Runner (Awal Mula)

Runner (Awal Mula)
TIBA WAKTUNYA


__ADS_3

kota jakarta yang begitu padat penduduk dan selalu dipenuhi dengan asap kendaraan, sangat berbeda dengan keadaan saat di pedesaan. hal itulah yang membuat fasha merasa rindu dengan suasana pondok yang begitu tenang dan sejuk. fasha merebahkan tubuhnya diatas tumpukan kasur, oang - orang asing itu telah membawa fasha ke kota jakarta. masinga - masing murid di letakkan di tiap kota yang berbeda. fasha dan amira pun berpisah, itulah yang membuatnya semakin sedih.


di gedung pencakar langit yang tinggi. fasha masih sendirian didalam kamarnya.


tok,tok,tok...


suara pintu yang diketuk membuat fasha yang sembati tadi berbaring diatas kasur mulai bangkit. ia membuka pintu, dan ternyata itu adalah rafael, anak dari pemilik gedung itu.


" km tau? teman - teman yang lain sudah lama menunggu kita di ruang latihan, jadi ayo kita pergi kesana." rafael menarik tangan fasha.


fasha berjalan dibelakang rafael. kondisi kantor yang begitu penuh dengan peraturan,membuat cadarnya tak bertahan lama. di ruang latihan, seorang anak laki - laki yang dikenalnya menatap fasha. fasha pun berjalan mendekati anak itu.


" slam, kamu kenapa ?" tanya fasha. aslam tak menjawab apapun, hanya sekedar memalingkan pandangannya. fasha merunduk, berusaha berfikir sesuatu yang mungkin membuat sahabatnya yang berasal dari pondok yang sama itu marah.


" kemana saja kau? sejak tadi aku mengetuk pintu kamar, tapi tetap tak ada jawaban sama sekali. lalu, sekarang kau datang dengan rafael anak dari pemilik perusahaan ini. sedangkan, kau tahu bahwa ayahnya yang telah membuat kita berada disini entah sampai kapan!" aslam mulai terlihat kesal.

__ADS_1


fasha dan aslam berbeda 1 tahun. meskipun mereka berbeda usia, namun mereka berada di tingkat kelas yang sama. mereka sejak masih dipondok sudah dikenal sebagai 2 anak kesayangan ummah dan abah. itu karena mereka memiliki otak yang cerdas dan dikenal rajin. meskipun jarak antara akhwat maupun ikhwan berjauhan, tapi mereka tetap bersaing tentang mata pelajaran apapun itu.


sifat keduanya juga benar - benar amat berbeda. fasha adalah anak yang terbilang sangat cuek dan tak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya. ia memiliki keahlian pada indra pendengaran dan instingnya yang sangat kuat. aslam adalah anak yang pemarah dan memiliki sepasang mata yang tajam.


meskipun keduanya begitu terlihat amat bertentangan. namun, keduanya tetap terlihat begitu akrab mereka diletakkan bersama dengan 10 orang anak lainnya. 3 orang diantaranya mulai dekat dengan mereka. tiga anak itu adalah thariq, atikah, dan yazid. thariq memiliki keahlian dibidang merakit. ia mampu merakit berbagai macam senjata api serta bom.


salah satu panca indranya juga kuat yaitu, hidung. anak itu diletakkan bersama dengan seorang anak perempuan lainnya. mereka nerada diruangan ke-5. sedangkan, yazid ahli di bidang komputer. ia diletakkan bersama fasha. karena fasha berada di dua kelas, maka jadwal belajar diletakkan di siang hari ,dan kelas ke- 4 adalah tempat mereka.


atikah ahli dibidang kedokteran. ia diletakkan bersama dengan seorang anak laki - laki diruangan ke-3. ruang ke -2 digunakkan oleh 2anak yang ahli dalam bidang taktik perang dan strategi, salah satunya adalah aslam.


fasha dan aslam menjadi dua sahabat dekat yang tak terpisahkan. persahabatan mereka yang begitu dekat membuat ada seseorang yang tak menyukainya.


atikah berjalan dilorong. ia berjalan cepat, berharap segera tiba dikamarnya. sekarang sudah hampir jam 10 malam. ia khawatir ada yang mengetahuinya belum tidur, sedangkan peraturan yang berlaku adalah kewajiban untuk seluruh anak tidur sebelum jam 10 malam tiba.


keringat dingin mengucur deras keluar dari tubuhnya. atikah benar - benar merasa takut. kakinya berhenti didepan sebuah pintu ruangan yang tak terkunci rapat. pintu itu terbuka. suara derap langkah sepatu para penjaga terdengar nyaring. atikah segera masuk ke dalam ruangan itu. ia terus masuk dan berusaha untuk bersembunyi.

__ADS_1


" menurutku, kita harus secepatnya menghapus ingatan mereka tentang rumah, keluarga, teman dan cinta. bagiku, kita takkan bisa menahan mereka dengan ingatan mereka. itu bisa menjadi amat berbahaya bagi kita. " sebuah suara yang dikenal atikah. anak itu mendengar apa yang sedang mereka bicarakan.


" lalu, bagaimana jika anak - anak itu tahu tentang iji dan berusaha untuk memberontak?" ternyata itu adalah aura.


" kalau begitu, kita paksa mereka dengan kekerasan " wanita yang berada dihadapan aura terlihat sangat akrab dengan wanita basteran itu.


" tetapi, kita harus berhati - hati kepada fasha. anak itu sepertinya akan menjadi bencana bagi kita." ujar aura. apa yang harus aku lakukan? mereka semua ternyata jahat. atikah berjalan perlahan tak bersuara.


kakinya melangkah perlahan, berusaha agar tak diketahui siapapun.


atikah berhasil kabur dari mereka. ia menekan tombol di pintu fasha, berharap agar fasha membukakan pintu kamarnya.


" atikah, kamu kenapa..." belum selesai fasha berkata, atikah sudah menariknya untuk masuk ke dalam.


" fasha...." atikah mulai terengah - engah.

__ADS_1


" udah, kamu tarik nafas dulu. trus, tenang. baru deh, coba cerita apa yang terjadi" fasha berusaha untuk menenangkan sahabatnya tersebut.


atikah mencoba untuk mengatur nafasnya sebaik mungkin, setelah ia selesai bercerita tentang apa yang ia dengar membuat fasha menjadi bingung dan tak tahu harus berbuat apa.


__ADS_2