Runner-up

Runner-up
17.


__ADS_3

Melihat pengamen angklung di Malioboro sambil makan gudeg adalah favorit Rose, seperti saat ini bersama sahabat karibnya tercinta si poni alias Lalisa Amanda Husain anak bapak Haji Shobari bin Muchsin, wkwkwk, Lisa auto panik kalau nama bapaknya di sebut,


Bapak Haji Shobari yang malang memiliki anak semata wayang pecicilan seperti dia,


Kedua sahabat itu memang sudah lama tidak menikmati hidup sebagai kawula muda karena urusan tugas yang memusingkan, makanya di malam minggu yang syahdu karena mendung tanpa hujan ini bikin udara Jogja terasa sejuk,


Dingin dingin seperti ini mereka tak lupa menikmati semangkuk wedang Ronde panas, benar-benar syurga dunia,


"Buk,, gudeg kaleh nggih, krecek nya yang banyak"


"Kok kalian disini? Ngapain? " tanya Lisa sinis,


"Ya jajan donk ini kan tempat umum!"


"Ya aku ngerti Jimmy Alam Ghaib! Tapi ngapain harus disini? Yang jual gudeg banyak! Eneg banget aku lihat muka kamu yang mirip setan! " Jonam tertawa melihat interaksi yang acap kali terjadi ketika Lisa bertemu Jimmy,


Rose sendiri ngerasa sungkan, Soalnya Jimmy duduk di sebelah dia, tau banget kan hubungan per konconan mereka seperti apa?, Jimmy yang selalu sinis sama Rose , kok tiba-tiba duduk di sebelah dia, pake acara nepuk punggung sok akrab lagi, emang mereka akrab?


"Hai Ros" sapa Jonam dengan senyum manis plus lesung pipi idaman para wanita,


"Hai Mas Jonam,, parkir dimana? "


"Depan kantor Pos" Rose ngangguk, kebetulan Lisa tadi juga parkir motor disana, untuk sementara dia kemana-mana harus jadi tukang nebeng,


Ayah masih belum mau beliin motor buat Rose, belum dapet izin Bunda soalnya, Ngomong-ngomong soal Ayah dan Bunda,


Kabar baik datang dari hubungan keduanya, setelah bertahun-tahun Bunda mempertahankan konsistensiย  nya sebagai korban perselingkuhan, akhirnya Bunda luluh juga, atau mungkin karena belum bisa Move on?


Atau mungkin Ayah pakai jurus pelet?


Tau ah, pokoknya Rose sama Chandra seneng banget akhirnya sebentar lagi keluarga dia akan kembali utuh,


"Jimmy Setan! Sate usus ku! " Jimmy emang nggak kapok menjahili Lisa, terbukti saat ini, bukannya takut Jimmy malah mengambil lagi sate usus yang di pesan Lisa,


"Lagian ngapain sih disini?, itu juga ngapain tangan mu tadi nabok-nabok punggung Rose? Nggak usah sok akrab deh, aku nggak mau temenku sing koyo malaikat iki tercemar sama Setan Jahanam! " mulut Lisa emang kadang nggak bisa di kontrol, hingga membuat tangan Jimmy dengan senang hati langsung nyubit pipinya,


"Loh padahal aku cuma berusaha menjadi temen yang baik lho, lha ngopo awakmu nesu? Cemburu ya? "


Plak,,, kali ini Jonam yang memukul Jimmy, nggak tanggung-tanggung hal itu bikin Jimmy keselek kacang koro yang baru dia makan,


"******! "


Tawa mereka menguar tatkala Jimmy misuh-misuh sama Jonam bukannya nyeremin Jimmy malah kelihatan imut banget, sampai Lisa nggak tahan buat nyubit pipi mochi nya,


Di sela-sela obrolan dan tawa yang terjadi di salah satu meja lesehan warung gudeg, Rose merasa ponselnya bergetar, dia emang type orang yang fast respon terhadap notifikasi apapun di hp nya,


Sebuah pesan dari nomor tak di kenal masuk ke aplikasi whatsapp miliknya, Rose tahu betul jika pengirimannya adalah Mbak Jennie, terbukti dari Foto profilnya,

__ADS_1


Sebuah video berputar membuat Rose berhenti bergerak, matanya sejak tadi menelisik dengan telinga yang ia pasang tajam tajam karena volume vidio yang samar dengan obrolan dan tawa teman-teman nya,


"Li,, Lisa, bisa anterin aku pulang? " ucap Rose yang langsung membuat ke tiga temannya diam mendadak,


Jonam tahu ada yang salah dengan Rose, matanya menyipit menahan sesuatu yang ingin keluar, suaranya juga parau,


"Ayo aku anterin" tawar Jonam, dia udah berdiri meraih kunci, mengabaikan Jimmy yang masih bengong, nanti biar Jimmy pulang sama Lisa, rumah mereka searah,


Tapi Rose tidak merespon Jonam, dia malah mendekati Lisa seolah memohon untuk mengantarkannya pulang,


"Rosie, kenapa? Ayo aku anterin pulang" ulang Jonam,


Lisa berdiri mengambil kunci dan ponselnya di masukan ke dalam tas, tak lupa membayar makanan dan minuman yang tadi ia pesan, melihat Lisa sudah menyetujui, Rose berjalan lebih dulu ke arah selatan, arah dimana kantor pos berada, motor Lisa parkir di depan kantor pos, tepat di titik 0 km kota Jogja,


Jonam terpaku menatap punggung Rose yang terlihat jelas menahan sesuatu,


Sementara Jimmy menarik Jonam kembali duduk, meskipun Jonam sempat menolak dan berusaha mengejar Rose dan Lisa,


Tapi Jimmy tetap mencegahnya,


"Rose butuh waktu kalau dia nggak mau di anter yaudah jangan di paksa, jangan bikin dia nggak nyaman! "


Jimmy si bijaksana berhasil meyakinkan Jonam, membuat Jonam mengalahkan ego nya, besok dia bisa cari tahu apa yang membuat Rose seperti ini.


...๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’...


Kayaknya semua hal sudah di susun Kyungsoo dengan sangat rapi, tinggal dia menjalankan saja,


Kyungsoo menikmati semangkuk mie ayam di depan kampus bersama Hanbin, matanya sejak tadi berkeliling jika saja melihat keberadaan seseorang yang sejak tadi menjadi bagian dari pikiran nya,


"Nyari siapa Kyung? " Kyungsoo menggeleng dia nggak boleh cerita sama Hanbin kalo dia dari tadi mikirin Rose bisa bisa habis jadi bahan ejekan dia,


"Nyari Mbak silver ya? " Hanbin sukses membuat Kyungsoo tersedak, dia kaget dengan omongan Hanbin,


"Mbak Silver?"


"Iya lah, kan itu name contact lo buat Rose kan? Roseanne silver?? "


"Enak aja sekarang udah ganti! " entah kesurupan apa Kyungsoo malah mengambil Ponselnya, menunjukkan pada Hanbin perubahan Name contact yang dia bikin untuk Roseanne,


My Flower ๐ŸŒน


"Pffftttt,,, hahaha, ngakak aku Kyung,, ndelok ke koe saiki bucin! " reaksi Hanbin membuat Kyungsoo melirik nya datar, emang kenapa sih? Apa yang lucu dari name contact yang dia buat untuk Rose?


Kyungsoo belum pernah pacaran, tapi dia tau banget kalau pacaran itu akan lebih romantis dengan hal-hal manis sekecil ini,


"Ya biarin daripada situ Jomblo!! Ngenes! " sindir Kyungsoo telak membuat Hanbin kehabisan kata-kata, Oke cerita cintanya dengan si cantik dari fakultas sastra Inggris bernama Kaisa Dahyuni memang sudah melegenda,

__ADS_1


Kisah romantis penuh rasa cinta dan sayang yang selalu mereka berdua curahkan dimanapun kapanpun,hingga membuat kaum Jomblo menjerit iri, Romeo Juliette nya kampus, berpisah karena orang ke 3 ,


"Ehh, itu Roseanne " Pandangan Kyungsoo beralih, dan benar saja di sana Roseanne sedang berjalan sendiri, dengan Jonam yang terus mengejar dan memanggilnya,


Jika di lihat dari jauh peran seperti ini yang membuat orang lain akan salah paham, Jonam sudah seperti seorang laki-laki yang mengejar kekasihnya yang tengah marah,


"Roseanne,, " panggil Kyungsoo setelah menyebrang jalan aspal kecil depan kampusnya,


Kyungsoo yakin Rose mendengarnya, tapi entah kenapa gadis itu hanya diam sembari menatap ke arah lain,


"Sayang, aku nunggu dari tadi, kenapa nggak bisa di chat? "


"Aku blokir nomor kamu mas, nomor mas Jonam juga! " jawab Rose terus terang, ekspresi nya bahkan kelewat santai, berbeda dengan Kyungsoo yang wajahnya terkejut bukan main, dia nggak salah denger kan?


Sementara Jonam diam, menghela nafas lelah, dia sudah tau hal ini cepat atau lambat pasti akan terjadi,


"Mas, aku udah tau semuanya kok,, mau lebih jelas? Tentang dare, pertaruhan konyol itu, selamat ya mas kamu menang, sekarang aku nungguin kamu mutusin aku supaya kamu dapet hadiah dari mas Yuta kan?"


"Hadiah? Hadiah apa? Rose aku tau aku salah tapi aku nggak ada taruhan hadiah apapun,,, "


Rose dengan cepat menunjukkan sebuah vidio kepada Kyungsoo, disitu Kyungsoo setuju dengan dare dari Yutaka Shino teman satu fakultas nya yang udah pindah ke Jepang untuk berpacaran dengan Roseanne Silvermist! Anak maba yang centil banget ke Kyungsoo dan bikin Kyungsoo Risih,


"Roseanne, itu video nya kepotong,,,, "


"Mas Jonam juga tahu kan? Kok tega ya mas kalian berdua? Aku tuh kaya orang goblok tau nggak? Pantes aja ya mas sikap mas Kyungsoo tu dulu sama aku anti banget, kaya jijik gitu, ternyata emang jijik!, dan mas Jonam diem aja? Apa kita ini bisa di bilang temen? " Rose nangis lumayan kencang hingga Lisa datang merangkulnya,


sementara orang orang mulai berpusat pada Rose, gosip menyebar lebih cepat dari asap, dan itu membuat Rose menjadi bahan olok-olok pagi tadi mungkin seterusnya,


"Minggad Bangsat!!! Ngapain nontonin? Mau di colok matanya? " teriak Lisa pada orang orang yang masih menjadikan mereka bahan tontonan,


"Rose denger ya, aku diem karena aku nggak mau kamu sakit,, "


"Dengan mas Jonam diem aku malah tambah sakit! Sakit di bohongin selama ini, sakit berharap sama orang yang nggak pernah ngerti apa itu harapan! " Jonam terpukul mundur, dia tahu dia nggak seharusnya diam, sekarang nasi sudah menjadi bubur, menyesal pun percuma,


Sementara Kyungsoo masih terus berjuang, untuk menjelaskan segalanya ke Rose, ayolah dia sudah berharap akan merayakan hari keberhasilan sidangnya bersama Rose hari ini, dia nggak mau Rose seperti ini,,,


"Dengerin aku ya, itu vidionya terpotong sayang,,, aku sama sekali nggak menganggap kamu itu mainan atau barang taruhan, atau pion untuk mendapatkan hadiah"


"Kalau Mas nggak mau mutusin,, biar aku aja yang mutusin! " Kyungsoo kelabakan dia meraih telapak tangan Rose, seenggaknya dia pengen pacarnya itu sabar sedikit, Oke dia salah, salah banget karena nembak Rose di depan banyak orang cuma karena dare, nyia-nyiain Rose selama pacaran, tapi dia seperti itu karena memang faktanya cinta itu datang terlambat,


"Nggak, nggak Rose ayo ngomong baik-baik jangan seperti ini ya, kamu emosi,,, "


"Ngomong apa lagi?, aku mau putus Mas, udah cukup Mas nglempar sampah ke wajah aku, bikin aku terlalu berharap dan berakhir malu, makasih untuk kenangan nya "


Malu? Kalau di pikir, benar, Rose pasti malu banget, sekarang semua orang akan gosipin dia, Kyungsoo inget banget dulu nembak Rose romantis banget, bikin pacarnya itu nangis bahagia, tapi ternyata semua itu palsu, cewek mana yang nggak malu kalau cerita cinta yang terkenal di kampus ternyata hanya kepalsuan, dan cewek cewek centil di luaran sana pasti akan menganggap Rose adalah cewek Halu, persis seperti dulu saat Kyungsoo selalu mengabaikan Rose.


"Maaf Rose maaf, aku salah kamu boleh hukum aku tapi nggak dengan cara seperti ini aku nggak sanggup" bisik Kyungsoo tepat di telinga Rose,

__ADS_1


Tapi permohonan dan permintaan tulus itu tak di dengarnya, dia pergi begitu saja di ikuti Lisa yang masih mengusak bahunya.


__ADS_2