Saga Of Ard Evil Kills God

Saga Of Ard Evil Kills God
Episode 07 : Pahlawan


__ADS_3

Valhalla/Surga


___ ___ ___ ___


Pengkhianatan salah satu terhadap surga membuat banyak Dewa bertanya-tanya siapa diantara mereka yang berkhianat.


"Sialan padahal sudah ada dua dewa yang berkhianat , sekarang ditambah satu lagi!"


"Tenang tuan"


"bagaimana aku bisa tenang ,jika seperti ini kekuatan dewa akan semakin melemah dengan adanya para pengkhianat itu.


"Sepertinya kita harus melakukan pengangkatan manusia menjadi Dewa lagi" Usul salah satu Dewa.


"Kita sudah mengangkat dua manusia sebagai Dewa untuk menggantikan posisi kosong para dewa yang berkhianat!"


"Bagaimana kalo kita mengangkat pahlawan yang baru dipanggil itu saja"


"Sang pahlawan Sato Mikami"


"Baiklah kita akan memberikan dia sedikit tantangan supaya dia bisa cocok menjadi Dewa"


Dalam rapat itu para Dewa setuju untuk mengangkat Sato sebagai Dewa namun memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi.


Kerajaan Ephila


___ ___ ___ ___


"Sato Mikami kau dipanggil untuk menghadap raja"


"Baiklah" Sato yang sedang memoles pedangnya segera beranjak pergi untuk menghadap sang raja.


"Sato ,aku akan memberikanmu tugas untuk membunuh burung Astrevonim yang ada di hutan Pholoe" perintah sang raja


"Baik raja!" Sato segera memakai baju zirahnya dan berangkat menuju ke lokasi yang telah ditunjukkan melalui peta.


Ditengah perjalanan Sato menemukan jejak-jejak manusia yang berada di sana ,Sato berasumsi bahwa orang ini antara sudah mati atau dia masih hidup ,namun Sato merasa mustahil ada orang biasa yang bisa keluar dari hutan Pholoe hidup-hidup karena hutan yang dikenal sebagai hutan iblis ,hutan yang penuh dengan hewan berbahaya seperti burung raksasa banteng raksasa dan cacing pemakan manusia.


"Sepertinya aku mendengar sesuatu" Sato mendengar suara di semak-semak ,Sato langsung bersiaga mengambil kuda-kuda.


Dan ternyata yang muncul adalah cacing pemakan manusia.


"Sialan dia muncul pada waktu yang tidak tepat!" Sato melawan cacing itu dengan pedangnya.


"Kalo tidak salah nama cacing ini adalah cacing Daemoxius"


Awalnya cacing ini unggul dengan mementalkan Sato hingga menabrak pohon.


"Sialan dia kuat sekali!" Sato mengelap darah yang ada di mulutnya.


"Kalau begitu rasakan serangan ku yang selanjutnya"

__ADS_1


"Deadman Slash"


Deadman Slash: Sebuah serangan yang mampu memotong makhluk dari sisi terkecil dan membuat makhluk apapun yang terkena jurus ini akan mati seketika.


Setelah diserang menggunakan Deadman Slash ,cacing Daemoxius langsung terbelah menjadi 27 bagian.


"Akhirnya berhasil!"


"Tunggu jangan senang dulu aku harus berhadapan dengan monster yang jauh lebih kuat lagi" Sato pergi menelusuri hutan Pholoe lebih dalam lagi.


Disisi lain Ard yang sudah siuman menemui Alfonso dan Lilia ,melihat itu Alfonso dan Lilia merasa senang karena Ard telah siuman dari pingsan.


"Ard , akhirnya kau bangun ,oh terimakasih tuhan" Lilia memeluk Ard.


Alfonso yang melihat itu ikut terharu ,namun tidak dengan Ard itu sendiri , bukannya dia bersedih dia menjadi semakin berambisi ,namun dia sengaja menangis juga.


"Bagus mereka percaya bahwa aku menangis" Didalam hati Ard ,dia tersenyum dengan licik karena telah mendapatkan informasi dan kesempatan kabur.


Setelah itu Lilia memasak makanan yang banyak untuk merayakan bangunnya Ard.


"Selamat makan" Keluarga Alfonso makan dengan bahagia.


Setelah selesai makan Ard keluar rumah dengan alasan bermain.


"Mama aku mau keluar"


"Mau kemana nak?"


"Baiklah" Lilia mengizinkan Ard keluar rumah untuk bermain.


Namun di luar rumah bukannya bermain Ard malah menggunakan kesempatan itu untuk berlatih kekuatan gravitasinya ,namun dia harus bersembunyi di tempat yang agak jauh dirumahnya.


"Akhirnya aku bisa berlatih disini juga"


"Gravity Pulse" Ard menggunakan kekuatan ketiga dari lima jenis kekuatan sihir gravitasi.


Gravity Pulse: Kekuatan yang memungkinkan untuk menekan getaran yang menyebabkan detakan pada tanah yang bisa didengarkan sampai 1 Km , kekuatan ini bukanlah kekuatan serangan melainkan hanya untuk mengirim pesan atau sekedar membuat musuh lengah.


Getaran yang dihasilkan oleh Ard ternyata dirasakan Lilia ,hal ini membuat Lilia panik karena mengira bahwa ini adalah gempa kecil yang akan membahayakan.


Lilia berlari mencari Ard ,namun setelah itu detakan gravitasi terhenti dan membuat Lilia sedikit lega.


Hutan Pholoe


___ ___ ___ ___


Bukan hanya Lilia bahkan Sato juga merasakan detakan ini dan bergegas berlari menuju ke arah detakan ,namun saat detakan berhenti Sato malah tersesat entah dimana.


"Sepertinya itu adalah hewan besar ,dan sekarang dia sudah menjauh" Sato berasumsi bahwa itu berasal dari hewan yang besar.


Namun Sato merasa janggal karena dari tadi dia tidak merasakan keberadaan binatang raksasa ,Dia juga sadar bahwa Detakan ini berasal sangat jauh dari hutan Pholoe.

__ADS_1


Sato ingin segera menemukan penyebab detakan ini ,Sato ingin percaya bahwa mungkin ini adalah gempa kecil namun kalau gempa kecil , Detakanya tidak akan sekecil ini.


Saat perjalanan Sato tidak sengaja menemukan reruntuhan gunung yang hancur ,melihat itu Sato teringat tentang kasus yang baru-baru ini dibicarakan ,yaitu tentang hukuman illahi.


Sato berniat menjelajahi Gunung itu dan menemuka sisa-sisa energi sihir yang tersebar ,namun dia baru sadar bahwa dia merasa bahwa energi ini terlalu terang untuk sekelas sihir.


"Sepertinya ini bukan sihir ,tapi apa?"


"Baiklah kalau begitu aku akan bermalam disini untuk sedikit menyelidiki tentang kehancuran gunung ini" Sato membuat tenda dari kayu-kayu yang tersebar.


Sato melepas zirahnya dan menyimpannya di dalam tenda.


Malam pun tiba


Sato membuat api unggun sebagai penerangan di malam hari ,Sato merasa bahwa dia sedang diikuti oleh seekor makhluk ,Sato segera bersiaga memegang pedangnya.


"Ayo kesini aku tidak takut , kalau berani datang sendiri!" Sato menantang makhluk itu untuk berhadapan dengannya.


Makhluk itu langsung berlari dan hendak menyerang Sato ,namun Sato yang sudah bersiaga duluan langsung menebas makhluk itu hingga terbagi menjadi dua bagian.


Sato memasak hewan itu sebagai makanan ,Saat sedang makan Sato teringat tentang rekan satu pekerjaannya yaitu Musashi.


Masa lalu sebelum Sato dikirim ke dunia lain...


"Musashi kenapa kamu mati duluan!" Sato menangis karena rekan satu timnya telah mati.


Dengan rasa sakit yang amat sangat dihatinya Sato melanjutkan projek yang telah dia bangun bersama Musashi.


"Musashi andaikan kau disini pasti alat ini lebih cepat selesai"


"Sato ini arsip yang kau minta!"


"Baiklah" Sato mengambil arsip itu dan melanjutkan menyelesaikan alatnya.


Sato membuat benda ini sendirian tanpa bantuan Musashi sebagai penyempurnanya.


Sato kemudian hendak pergi membeli makanan untuk dia makan di dalam laboratorium.


Ditengah perjalanan Sato melihat ada lima orang yang menggangu seorang gadis SMA ,Sato yang melihat itu tidak tinggal diam dan ingin menolong gadis itu ,Sato langsung memukul salah satu preman.


"Rasakan ini!"


Preman lain yang melihat ini tidak tinggal diam dan mengeroyok Sato ,Namun setelah beberapa menit satu lawan lima Sato bisa bertahan namun pendarahan di dadanya sudah tak tertolong dan dia tak sadarkan diri.


Saat Sato membuka matanya dia melihat seorang pria tua.


"Siapa kau?"


"Aku adalah Dewa"


"Dewa!" Sato Terkejut mendengar hal itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2