Runner-up

Runner-up
16.


__ADS_3

Pagi ini pagi yang sibuk untuk Kyungsoo, sejak mendudukkan diri di gazebo, mata Kyungsoo tak pernah luput dari tumpukan buku buku yang ada di depannya,


"Kyungsoo!!!" Hanbin Atthalanares , salah satu teman sekaligus sahabat Kyungsoo di Fakultas Hukum berlari menghampiri Kyungsoo yang tengah sibuk bergulat dengan buku yang ia pinjam,


Bolos satu hari sedikit membuat ia kewalahan dengan menyusul materi,


"Kyung! Gawat banget Ya Allah gusti!!" saking paniknya Hanbin Lupa caranya atur nafas,


"Nih minum dulu, pie ono opo? " Hanbin menyedot habis habis satu cup es jeruk milik Kyungsoo,


"Itu, hah hah hah,,, pacarmu lagi jambak jambakan sama Jennieta di,,,,"


Brak,,, Kyungsoo kaget, kenapa Hanbin nggak ngomong dari tadi bisa-bisa keburu rontok rambut Jennie,


Iya Jennie, karena Kyungsoo tau banget kekuatan pacarnya itu seperti apa, Rose gadisnya itu strong banget, jadi dia nggak terlalu khawatir,


Kyungsoo di ikuti Hanbin berlari tak tentu arah, padahal Hanbin belum kasih tau lokasi perjambakan itu terjadi,


"Astaghfirullah Dekyung,,, Rose sama Jennie di depan ruang auditorium! " Kyungsoo puter balik, dia salah jalan ternyata, ya maklum dia panik,


Sampai di Koridor Kyungsoo udah bisa lihat Rose lagi ngetekin kepala Jennie, dan itu bikin si empu berontak, belum lagi mahasiswa yang lain bukannya bantuin malah nontonin, ada juga yang videoin,


"Rose,,, sayang, sayang lepasin ya" bukannya lepasin, Rose malah semakin mengeratkan pitingan nya nya di kepala Jennie,


"Kyungsoo tolong aku ke cekik! Dia udah gilak! "


Kondisi semakin ramai, Tiba-tiba tubuh Jennie tertarik ke belakang dan tubuh Rose terdorong hingga membentur sudut dinding, pelaku nya adalah Johnny, dia datang sebagai penyelamat Jennie saat itu juga,


"Jangan dorong dorong ******!, banci koe lawan cewek? " tantang Jonam yang baru datang dan langsung membantu Rose untuk berdiri, dia kemudian ambil posisi di depan Rose, menghadang tatapan Johnny yang tertuju pada gadis kesayangan Jonam,


"Cewek itu yang nggak punya otak! Jennie juga kesakitan! Picek to matamu? "


Sementara Kyungsoo lebih milih buat datengin pacarnya, mastiin kondisi Rose apakah baik baik aja?, itu lebih penting!


"Kamu gimana? Sakit? Ayo ke klinik aja" Rose geleng kepala, dia nggak mau pergi dulu, sebelum tahu alasan Jennie nyerang dia duluan itu apa?


Tapi punggung Rose pasti sakit terbukti dengan ringisan yang keluar dari mulutnya,


"Tapi punggung kamu pasti sakit " Rose geleng kepala lagi,


"Nggak mau mas!, aku mau tau alasan mbak Jennie jambak duluan rambut aku itu kenapa? " emosi Rose, ubun ubun nya sakit sekali karena jambakan Jennie, belum lagi punggungnya yang sepertinya lecet akibat terbentur sudut dinding,


"Kamu tuh yang nggak tau diri! dasar kurang ajar! " balas Jennie tak kalah sengit, dia bahkan menunjuk nunjuk wajah Rose di depan semua orang, meskipun sebagian dari penonton sudah di bubarkan oleh Hanbin dan Jimmy yang tadi datang bersama Jonam,

__ADS_1


"Nggak usah nunjuk nunjuk bisa nggak Jen? Ngomong aja yang jelas, KENAPA KAMU JAMBAK RAMBUT ROSE? " Jennie kaget, dia nggak pernah di bentak Kyungsoo seperti ini,


"Kyungsoo kamu bentak aku? Jelas aku marah, dia yang udah nyuruh kamu ninggalin aku di embung kemarin? Kamu tau nggak Kyungsoo aku nyariin ka,,, "


"Aku yang ngajakin Rose lari buat ngehindarin kamu! Udah jelas belum? Stop nuduh nuduh kayak gitu" Jennie tertawa sarkas, dia nggak nyangka bakal dengar pengakuan yang menyakitkan itu dari Kyungsoo,


"Aku juga nggak ngerti kenapa kamu ada di tempat itu, aku nggak mau nuduh kamu ngikutin aku sama Rose, tapi faktanya, nggak akan mungkin se kebetulan itu Jennie! "


Fakta? Fakta apa? Yang Jennie tau saat ini hanyalah fakta bahwa Kyungsoo sering ninggalin dia semenjak hilal antara hubungannya dengan Rose mulai terlihat,


Harusnya Jennie bisa antisipasi ini sejak dulu tapi dia terlambat,


"Keterlaluan kamu Kyung! " Lisa mencibir ucapan Johnny, ini mas mas ganteng otaknya di taro mana sih, udah jelas ya status Rose itu pacar!


"Mending cocotmu mingkem deh mas John, sebelum nanti di takol Jimmy, Jimmy jago nakol lambe turah kayak begitu" bukannya tersinggung Jimmy malah ngangguk setuju, dia emang gedeg banget sama Johnny,


ya walaupun dia nggak friend banget sama si pirang tetep aja dia nggak terima ada cewek di perlakuin kasar begitu sama cowok!


"Udah cukup ya Jen, udah cukup bohongin aku, bilang makanan Rose nggak layak makan padahal Rose jago banget masak, bilang Rose ini,,Rose itu,,, padahal Rose baik banget, dia cewek terbaik yang pernah aku temuin, stop monopoli aku, aku bukan punya kamu, kita temen tapi nggak gini caranya! " air mata Jennie udah banjir,


Dia nggak nyangka Kyungsoo bakal se jahat ini, dia jauh-jauh kuliah di jogja demi Kyungsoo,


Jennie berlari pergi memecah kerumunan dengan di ikuti Johnny,


"Udah Jon, yang penting Roseanne nggak kenapa kenapa" ujar Jimmy,


"Hehe mas Jonam jadi pacar Lisa aja deh! " ucap Lisa genit sambil noel noel otot lengan Jonam


"Heh! beda iman, tulul! " bentak Jimmy nggak nyantai,


Iya, memang benar kok, belum lagi fakta bahwa Lisa baru saja putus dengan kekasihnya Jeko,


Jeko sering ngilang ga ngasih kabar, tau tau jalan sama adek tingkat, itulah alasan mereka putus,


Toh Lisa nggak sedih, Jeko doang,,, nggak penting meskipun dia harus datang ke kampus dengan kantung mata yang bengkak dan hidung memerah selama 1 minggu,


"Sama aku aja Lis" goda Hanbin sementara Lisa malu malu dugong, membuat Jimmy spontan menatap nya sinis.


...💐💐💐💐💐...


"Roseanne"


Kyungsoo berjalan mendekat ke arah kasir, bukan tanpa alasan dia yang maju, Rose udah tidur di mobil setelah mendapatkan penanganan ringan pada punggungnya,

__ADS_1


Beruntung tidak ada cedera serius seperti yang Kyungsoo khawatirkan, hanya sedikit luka lecet dan memar saja,


Blam


Mendengar suara pintu mobil di tutup membuat tidur nyenyak Rose sedikit terusik, dia menggeliat kecil disertai erangan dari mulutnya saat punggungnya yang luka terkena senderan mobil,


"Rose, kamu bobok nya miring aja ya, biar senderan nya di rebahin" Rose nggak jawab, dia nurut aja, kepalanya pusing banget,


Kyungsoo menatap Rose yang tertidur pulas dengan posisi miring, ia ingat tadi dokter bilang ada dua luka yang harus di perban, mungkin karena contour tembok sedikit bergelombang karena di lapisi batuan alam serta posisi badan yang membentur sudut dinding yang membuat hal itu terjadi,


"Loh loh, adek kenapa? " tanya Ayah panik, tadi pagi anaknya berangkat kuliah semangat banget, pulang pulang malah tertidur lemas di gendongan Kyungsoo,


"Gini om, maaf tadi Roseanne,,, "


"Adek jatoh yah, waktu nyolong mangga punya pak rektor" ucap Rose lemas, matanya masih tertutup,


Kyungsoo tau, Rose bohong pasti karena nggak mau bikin keluarga nya khawatir,


"Adek turun , jalan sendiri kasian dong Kyungsoo berat banget harus gendong anak gajah! "


"Iiihh ayah, berarti ayah gajah donk" Junho kembali bernafas lega, ini baru Roseanne anaknya 👍 ,


Bukan karena ayah bangga di bilang bapaknya gajah ya, tapi si ayah lega aja denger celotehan Roseanne masih bobrok begini,


Rose bobrok \= Rose sehat jasmani Rohani


"Mboten nopo om, rose kayanya sakit banget, boleh saya anter ke kamarnya? " Wait,,, tidak bisa,


eh tapi setelah di pikir pikir lagi kalau nggak Kyungsoo, siapa yang bakal gendong Rose ke kamar, Chandra belum pulang, sementara kaki Junho masih sakit,


"Yaudah Kyungsoo, makasih ya udah nolongin anak ayah" setelah izin dari Junho, Kyungsoo perlahan lahan membaringkan tubuh Rose di kamarnya,


"Miring aja yuk sayang,, "


"Whaaat? Apaan mas aku belum siap lho, nanti kalau ketahuan Ayah gimana? " Hidung Rose sontak mendapat cubitan ringan,


"Dasar mesum! "


"Bukan!, aku nggak mesum, cuma ambiguan, hehe "


Cup,,


"Aku pulang dulu ya, jangan lupa minum obat, sama punggungnya yang memar tadi di olesin salep" Kyungsoo pergi,

__ADS_1


"Aaaaaahhhh Ayah pokoknya Rose mau nikah sama mas Kyungsoo, TITIK"


__ADS_2