
kamar billa
"hoammm nyenyak sekalii" melihat jam di atas meja, billa bergegas cuci muka dan segera turun ke lantai bawah..
*disini kamar billa di lantai 2 ya gaisss*
"nek, billa jadi mau keluar ya" sambil menghampiri sang nenek di ruang tv.
"hati-hati bill, jangan pulang terlalu malam" saut sang nenek memandang kepergian billa
nenek sangat senang selama satu tahun ini billa tinggal bersama nya.
sedangkan kakek, juga sangat senang. rumah jadi rame.
di kafe yang terletak di pusat kota jogja tiga gadis sedang asik bercanda tawa.
mereka saling bertukar cerita setelah lama tidak bertemu.
yaapss. mereka adalah billa, vida dan rindi..
vida dan rindi memutuskan pindah kampus ke jogja setelah tau billa akan kuliah
rindi dengan raut wajah yang terlihat jelas sedang bahagia "ga nyangka gw, akhirnya kita bisa bareng-bareng lagi" ucapnya
"modal nekat dong gw" sahut rindi
*rindi teman main billa dan vida sewaktu di cikarang
billa tertawa renyah "kalian mau kesana kesini mah oke oke aja. dompet kalian aman, tinggal minta langsur cair wkwkwk"
"sialan lu" ucap rindi dan vida bersamaan
"oiya bill ngomong-ngomong mau daftar kuliah apaa?" tanya rindi penasaran
__ADS_1
"se mampunya otak gw aja lah. apa aja asal kuliah" jawab billa cengengesan
"serius njirr" sahut vida sambil menimpuk kepala billa
"oke gw serius. gw pengen ambil hukum aja" jawab billa serius
rindi dan vida saling tatap. "lu serius?" tanya nya
"menurut lo? ya gw serius lah, duit gw cukup buat ambil hukum. senin gw tes. smoga aja lolos" ucapny maberi tau.
"kerjaan lu gimanaa? tanya vida
billa memikirkan sesuatu "gw ambil kerjaan event" sahutnya
kedua sahabat billa pun diam. karene mereka tau, seperti apa kehidupan billa.
orang tua yang pilih kasih, lebih menyayang i adik billa yg ke 2, agnes..
"kita selalu ada buat lu bill, jgn sungkan oke" ketiganya lagsung berpelukan
ketiga gadis itu hendak pulang ke kos'an vida
di pertengahan jalan billa melihat 2mobil berhenti, tetapi mobil yg 1nya menghadang mobil hitam yang terbilang mewah
"gaiss, curiga ga sih sama itu mobil" billa menunjuk ke jalan sebrang
"aneh, mogok mungkin" ucap rindi
vida menjawab "enggak deh rin, kaya lagi di cegat gitu" ucapnya tanpa sadar "apa? dicegat?" ucapnya lagi setelah sadar
"puter balik rin, cepet" suruh billa
rindi panik "mau apa lu bil, gilaa kita cewek semua, mana bisa bantuin" enggan untuk putar balik
"lu puter balik atw gw turun nolongin sendiri?" ancam billa
__ADS_1
"oke oke oke bil kita puter balik" sahut vida. rindi mincingkan matanya mendengar jawaban vida.
vida mengedip kan sebelah matanya kepada rindi seolah memberi isyarat untuk diam dan semua aman.
mobil yang di kemudikan rindi pun segera puter balik dan berjalan pelan setelah hampir mendekati mobil yang dihadang.
billa memasang earphone di telinga sembari menelfon, setelah itu telefon vida berbunyi "angkat tlfon gw. gw gabisa pegang hp semisal nanti ada apa-apa. jangan di matiin telfonnya" ucap billa
billa membawa parfumnya dan parfum kedua temannya
billa memberi intruksi ke kedua teman nya
dalam hitungan
satu...
dua....
tiga...
billa membuka mobil dan turun secepat kilat. sedangkan temannya langsung tancap gass
billa memukul ke 3 orang yang menghadang mobil mewah itu dan langsung menyemprotkan parfumnya
"mampus kauu. nih makan nih, rasain nih" ucapnya sambil memukul menggunakan obeng yang sudah di siapkan..
"sialan wanita gila, hentikan jangan ikut campur" ucap salah satu preman.
billa tanpa rasa takut langaung mendekat dan bugggg *ditendang nya barang pusaka sang preman "rasain anjingg bencong kalian*
saat billa ingin mbuka mobil mewah itu, tanpa diduga
*srettttt
"aawwwwwwww"
__ADS_1