Sadar Diri Siapa Aku

Sadar Diri Siapa Aku
kedatangan keluarga bahagia


__ADS_3

mereka sarapan bersama-sama dengan menu andalan rumahan. nasi goreng komplit sayur, tidak lupa telor ceplok dan kerupuk


"masakan nenek paling enak sejagat raya. ya gak rin" puji vida


"ga ada duanya deh" sambung rindi mengacungkan kedua jempol tangannya


"sering-seringlah kesini, nanti nenek masakin menu yang lain" ajak neneek senang karena teman-teman billa sangat menyukai masakkannya


"jangan nek. gak usah disuruh. makain ngak tau diri nanti mereka" cegah billa dengan nada ketus. padahal aslinya billa tidak masalaah. hanya saja pertemanan mereka memang begitu adanya


"enggak boleh gitu bil, nenek senang. apalagi teman teman mu sangat ramah dan di bawain bolu kesukaan nenek loh"


"halah nek itu mah barter sama sarapan"


mereka pun tertawa terbahak-bahak


selesai sarapan dan merapikan meja makan, mereka duduk santai di depan televisi


"nek, agnes mungkin 2minggu lagi mau kesini. tinggal disini juga mungkin" ucap billa memberi tahu nenek


"yasudah bill. memang adikmu itu mau kuliah di jogja sini" sebelumnya nenek sudah di telfon mama billa. ibu ranti.


"makin rame dong bill disini nanti, ngomong-ngomong nyokap lu tau nggak. lu daftar kuliah" tanya vida penasaran.


"nggak usah ada yang ngasih tau!" ucap billa, ketus.


"nggak usah dikasih tau ya nek, aku enggak mau mereka tau. biar aja mereka tau dengan sendirinya" ucap billa lembuy kepada nenek

__ADS_1


sang nenek menghela napas panjang "oke nak. asal kamu bahagia saja"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


tak terasa sudah dua minggu berlalu mama ranti, papa beni, agnes dan jeslin datang juga


mereka datang saat billa sedang bekerja masuk pagi.


"bu, billa kemana" tanya mama ranti kepada nenek


"billa kerja ran, biasanya pulang pukul lima sore sampai rumah" jawab nenek


mama ranti manggut-manggut mendengar ucapan nenek


"gimana nak beni kerjaannya di sana" tanya nenek sambil membawakan papa beni kopi.


Saat nenek dan papa beni mengobrol di teras rumah. mama ranti agnes dan jeselin sibuk membogkar koper mereka, terutama koper agnes.


"mah, aku tidur di kamar mana? Aku butuh kamar yang tenang, supaya fokus belajar." tanya agnes. ia ingin sekali memakai kamar kakaknya. tetapi takut kakaknya tidak setuju


"dimana aja bisa kan kak. itu dekat ruang tamu juga ada ruangan kosong" jawab jesselin cepat


"harus beli almari kasur meja dan masih banyak lagi dong sayang" ucap sang mama. "yaudah nanti mama bicara sama kakak mu, kalau kakak mu billa sudah pulang"


...----------------...


di kedai kopi tiga gadis sedang memikirkan sesuatu

__ADS_1


"gw mager bgt balik kerumah. keluarga bahagia lagi kumpul" ucap billa males. makanan yang ia pesan pun hanya di aduk-aduk saja


rindi melirik kearah vida. yang di lirik pun hanya mengelengkan kepala


"terus lu mau nya gimana bill?" tanya vida


"kita pasti ada buat lu" sahut rindi


Billa tidak menjawab. hingga suara laki-laki membuyarakan mereka


" akhirnyaaa ketemu juga sama kalian" ucap pria yang baru saja datang dan langsung duduk di samping kursi rindi


ketiganya melihat ke arah pria itu "Dillan" ucapnha serentak


"habis dari mana kak? kog bisa disini" tanya rindi


"dari nyariin kalian lahh" jawan dillan. dillan menatap ke arah billa dan berkata. "bila, maaf banget aku lupa enggak ngucapin terima kasih. aku juga lupa enggak minta nomer telefonmu" ucapnya bersalah


"santai aja. lu gausah berlebihan"


"iya kak. yang penting semua aman" sahut rindi


dillan mengeluarkan sesuatu untuk billa "bill ini buat kamu. anggap aja sebagai ucapan terimakasih ku yang udah terlambat ini"


ketiga gadis itu saling lirik.


jiwa penasaran vida semakin meningkat. dengan tidak tau malunya langsung melihat apa isi paperbag itu.. betapa terkejutnya saat sudah melihat isi paperbag tersebut

__ADS_1


"WAAAAUUUU


__ADS_2