
Akhirnya jelita dan Reno sampai disekolah, nampak begitu sudah banyak siswa yang berangkat, sekolah Nusa bangsa adalah sekolah favorit yang banyak siswa berpenampilan bagai seorang model, jelita yang saat ini turun dari mobil terlihat sangat cantik, namun banyak tatapan iri melihat kedekatan jelita dengan Reno
" Aku anterin ke kelas kamu ya" jelita hanya mengangguk, Reno berjalan sambil menggandeng jelita namun banyak yang bisik-bisik tapi masih terdengar oleh jelita.
" Tuh liat jelita songong banget ya" ucap salah satu siswa
" Iya, sok kecakepan, mungkin reno kena pelet" ujar siswa dengan senyum mengejek
Jelita yang mendengar tak mau ambil pusing, karna memang ini bukan pertama kalinya dirinya diejek, memang pacaran dengan Reno yang banyak fansnya harus tau resikonya.
Jelitapun sudah sampai didepan kelas, jelita dengan wajah yang bersemangat
Reno pun pergi ke kelasnya karena mereka beda kelas Reno merupakan anak IPS. Jelita melangkahkan kaki ke kelas namun tidak disambut baik malahan disambut grombolan cewe yang ketua gengnya ngefans bahkan kecintaan dengan Reno
" eh..ehh... si pelakor dateng juga nih"ujar Siska dengan menghadang langkah jelita
" Iya nih ngga tau malu banget" ketus Dinda dengan menyilangkan kedua tangan didadanya.
__ADS_1
" Mungkin aja Reno kena pelet, memang si Jelita cantik tapi tetep aja dia pelakor " ujar vera yang merupakan teman Siska dan dinda yang terbilang polos dan lemot
Hera menarik napas, lalu berjalan mendekati mereka dengan menatap tajam, siskapun juga menatap dengan tajam.
" Gue ngga pernah melet Reno, dan sejak awal Reno yang deketin gue duluan" ucap jelita dengan nada penekanan
" Udah lha jelita ngga usah dengerin" ucap devan dengan menarik tangan jelita agar jauh dari siska geng.
Devan merupakan siswa yang tampan dan terbilang cuek, namun beda ketika dengan jelita mereka bersahabat dari kecil karena orang tua mereka adalah rekan bisnis. Bukan hanya tampan saja Devan juga tak kalah pintar dari jelita bahkan kepintarannya diatas rata-rata, Devan juga seorang penerus perusahaan besar orang tuanya.
" Lo kenapa si narik gue, gue belum kasih mereka pelajaran" jelita terlihat sangat kesal
" Ini masih pagi, masa mau buat masalah" Devan duduk dan menatap jelita yang telihat kesal
" Jelek banget si muka lo ketekuk gitu" ujar Devan dengan nada datar
" nyebelin banget si lo, bikin nambah kesel aja" Jelita sambil memukul lengan Devan
__ADS_1
" Awww.. sakit kampret" Devan yang terlihat Refleks padahal tidak sakit karena Devan terbilang jago dengan bela diri dan sudah kebal dengan pukulan.
" Pokonya Lo harus tanggung jawab nanti jam istirahat lo harus tlaktir gue sepuasnya " ujar jelita sambil membayangkan makanan
" Tanggung jawab apanya, justru lo harus berterima kasih sama gue "
" Pokoknya lo harus tlaktir " Jelita menekankan suaranya
" Iya gue tlaktir, anak sultan masih aja minta tlaktir, habis ntar duit gue" Ini bukan kali pertama jelita minta ditlaktir Devan
" Lo juga anak sultan bambang, uang lo ngga bakal abis hanya karna buat nlaktir gue"
" Iya juga ya, sampe 10 turunan ngga abis" Devan tersenyum dengan ekspresi bangganya
Belpun berbunyi dan guru datang untuk mengajar, para muridpun langsung duduk ditempat masing-masing. Hari ini pelajaram Matematika yang terkenal Ibu citra dengan kegalakannya dan disiplin.
" Anak-anak hari ini kita akan membahas PR minggu kemarin, sekarang kumpulkan, dan ibu harap tidak ada yang lupa mengerjakan" dengan nada datar Ibu citra
__ADS_1