Runner (Awal Mula)

Runner (Awal Mula)
SEBUAH TAKDIR


__ADS_3

Fasha termenung diatas dakdakan lantai 2 gedung asrama santri akhwat. ia termenung sendirian, memikirkan tentang kejadian kemarin. ia baru faham, bahwa tugas mata - mata adalah sebuah amanah yang sangat berat. ia tak pernah menyangka, bahwa akan ada seseorang yang datang ke pondok tercintanya itu. fasha memandang ke arah langit yang begitu biru nan indah. burung - burung dara berterbangan di atas , melewati awan yang putih. kabut pagi yang menyejukkan.


ditengah databbur alamnya, terlihat amira dari arah kejauhan yang berusaha berlari untuk menghampiri sahabat baiknya itu.


" fasha! ". amira mulai mengatur nafasnya.


" anti kenapa mir?" tanya fasha tenang


" sha, kita disuruh ngumpul di aula. ada tamu yang pengen dateng. katanya, tamunya spesial banget." jelas amira masih dengan nafas yang terengah - engah.


fasha segera berdiri dan masuk ke dalam daerah akhwat untuk bersiap - siap. amira mengejar fasha yang sudah masuk ke dalam terlebih dahulu. saat mereka memasuki pintu gerbang utama, terlihat seorang wanita asing dengan 5 pria berbadan gagah. mereka semua mengenakan pakaian serba hitam.

__ADS_1


fasha menatap mereka dengan tatapan tajam. tak ada seorang pun diantara mereka yang menyadari itu, kecuali si perempuan. ia kembali menatap fasha.


" kita harus mengawasi anak itu, sepertinya matanya itu sangat tajam." bisiknya kepada pria yang berada disampingnya.


wanita itu berjalan mendekati fasha dan amira.


" hello what is your name?" tanya wanita itu dengan ramah. ia sedang berusaha untuk membaca pola fikir anak yang berada dihadapannya.


" my name is amira." jawab amira


" fasha. mujahidah al fasha." jawab fasha singkat.

__ADS_1


" my name is aura." wanita itu mulai menunjukkan senyumannya.


fasha tak bergeming, lalu bel untuk berkumpul di aula kelas sudah dibunyikan. fasha dan amira berlalu dari hadapan wanita tersebut. setelah seluruh akhwat maupun ikhwan telah berkumpul di aula, maka acara pun segera dimulai. setelah pembukaan dan sambutan yang panjang selesai, tibalah waktu wanita itu maju ke depan seluruh santri. fasha mulai menatapnya tajam.


" oke, nama saya adalah aura. saya mendapat tugas dari kantor saya untuk mencari dari tiap 10 pondok pesantren 10 anak yang memiliki prestasi yang sangat luar biasa. agar para santri luar biasa itu bisa kami didik agar menjadi lebih baik lagi. sekarang saya dan teman - teman saya akan mengetes kalian satu per satu. agar tak mengulur waktu lama, bisa kita mulai dari sekarang." jelas aura.


waktu pengetasan pun tiba, para santri mulai berbaris dengan rapih. fasha dan amira pun ikut serta dalam pengetesan. ya allah, kenapa hati ini sejak awal merasa ada sesuatu yang tak baik?


waktu pengetesan telah berakhir, kini para santri tinggal menunggu hasil keputusan akhir. aura berdiri didepan para santri. ia mulai menyebutkan nama - nama santri yang lulus tes. fasha dan amira termasuk didalam daftar anak - anak yang lulus tes tersebut. fasha beserta 9 peserta lainnya diajak untuk masuk ke dalam mobil. fasha berpamitan dengan ummah dan abah. air mata mengiringi kepergian 10 santri hebat itu.


fasha memandang ke arah luar jendela, amira yang mengetahui kesedihan sahabatnya itu. ia pun menggenggam tangan sahabat baiknya itu

__ADS_1


" fasha, ga usah sedih. ana yakin, kita akan bisa kembali lagi nanti." ujar amira dengan sebuah senyuman manis. fasha menatap wajah amira ,lalu membalas senyuman itu.


kini, entah kemana takdir akan membawa kami. ana harap, semua akan baik - baik saja. mqtanya kembali menatap ke arah luar kaca jendela.


__ADS_2