
sialan lengan ku luka, batin billa..
billa memandang preman yg membuat luka di lengannya dengan penuh amarah
tampa aba-aba billa menendang pusaka si preman yg membuat lengannya robek.
setelah melihat lawannya tumbang, billa segera masuk ke mobil mewah itu.
dilihatnya si pengemudi tidak sadar diri
beruntung billa bisa mengendarai mobil, sehingga billa langsung pergi dari lokasi
......................
di tempat lain dua gadis khawatir dengan billa
"rin gimana nih si billa. gabisa di hubungin" cemas vida ketika billa tidak bisa di hubungi.
padahal billa sendiri yang berpesan untuk tidak mematikan sbungan telefon, malah billa sendiri yang mematikanya
"lu sih vid. gw bilng gaush puter balik, malah main setuju aja sama ide gilla si billa" kesal rindi
"kalau sampai terjadi apa-apa sama billa, elu yang tanggung jawab" ucap rindi menatap vida dengan kesal
keduanya sangat cemas. hingga bunyi telfon membuat mereka kaget
"hallo bil, lu dimana, lu gapapa kan?" cerocos vida
"gw gpp. lu sini ke Rs XXX cepet " jawab billa langsung memutuskan sambungan telefonnya
"apa kata billa vid, gapapa kam dia" tanya rindi penasaran
__ADS_1
"kita ke Rs XXX sekarang" perintah vida
rindi pun menurut saja. pikirnya pasti billa disana
......................
di Rs luka billa segera di tangani doker yang sedang jaga
dan pria yang ditolong billa pun juga mendapat perawatan atas perintah billa
1jam kemudia, kedua sahabat billa sudah datang. kan cemas melihat keadaan billa, apallagi melihat luka di tangan billa yang mendapat 12jaitan
"serius lu gapapa bill?" ucap rindi pelan
billa tersenyum "its okey gaiss gaush lebay" jawab nya
"kita kawatir bill, lu malah kaya gapunya dosa" ketus vida
"lah mana gw tau, gw smape lobi Rs langsung di tangani" ucap billa santai " tapi gw sempet bilang le perawatnya klw di mobil ada org yg ga sadar" sambungnya
"Ohhh" jawab nya
mereka tidur di ruangan ugd tempat billa di beri penanganan tadi
......................
saat pagi tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan pria tinggi dan tampan
"kamu pasti yg menolongku ya?" tanya si pria sambil melihat luka di tangan billa
__ADS_1
rindi vida billa saling lirik. "iya gw" ucap billa sambil memejamkan matanya
si pria mendekat ke billa dan "kenalin aku dilan, makasih udah mau nolongin aku tadi malem" ucapnya tersenyum
"santai aja" ucap billa
mereka terdiam mendengar jawaban billa
rindi sampai geleng-geleng kepala mendengar apa yang di ucapkan sahabatnya.
'kok punya temen bodoh bgt. kenapa ga minta uang ganti rugi' batin vida
bunyi suara hp membuyarkan lamunan mereka
"hallo bu ada apa?" jawab rindi dengan seseorang di dalam telfon. "baik bu"
"bill, kita harus cabut dullu. gapapa kan? ada urusan mendadak" ucap rindi. ga enak hati harus ninggalin billa dalam keadaan terluka seperti ini
belum sempat billa mejawab,
"lah kita mau kemana rin?" tanya vida
"lo lupa? kita kn ada janji sama ibu kos baru. hariini kiga jadi pindah kos kan?" jawab rindi
*gw lupa, gimana bill, gapap kan? tanya nya hati-hatii
"santai aja, kalian pergi aja. gw gapapaa lagian luka nya udah di obatin dokter
akhirnya rindi dan vida memutuskan meninggalkan billa di ra bersama pria yang di tolongnya
"kita cabut dullu ga bill, kalau ada apa-apa langsung telfon aja" ucap vida
__ADS_1
billa menjawab dengan mengacungkan jempolnya