Saga Of Ard Evil Kills God

Saga Of Ard Evil Kills God
Episode 04 : Kakak


__ADS_3

"Siapa kau?"


"Namaku Seth" Jawab Suara itu.


"Seth ,Kau pasti salah satu dari Iblis biadab itukan!" Teriak Ard.


"Iblis? apa yang kau maksud?"


"Kau pasti salah satu iblis yang mengaku sebagai dewa kan!"


"Dewa? aku membenci mereka ,mereka selalu meremehkan kekuatan ku sebagai dewa permainan ,selain itu mereka selalu menganggap ku lemah karena tidak pandai bertarung" Balas Seth.


"Kau..."


"Aku tahu kau juga membenci para Dewa ,jadi izinkan aku bekerja sama denganmu untuk membunuh para Dewa itu dan mengambil takhta para Dewa" Seth menawarkan kerja sama dengan Ard.


"Heh...Aku tidak peduli ,aku hanya ingin membalas mereka dengan tanganku sendiri tanpa bantuan siapapun" Ard menolak tawaran untuk bekerja sama dengan Seth.


"Hah..Jadi kau tidak mau ya"


"Benar!"


"baiklah kalau begitu aku akan menunggumu di Valhalla dan melawanmu ,jadilah kuat" Seth menantang Ard.


"baiklah aku pasti akan bertambah kuat dan akan membunuhmu suatu saat nanti" Ard menerima tantangan Seth.


"Ard bangun" Alfonso membangunkan Ard.


"Ada apa Kak Alfonso" Ard bangun dan menguap.


"ini makananmu" Alfonso memberikan makanan untuk Ard.


"oh terima kasih"


"Sama-sama"


Ard memakan makanan yang diberikan oleh Alfonso ,saat Ard memakan makanan itu Ard menangis.


"Woy ada apa kenapa kau menangis? apakah


Makanannya tidak enak?"


"Tidak ,ini adalah makanan yang paling enak ,karena selama aku ada dirumah aku hanya mampu membeli makanan dengan rasa hambar , nenekku sudah sepuh dan dia tidak bisa memasak" Ard menjelaskan kenapa dia menangis memakan makanan yang diberikan oleh Alfonso.


"Oh begitu ya ,masa lalumu sedih sekali" Alfonso memeluk Ard.


"Sialan kenapa tiba-tiba aku menangis" meskipun tubuhnya menangis namun pikirannya tetaplah tidak terima.


Setelah selesai makan Ard dibawa jalan-jalan di sekitar ibu kota oleh Alfonso.


"Wah keren sekali!" Ard terpesona melihat keindahan ibu kota Ephila dari dekat.


"Kau senang?"


"hmm" Ard mengangguk.

__ADS_1


"Aku harus bertingkah seperti anak-anak 10 tahun agar dia tidak curiga"


"Anak sepolos ini terlibat dengan ledakan itu? tidak mungkin lah!" Alfonso meragukan kecurigaannya sendiri.


"Kak Alfonso aku ingin beli itu" Ard menunjuk ke toko gurita bakar.


"baiklah" Alfonso mengiyakannya.


"mau beli berapa?"


"aku mau beli tiga ,satu untuk aku dan dua untuk Kakak"


"baiklah"


"Pak beli tiga" Alfonso membeli gurita bakar.


"baiklah" penjual gurita ,membakar guritanya dan memberikannya kepada Alfonso.


"berapa pak harganya?"


"Harganya 6 perunggu"


"baiklah" Alfonso membayar gurita bakarnya dan memberikannya satu kepada Ard.


"hmm enak sekali ya kak Alfonso"


"iya benar"


Mereka melanjutkan jalan-jalan sambil memakan gurita bakar yang telah Alfonso beli ,selain itu mereka juga membeli makanan dan oleh-oleh lain.


"Apa kau senang Ard?"


"Iya aku sangat senang ,tidak pernah aku merasa sesenang ini sebelumnya ,terima kasih Kakak Alfonso!"


"Baiklah sekarang aku harus kembali ke istana" Alfonso berniat untuk kembali ke istana dan melanjutkan pekerjaannya lagi sebagai seorang komandan ksatria.


Namun Ard memegang baju Alfonso dan memintanya untuk tidak meninggalkannya.


"Kakak...jangan tinggalkan aku!" Ard memeluk punggung Alfonso.


"eh tapi Kakak harus melanjutkan pekerjaan Kakak"


"Tidak mau ,aku tidak ingin sendirian lagi!" Ard juga menangis memohon untuk tidak meninggalkannya.


"Bagus ,aku bisa bersikap seperti anak kecil ,meskipun sangat tidak menyenangkan menangis di depan umum" Pikir Ard yang mencoba membujuk Alfonso.


"baiklah aku akan membawamu ke istana kerajaan" Karena Alfonso kasihan melihat Ard yang menangis Alfonso berencana membawa Ard ke istana kerajaan.


"Bagus di sana aku bisa mencari informasi tentang Iblis biadab itu dan juga menjadi seorang penguasa" Ard senang karena rencananya berhasil.


Alfonso membawa Ard ke istana kerajaan ,dan membawanya ke pesta ,karena kebetulan saat itu ada pesta para bangsawan.


"Tuan dan nyonya dan para hadirin sekalian mari kita mulai pesta menyambut Kehadiran pahlawan yang telah datang" Raja berteriak kepada para bangsawan yang datang.


"Pahlawan?" Ard yang tidak pernah tahu tentang konsep pahlawan dalam dunia fantasi.

__ADS_1


Saat Pahlawan itu datang Ard langsung terkejut karena melihat wajah pahlawan yang sangat mirip dengan rekannya dulu yaitu Sato.


"Sato ,apakah itu dia?"


Semua orang di pesta itu bersorak dengan penuh rasa kegembiraan yang menyelimuti seluruh istana.


"Namaku adalah Sato Izuya ,aku bersumpah atas nama Dewa akan menjaga kerajaan dari serangan orang luar" Sato meneriakkan sumpahnya kepada semua orang yang menghadiri pesta itu.


Semua orang bersorak karena mendengar sumpah yang diteriakkan oleh Sato.


"Hmm mungkin aku akan jadi musuhnya suatu hari nanti ,Sato aku akan menunggumu" Ard pergi keluar dari istana.


"Ard ,kau mau kemana?" Alfonso bertanya kemana Ard akan pergi.


"Tidak hanya melihat pemandangan di langit yang indah" Jawab Ard.


"Sikapnya dewasa sekali sebagai seorang anak kecil" Alfonso mulai mencurigai Ard lagi ,karena sifatnya yang dimana jarang ada anak seumurannya yang berbicara dengan nada seperti Ard.


Setelah itu semua bangsawan berpesta berdansa ,dan minum-minum bersama ,pesta yang sangat meriah.


"Kakak Alfonso ,aku ingin kau tahu sesuatu" Ard ingin memberitahu sesuatu kepada Alfonso.


"HM Apa itu?"


"Sains" Jawab Ard.


"Sains..Apa itu?" Alfonso tidak tahu apa arti dari kata-kata Ard tentang sains.


"Tidak ,itu hanya main-main Aku hanya memikirkan suatu yang keren!" Jawab Ard dengan nada bercanda ,karena Ard tidak ingin dia dicurigai lebih dalam lagi oleh Alfonso.


"Sains ya ,meskipun nadanya bercanda tapi aku yakin kata-katanya itu memiliki arti yang luas" Namun bukannya Alfonso mengurangi kecurigaannya terhadap Ard ,Alfonso malah semakin Curiga dengan Ard karena pernyataan Ard tersebut.


Banyak wanita yang gemes dengan Ard karena imut dan pipinya yang tembem , Sebenarnya Ard kerepotan karena hal ini tapi dia harus bertahan.


"Kyaa!"


"Imut sekali!" Beberapa wanita memencet pipi Ard yang sangat imut tersebut.


"Kakak Alfonso tolong aku" Ard meminta tolong kepada Alfonso.


"heh kalian sudahlah!" Alfonso mencoba menghentikan orang-orang menyentuh tubuh Ard.


Namun bukannya situasinya tenang ,para bangsawan wanita langsung menyerbu ke arah Alfonso karena ketampanannya dan Alfonso juga kerepotan.


Setelah beberapa jam ,pesta berakhir dan semua bangsawan pulang ke rumah masing-masing , begitu juga Alfonso.


"Ard"


"Ada apa Kakak Alfonso?"


"Apakah kamu mau pulang ke rumahku dan menjadi adikku" Alfonso menawarkan Ard untuk menjadi adiknya.


Tentu saja Ard menerima tawaran tersebut dengan senang hati , walaupun sebenarnya ini adalah rencana Ard supaya mendapatkan tempat tinggal dan juga mencari informasi.


Setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan sampai ke Rumah Alfonso yang sekarang juga menjadi Rumah baru bagi Ard

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2