Saga Of Ard Evil Kills God

Saga Of Ard Evil Kills God
Episode 05 : Penyihir dan Sihir


__ADS_3

Saat mereka sampai ke rumah Alfonso ,Ard melihat bahwa rumah Alfonso cukup besar.


" Wah besar sekali!"


"Aku pulang" Alfonso masuk kedalam rumahnya.


"Selamat datang Sayang" Istri Alfonso menyapa kepulangan Alfonso.


"Oh siapa dia?" Istri Alfonso bertanya tentang Ard.


"Oh dia Ard dia adalah anak malang yang kutemukan" Jawab Alfonso.


"oh kasihan sekali anak ini" Istri Alfonso memeluk Ard.


"Ini sangat tidak nyama ,tapi aku harus menahannya supaya meniggalkan kesan yang baik" Pikir Ard.


"Bagaimana kalo kita jadikan dia anak angkat kita" Usul Alfonso.


"oh begitu ya baiklah" Istri Alfonso mengiyakannya.


"Aku akan dijadikan sebagai anak angkat mereka ,aku harus memanfaatkan mereka dengan baik" Pikir Ard.


Kemudian Ard menjadi anak angkat Alfonso dan istrinya yang bernama Lilia , sebelumnya Ard memanggil Alfonso sebagai Kakak namun karena status Ard yang merupakan Anak angkat dari Alfonso dan Lilia jadi dia memanggil keduanya dengan sebutan Papa Mama.


Keesokan paginya...


Suara burung berkicau diluar rumah Alfonso.


"Ard ayo bangun" Lilia membangunkan Ard yang tertidur.


"Oh selamat pagi Mama" Ard terbangun.


Ard turun dari tempat tidur dan menuju ke ruang makan ,sisanya ada Alfonso yang sedang menunggu.


"Oh Papa selamat pagi"


"oh pagi juga Ard"


Setelah itu Alfonso ,Lilia dan ,Ard sarapan , Setelah itu Alfonso pergi untuk bekerja di istana sebagai komandan ksatria.


"Baiklah mungkin aku akan , bersekolah untuk kedepannya" Pikir Ard.


"Ard!" Lilia memanggil Ard.


"Iya Mama"


"Tolong ambilkan batu dikotak di bawah meja!"


"Baik!"


Ard mengambil Kotak dibawah meja ,Namun Ard bisa merasakan kekuatan sihir ,jadi Ard langsung tahu bahwa itu adalah batu sihir.


"Luar biasa!" Pikir Ard


"Dia punya batu sihir sebanyak ini ,mungkin aku akan menjadikannya salah satu eksperimen sains ku"

__ADS_1


Kemudian Ard membawa Kotak ini ke Lilia ,Diluar Lilia menggunakan batu ini untuk menggunakan sihir ,karena Lilia adalah seorang penyihir.


Di sana Lilia menggunakan beberapa sihir dari batu sihir yang berbeda.


"Sihir ya ,aku jadi ingat kata-kata Arthur C. Clarke SETIAP TEKNOLOGI YANG MAJU ,TIDAK ADA BEDANYA DENGAN SIHIR" Pikir Ard


"Ard apakah kau ingin mencoba juga" Lilia menawarkan Ard untuk mencoba kekuatan sihir.


"Baiklah" Ard mengiyakannya.


"Normalnya anak muda sepertimu memakai sihir dengan batu sihir ,namun ada langka dimana mereka ada yang langsung bisa menggunakan sihir tanpa perantara batu sihir" Ucap Lilia menjelaskan.


"Oh...baiklah"


"Untung saja Lilia menjelaskannya dahulu kalau aku langsung menggunakan sihir gravitasi tanpa batu sihir maka pasti akan terjadi hal yang tidak ku inginkan" Pikir Ard yang merasa lega.


"Apakah ada batu sihir gravitasi tidak ya si dunia ini ,aku kan pengguna sihir gravitasi" Ard berpikir untuk bertanya.


"Lilia apakah ada batu sihir gravitasi?" Ard bertanya kepada Lilia.


"Gravitasi? Apa itu? " Lilia menjawab pertanyaan dengan bertanya lagi karena dia tidak tahu apa itu gravitasi.


"Oh jadi di dunia ini tidak mengenal konsep Gravitasi ala Newton atau Einstein ya"


"Tidak jadi aku hanya main-main gravitasi itu hanyalah julukan untuk orang di sana"


"Oh begitu kah ,kalau begitu ambillah batu ini satu-satu dan cobalah sihirnya satu satu" Lilia memberikan Ard batu kotak batu sihir.


Ard telah mencoba semua batu sihir mulai dari api ,air ,tanah ,angin ,petir ,alam ,cahaya ,dan kegelapan namun hasilnya nihil ,Karena pada dasarnya Ard adalah pengguna sihir yang tidak ada di dunia itu yaitu gravitasi.


"baiklah aku akan coba belajar besok"


Kemudian Lilia dan Ard masuk ke rumah untuk menunggu kepulangan Alfonso.


Setelah beberapa jam ,Alfonso pulang dengan tubuh yang sudah luka-luka.


"Aku pulang"


"Selamat datang Sayang ,tubuhmu kenapa sayang" Lilia melihat sekujur tubuh Alfonso luka-luka.


"Tidak apa-apa aku hanya berlatih seperti biasa ,tapi aku dikeroyok untuk melatih kecepatan serangan ku" Alfonso menjelaskan kenapa dia bisa terluka.


Setelah itu Alfonso masuk dan diobati.


Saat malam mereka makan malam di meja makan.


"Sayang bagaimana kalo besok kita menyekolahkan Ard" Usul Lilia.


"Baiklah kalau begitu ,oh iya usiamu berapa Ard?" Alfonso menanyakan usia Ard yang telah lama tidak dia tanyakan


"Umurku 10 Tahun"


"10 Tahun ya ini akan sedikit sulit ,karena sekolah sihir biasanya kebanyakan muridnya adalah anak berusia 12 tahun"


"oh iya sayang ,Ard sepertinya tidak memiliki kekuatan sihir elemen mungkin dia bisa menjadi seorang ksatria sepertimu nantinya" Lilia memberitahu bahwa Ard tidak memiliki afinitas sihir elemen.

__ADS_1


"oh begitu yah kalo begitu nanti kita menyekolahkan dia di sekolah ksatria" Usul Alfonso.


"oh itu ide bagus"


"Sepertinya nanti aku akan menggunakan sihir gravitasi" Pikir Ard.


"Ard ,kau mau kan menjadi ksatria"


"iya mau" Ard mengiyakannya.


Setelah itu mereka makan ,mandi dan melakukan kegiatan lainnya.


"Selamat tidur Ard"


"Selamat tidur juga mama"


Lilia menutup pintu dan pergi ke kamar tidur lainnya.


"Baiklah sepertinya aku harus menjadi seorang petualang untuk meningkatkan levelku ,tapi bagaimana caranya agar aku bisa menjadi petualang tanpa menarik perhatian ,orang disekitar"


"Apakah aku harus menggunakan sihir gravitasi untuk mengalahkan musuh atau teknik berpedang , sayangnya aku belum bisa teknik pedang , Bagaimana ini?" Ard kepikiran bagaimana caranya menjadi petualang.


"Tapi meskipun bisa aku menjadi petualang ,Alfonso dan Lilia akan mengkhawatirkan ku"


Saat Ard sedang termenung tiba tiba waktu berhenti ,dan dewa lainnya muncul dihadapan Ard.


"Sialan iblis biadab datang lagi kau ya"


"Jadi kau Ard seorang anak manusia yang sangat ingin melawan para dewa"


"lalu kenapa jika iya"


"Aku akan memberimu satu mukjizat lagi" Ucap Dewa itu.


Namun seperti biasa dengan tegas Ard menolaknya.


"Lagi-lagi mukjizat ,kalian sudah memberikanku kalung kutukan yang tidak bisa dilepas sekarang kau ingin memberiku kutukan yang lain dasar biadab" Ard lagi-lagi mencaci maki Dewa yang ada didepannya.


"Masalahmu akan terselesaikan jika kau mau berdoa kepada para Dewa"


"Apa? berdoa kau menyuruhku memohon kepada para iblis biadab itu untuk masalahku ,karena kalianlah masalahku jadi semakin bertambah banyak kau tahu!"


"Aku tidak mau mendengarkan apa yang kau ocehkan anak kecil tapi saat aku memberimu mukjizat ini kau akan berdoa kepada Tuhan lagi untuk membangkitkan kekuatanmu"


"Bacot aku tidak mau ,ya tidak mau dasar brengsek"


"Kalian makhluk biadab selalu memaksa manusia agar berdoa kepada kalian"


"Aku akan membunuh kalian suatu saat nanti tunggu saja"


"Baiklah kalau begitu aku akan pergi ,namun aku akan memberimu kekuatan mukjizat lagi suatu saat nanti"


Kemudian Dewa itu pergi meninggalkan Ard yang sedang kesal dan marah kepada para dewa.


"Sialan andaikan aku lebih kuat aku akan membunuh kalian"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2