian yang di alami Citra.


Memperhatikan kedua nya, Angga sangat paham situasi yang sedang terjadi dan enggan mengejar Yayan karna hanya aknaa memperburuk keadaan.


"Hei jangan lari, apa yang sudah kau lakukan pada kakak ku. Teriak Alifiya sambil berusaha mengejar Yayan, namun dia di cegah oleh Angga.


"Ada apa sih mas, kok di biarin kabur? Tanya Bulan.


"Udah nanti aku jelasin. Kata Angga sambil membopong Citra yang masi diam sambil bergelinag air mata.


"Awas aja kalau kakak ku kenapa-napa, aku tuntut kamu meskipun kamu anak bos kakak aku. Kata Alifiya yang kemudian membantu angga menuntun Citra menaiki anak tangga.


"Engga apa apa kok dek. Tadi kaka jatuh dari sepeda, dan mas Riyan nolongin kakak lagi. Sambil tersenyum Citra menjelaskan pada Alifiya.


Saat Citra mengataknaa Riya telah menolong nya lagi, seketika itu Bulan  terkejut dan tersadar kalau dia baru saja membuat kesalahan yang sangat fatal. Angga kemudian menatap nya dan tersenyum penuh arti pada nya seolah-olah mengatakan kalau Bulan telah menceritaknaa semua pada Citra.


Bulan teringat akan perkataan Angga yang meminta nya untuk mengganti nama panggilan Riyn menjadi Yayan karna tak mau masalah lama akan terualang lagi.


Bulan kembali melangkahkan kaki nya dan mengantarkn Citra ke kamar nya. Dan setelah memastikan Citra masuk bersama Alifiya, dia kemudian menutup pintu kamar adik-adik nya itu, dan kemudian berjalan ke kamar nya di ikuti Angga yang berjalan mengawasi nya dari belakan.


Dan setelah berada di dalam kamar, Bulan lansung memeluk suami nya sambil menangis meminta maaf atas apa yang telah dia lakukan. Angga berusaha menenang kan istri nya dengan membalas pelukan Bulan, dan mengatakan kalau saat ini memang akan terjadi. Namun dia tak menyangkan hat ini terjadi dalam waktu se singkat ini.


Angga sangat memahami kalu Citra belum sepenuh nya puli dan pasti mulai saat ini, mereka harus menerima sikap diam Citra, dan dia pun menyadari kalau mulai saat ini citra akan menghabiskan waktu nya dalam kesendirian.


Dan di kamar Citra dan Alifiya, terlihat Alifiya sedang merawat kakak nya dan sedang mengobati memar pada kaki Citra dengan perasaan sedih dan penyesalan


"Andai saja Fiya ga marah sama kakak dan terus nemenin kakak, pasti kakak ga bakalan kaya gini. Kata Alifiya sambil menangis mengobati kakak nya.


"Udah dek jangan Nangis dong, kakak juga pengen nangis kalo kamu nangis" jawab citra yang kemudian merangkul adik nya.


"Maafin Fiya kak. Fiya ga akan marah lagi sama kakak" fiya semakin sedih dan semakin merasa bersalah pada kakak nya.


"Yang kakak punya sast ini cuma Fiya, kakak ga akan pernah marah atau pun membenci fiya, dan Fiya pun marah karnah kesalahan kakak. Citra berusaha menengkan adik nya, sementara keadaan nya sendiri bisa di pastikan sangat kacau dan akan kembali tertutup pada semua orang, terkecuali adik nya.


"Sekarang Fiya bantuin kak Bulan nyiapin sarapan yah, kakak pengen istirahat, dan dengan Senyuman dan perasaan penuh cinta, Alifiya bangkit dan hendak melakukan apa yang di pintah oleh kakak nya.


"Jangan lupa, kalo udah siap, panggil kakak yah adik ku sayang" dengan penuh rasa kasih sayang Citra tersenyum pada adik nya.


"Iya kakak ku sayang, fiya pengen buatin kakak nasi goreng yang enak, sama jus alpukat kesukaan kakak. Kata Alifiya dengan penuh semangat.


"Iya deh, tapi yang enak ya, biar kakak cepat sembuh. Balas citra.


Alifiya pun keluar dan kembali menutip puntu kamar.


Dan seketika itu pun air mata yang sedari tadi tertahan oleh sikap pura-pyra citra, tak lagi mapu terbendung, dia menangis sejadi-jadi nya. Untung saja Alifiya telah berada cukup jauh dari kamar sehingga tak mendengar suara tangisan Citra yang tertutupi bantal, dan terdengar cukup keras jika Alifiya beda dalam kamar.


Dia kembali teri gat kejadian di mana saat dia hendak bunuh diri, dia sangat membenci diri nya sendiri karna telah melakukan hal itu, dan yg lebih membuat dia menyesal adalah saat mengetahui kalau orang yang menolong nya itu adalah orang yang juga ingin melakukan hal yang sama dengan nya, dan ternyata orang itu adalah orang yang selalu dekat dengan nya, dan tanpa dia sadari itu lah alasan kenapa Yayan selalu berusaha menjaga jarak dengan nya semenjak insiden di tebing pantai itu terjadi.

__ADS_1


Kini dia tau alsan kenapa Yayan beberapa kali terlihat hanya memperhatikan nya dari kejauhan, dan kenapa saat ini Yayan tak lagi bekerja di tempat ayah nya, dan memili menyendiri dan menjalani hidup nya sendiri.


__ADS_2