Runner-up

Runner-up
13.


__ADS_3

"Huft, mas Kyungsoo kalo nawar kebangeten ih" Rose jengkel, iyalah jengkel plus malu, gimana bisa Kyungsoo nawar daging sapi segar dari harga 115 ribu per kilogram menjadi 75 ribu?


"75 ribu itu udah dapet Rose aku yakin! " kekeh Kyungsoo nggak mau kalah,


"Dapet tulangnya iya, ngeyel banget, malu maluin deh, itu udah langganan aku deket kampus, ihh mas aku jadi malu kalau mau belanja disana lagi"


"Ya bagus donk, mas mas nya yang jual masih muda gitu, godain pacar orang sembarangan,,, atau jangan jangan kamu sering di godain ya sama dia terus kamu beper?? "


"Nuduhhh?? Nuduhhh??"


nggak nyangka banget, Kyungsoo kalo cemburu se nyebelin ini, udah ngeyel marah marah sambil melotot, untung Rose sayang,


"Ya nggak nuduh buktinya kamu belain, mentang-mentang mas nya yang jualan mirip Baekhyun EXO kamu jadi baper?? " nah kan malah makin menjadi,


"Nggak jadi masak ah sebel di tuduh gitu! " Rose ngambek mau pergi aja pulang jalan kaki,


"Pulang aja sana, lompat gerbang sekalian kalau bisa, orang kuncinya di aku"


"Iihh mas, tak laporin Budhe Marini nih!! "


"Monggo sayang,,, ibuk nggak ada di rumah lagi kondangan sama bapak"


kalah telak kalau udah berurusan sama kecerdasan Kyungsoo, lagian kok Rose bisa nggak sadar sih sama kondisi rumah pacarnya yang sepi gini, biasanya Budhe Marini emang selalu nengok keluar rumah kalau denger motor berhenti di halaman depan, kebiasaan orang begitu,


"Kamu jangan ngeyel deh, udah ayo masak, keburu Yoyo pulang sekolah"


"Ya nggak papa donk kan bagus rumah kamu jadi nggak sepi kalau ada Yoyo"


"Tapi nggak bisa berduaan! "


"Ih kok mas jadi genit gini sih? "


"Genitnya ke kamu doang gapapa, ayo masuk"


Sebelum persiapan memasak Rose ganti baju dulu, kebetulan dia bawa baju ganti soalnya dia hari ini ada ujian jadi harus pakai kemeja, sedangkan masak kalau pake kemeja bikin gerah,


Kyungsoo diam memperhatikan Rose yang sibuk berkutat dengan peralatan dapur di hadapannya, dia jadi senyum senyum sendiri bayangin kalau udah waktunya berumah tangga bareng Rose, pasti dia bakal lihat pemandangan seperti ini setiap hari,

__ADS_1


"Ini bumbu apa kok item item? "


"Ini bawang merah, bawang putih, kemiri, garam, gula pasir, merica, kluwek udah di goreng dulu biar nggak getir, kalau udah masukin bumbunya ke dalam rebusan kacang tolo, kulit melinjo dan daging sapi yang udah kamu cuci tadi, nanti kalau udah empuk tinggal masukin santan kental sama cabe utuh, tambah kaldu ayam dikit, mateng dehhh"


Cup,,,


"Pinter banget calon istri,, " Rose salting, kenapa Kyungsoo jadi hobi banget bikin dia spot jantung?


"Widihhh apaan ini mesum di dapur? Aduin ibuk loh"


Plak,, sembarangan


"Tuman banget ngagetin orang ya Yo?"


"Yoyo? Masuk lewat mana pager kan di kunci" Sementara Yoyo naikin alis bingung,


"Hah? Nggak tuh mbak " Rose kaget, dia langsung nglirik Kyungsoo serem, berarti dia di bohongin dong sama Kyungsoo, dia di kerjain, bener-bener kurang asem.


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Saat ini mereka bertiga lagi menikmati sayur Brongkos, tempe goreng untuk makan siang,


Tiba-tiba bisa aja gitu, di tambah lagi keluarga dia brokenhome kan Bundanya sibuk kerja, ayah apalagi, abangnya anti peralatan dapur ya otomatis dia sebagai anak perempuan ya harus gantiin peran ibunya kalau nggak ada di rumah, contohnya ngepel lantai, nyapu halaman, nguras kolam ikan, nyuci, sampai benerin genteng aja kadang dia sendiri,


Keluarganya emang nggak punya Art, jadi Rose harus bener-bener ekstra kerja keras, kuliah juga harus ngurusin pekerjaan rumah tangga,


"Mbak, mbak kalau udah putus sama abang jangan lupa kabarin aku ya, biar aku yang gantiin " Rose ketawa kecil,


Gemes sama kelakuan Yoyo badan dia bongsor jadi nggak ada takut takutnya sama abangnya,


"Lambemu Yo, yo "


Kyungsoo matiin dering HP nya mungkin udah ke 3 kali, ada telfon? Jelas dia tau itu dari siapa?


Siapa lagi kalau bukan mbak Jennietan Nastitia yang hobi banget ngintilin Kyungsoo kemanapun dia berada,


Sebel tapi dia harus jaga image, image dia sebagai wanita penuh kesabaran walaupun dalam hati dia pengen aja jambak rambut ombre kakak tingkatnya itu,

__ADS_1


"Mas siapa yang nelphone? Kok kamu reject terus? " untuk saat ini mending dia pura-pura nggak tau aja,


"Bukan siapa-siapa! "


"Paling juga si tukang monopoli" nah betul, itu julukan yang cocok jugak menurut Rose, secara berulang kali dia kalah main monopoli sama Jennie,


"Angkat aja mas nggak apa apa"


Kyungsoo pergi angkat telpon sebentar, rasanya Rose jadi nyesel udah ngomong gitu, padahal dia ngomong gitu kan supaya Kyungsoo jawab,


'Nggak usah sayang, ga penting'


Eh ternyata ekspektasi nya salah besar, Kyungsoo malah pergi ke halaman buat angkat telpon,


"Angkat telpon kaya angkat barbel ya mbak? Berat amat" Sela Yoyo lagi sambil makan,


"Nyatanya kaya angkat kaki tuh, tanpa beban " balas Rose lagi, tapi nada nya udah nggak enak, sebel, jengkel,


"Nggak baik ngomongin pacar di belakang sayang" Rose terlonjak kaget, Tiba-tiba Kyungsoo berdiri di belakang kursinya sambil bisik, bikin merinding,


"Mas, ih ngagetin, dari tadi disitu ternyata? "


"Kenapa? Cemburu? Cemburu kok malah nyuruh aku angkat, kan udah aku cuekin dari tadi" ya emang gitu sih perempuan, kalau gapapa pasti artinya ada apa apa alias nggak boleh, cuma malu aja mau terus terang, Rose kan anaknya nggak enakkanπŸ™‚,


"Ih, abang kalau bucin nggak banget asli!,,, jijay Bang 😧"


"Kamu kali yang Jijay, dasar jomblo ra payu!, cari cewek sana biar nggak kebiasaan gangguin orang pacaran"


"Mbak Oche, mbak mending sama Bang Jonam aja deh, bucin bucin gitu dia masih kelihatan cool beda banget sama,,, " Yoyo udah lari duluan sebelum di lempar sendok sama Kyungsoo karena abangnya itu udah ambil ancang-ancang,


"Sabar mas, Yoyo cuma bercanda"


"Bercandanya nggak lucu, sebel aku kalau udah ngomongin Jonam! "


"Loh kok ngamok?" ups salah ngomong Rose, ekspresi Kyungsoo ngambek makin nyeremin.


__ADS_1


bang Baihaqi, Juragan daging sapi segar langganan Rose


__ADS_2