
Desa Mizugakure berada dalam periode pemulihan setelah serangan misterius yang mengguncangnya beberapa bulan yang lalu. Para ninja, termasuk Ryu dan Mizuki, telah bekerja keras memperbaiki kerusakan dan memperkuat pertahanan desa. Namun, ketegangan masih menghantui mereka, dan misteri di balik serangan itu belum sepenuhnya terpecahkan.
Pagi yang cerah di Desa Mizugakure, saat sinar matahari perlahan menembus langit. Ryu dan Mizuki berjalan bersama melalui jalan-jalan desa, memantau pembangunan yang sedang berlangsung. Mereka merasa lega melihat desa mereka pulih, tetapi mereka juga tahu bahwa ancaman bisa datang kapan saja.
Tiba-tiba, sebuah burung merpati datang mendarat di pundak Ryu, membawa sebuah pesan yang tergulung erat di kakinya. Ryu segera membukanya dan membaca isi pesan itu dengan serius. Wajahnya berubah serius saat ia mengakhiri membaca pesan tersebut.
Mizuki bertanya, "Ada apa, Ryu? Pesan apa yang kamu terima?"
Ryu menjawab dengan nada khawatir, "Ini adalah pesan darurat dari Pegunungan Inferno. Mereka melaporkan bahwa sebuah bencana besar sedang terjadi di sana. Ada kebakaran besar yang mengancam desa mereka."
Mizuki merasa cemas. "Pegunungan Inferno adalah desa yang sangat dekat dengan kita. Kami harus segera pergi dan membantu mereka."
Mereka segera memberitahu Kepala Desa Mizuki Hoshizora tentang pesan tersebut, dan ia setuju untuk mengirim bantuan secepat mungkin. Para ninja desa bersiap untuk perjalanan mendesak ke Pegunungan Inferno.
Ketika mereka tiba di Pegunungan Inferno, mereka disambut oleh pemandangan yang menggemparkan. Desa itu dikelilingi oleh api yang melalap segala yang ada di sekitarnya. Penduduk desa berusaha keras memadamkan api, tetapi mereka terlalu sedikit dan api terlalu kuat.
Ryu melihat situasi tersebut dan segera bertindak. Ia mengendalikan elemen air dengan cepat, menciptakan gelombang air besar yang membentuk semacam perisai air di sekitar desa. Perisai air itu membantu membatasi perluasan api dan memberikan peluang bagi penduduk desa untuk melarikan diri.
__ADS_1
Mizuki juga bergerak cepat. Dengan elemen airnya, ia membantu penduduk desa memadamkan api yang masih ada di bangunan-bangunan mereka. Keduanya bekerja sama dengan para penduduk desa untuk mengatasi bencana besar ini.
Namun, api itu terlalu kuat dan api baru terus muncul. Ryu dan Mizuki merasa bahwa mereka perlu mencari tahu sumber api ini dan mencoba memadamkannya langsung dari sumbernya.
Mereka bertemu dengan kepala desa Pegunungan Inferno, Kaito Sarutobi, yang sangat cemas. Kaito berkata, "Kami tidak tahu dari mana asal api ini. Ini datang dengan tiba-tiba dan membakar segalanya. Kami perlu bantuanmu untuk menghentikannya."
Ryu bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang tidak biasa sebelum api datang?"
Kaito berpikir sejenak dan kemudian berkata, "Sebelum api datang, kami melihat awan gelap yang aneh di langit. Itu adalah awal dari semua ini."
Mizuki mencerna informasi itu. "Awan gelap mungkin adalah kunci untuk menghentikan ini. Kami harus mencari tahu apa yang menyebabkan awan itu dan menghentikan api dari sumbernya."
Ketika mereka mencapai puncak pegunungan, mereka melihat sesuatu yang mengejutkan. Di tengah-tengah puncak, ada seorang ninja yang memegang kendali atas elemen api dengan sangat kuat. Ninja itu berpakaian hitam dan tampak sangat fokus pada kekuatan elemen api yang sedang ia kendalikan.
Ryu dan Mizuki tahu bahwa mereka telah menemukan sumber api tersebut. Mereka siap untuk bertarung dan menghentikan ninja itu.
Ninja itu memandang mereka dengan mata yang berkilat-kilat. Ia berkata dengan sombong, "Aku adalah Hikaru, penguasa elemen api. Aku adalah yang kuat di antara semua elemen, dan aku tidak akan dihentikan."
__ADS_1
Ryu dan Mizuki siap untuk pertempuran. Mereka tahu bahwa pertempuran ini akan sulit, karena Hikaru adalah seorang ninja yang sangat terampil dalam mengendalikan elemen api.
Pertempuran pun dimulai. Hikaru mengeluarkan serangan-serangan elemen api yang sangat kuat, mencoba mengalahkan Ryu dan Mizuki. Mereka berdua menghadapinya dengan kekuatan elemen air mereka, mencoba memadamkan api yang dipancarkannya.
Pertempuran berlangsung sengit di puncak Pegunungan Inferno. Serangan api Hikaru terus menerus mengancam mereka, dan mereka harus berjuang keras untuk melawannya. Ryu dan Mizuki berusaha untuk mendekati Hikaru agar mereka bisa menghentikan serangan api dari sumbernya.
Saat pertempuran mencapai puncaknya, Ryu mengeluarkan jurus andalannya, "Mizu no Shaping" (Pembentukan Air). Ia mengendalikan elemen air dengan sangat cermat dan membentuknya menjadi sebuah gelombang air yang kuat.
Gelombang air itu mengalir dengan cepat menuju Hikaru, memadamkan api yang ia kendalikan. Hikaru terkejut oleh kekuatan elemen air yang sangat kuat ini. Ryu dan Mizuki melihat peluang untuk menghentikan serangan Hikaru.
Mizuki berkata, "Sekaranglah saatnya untuk mengakhiri ini."
Mereka bekerja sama dengan sangat baik. Mizuki menggunakan elemen air untuk membekukan Hikaru, sementara Ryu mengendalikan elemen air untuk mengalirkan air ke dalam kekuatan elemen api Hikaru.
Hikaru berjuang keras untuk melawan, tetapi ia akhirnya kalah dan terkurung dalam es yang membeku. Pertempuran berakhir, dan mereka berhasil mengalahkan Hikaru.
Mereka membawa Hikaru kembali ke desa Pegunungan Inferno untuk diadili. Kaito Sarutobi sangat berterima kasih atas bantuan mereka dalam menghentikan bencana ini.
__ADS_1
Setelah semua situasi telah terkendali, Ryu dan Mizuki kembali ke Desa Mizugakure. Mereka merasa puas dengan misi mereka yang sukses, tetapi juga merasa penasaran tentang siapa yang berada di balik serangan api ini dan apa motifnya.
Kembali di desa mereka, mereka duduk bersama di teras dan merenungkan semua yang telah terjadi. Ryu berkata, "Misteri ini semakin dalam. Kami berhasil menghentikan api, tetapi kita belum tahu siapa yang bertanggung jawab.'