Sahabat Berakhir Dengan CINTA

Sahabat Berakhir Dengan CINTA
3


__ADS_3

" ya udah jel, gue beli roti sama minum dulu buat lo, dokter tadi nyuruh lo makan"ujar Devan dengan datar


" Biar gue aja yang beli" jawab Reno yang hendak berdiri dari posisi duduknya namun terhalang oleh ucapan Devan


"Udah lo disini aja temenin jelita" Devanpun keluar untuk menuju kantin,


saat dikantin Devan berpapasan dengan Siska yang sekarang menatap kagum ke Devan


" Devan makan bareng yuk" ajak Siska dengan semangat


" Lain kali aja" ucap datar Devan, Devan memang cuek dengan orang lain apalagi tentang cewe namun lain halnya dengan Jelita yang merasa akrab bahkan dekat


" Si jelita nyusahin banget yaa, lo kenapa si mau temenan sama dia" Siska dengan ekspresi tak suka dengan jelita


"Itu bukan urusan Lo" Devanpun pergi tanpa menghiraukan ocehan Siska


Siska menatap kepergian Devan dengan tersenyum sinis " suatu saat gue bakal dapetin lo Devan" batin siska


Di dalam uks jelita masih terbaring karna masih merasa pusing dikepalanya, cuaca hari ini betul-betul membuat energi jelita terkuras.


" Makasih ya, kamu udah perhatian sama aku" jelita menatap Reno yang masih menggenggam tangannya

__ADS_1


" iya sayang, ohh ya aku kurang suka kamu deket-deket sama Devan" ekspresi Reno menunjukan bahwa ia tak suka dengan Devan, bukan apa-apa karna devan slalu memojokannya perihal Jelita


" lho memangnya kenapa" Jelita nampak bingung, setau dia Devan dan Reno tidak pernah ada masalah, ya karna Jelita belum tahu tentang Reno yang aslinya


" Aku ngga suka kamu deket-deket sama dia, aku takut kamu ninggalin aku" Reno dengan ekspresi sok sedihnya


" aku suka sama Devan? hahaha, ngga lha aku sama Devan itu sahabatan dari kecil. lagian aku juga cintanya sama kamu


eeehemmm....


suara deheman Devanpun tedengar dan jelitapun melepas genggaman tangannya, Reno menatap tingkah jelita heran dan bertanya-tanya.


" nihh makan dulu, kalau lo masih pusing mending istirahat disini nanti gue izinin ke guru mapel" Devan sambil menyodorkan bungkusan Roti coklat keju dan minuman ke jelita


" Ya udah gue ke kelas dulu, Lo baik-baik disini" Devan berlalu pergi


" Iya bawel.. " Jelita mengeraskan suaranya karena Devan sudah jauh


Reno masih duduk di kursi samping jelita, jelita nampak lahap memakan nya, karna memang ia sudah sangat lapar. hukuman hari ini menguras energinya.


" Kamu ngga Balik ke kelas" tanya jelita sambil memasukan roti ke mulutnya

__ADS_1


"Kamu ngga papa sendirian disini"


"Ngga papa, kamu ke kelas aja, aku ngga mau kamu bolos pelajaran gara-gara nemenin aku" Jelita tidak ingin merepotkan pacarnya, dia juga tidak ingin dianggap cewe yang nyusahin walaupun Reno pacarnya


" Kamu selesaiin makanya, ntar kalau udah selesai gue ke kelas"


" kamu ngga makan?" tanya jelita yang memang tak enak Reno belum makan gara-gara menemaninya


"udah ko, tadi pas aku dikantin selesai makan ada yang bilang kamu pingsan, terus aku samperin deh kesini"


"Berarti banyak yang tau aku pingsan?" tanya jelita yang penasaran


" Iya, kan kamu digendong Devan jadi banyak yang lihat" ujar Reno yang mengingat kejadian tadi siang yang ramai membicarakan Devan dan jelita


" Ohh iya, buku tugas kamu nanti aku kembaliin, makasih ya dan maaf gara-gara aku kamu jadi dihukum" Reno dengan ekspresi bersalah padahal dalam hatinya ia tak perduli


" udah aku ngga papa, pasti Devan ni yang crita"


"Iya udah aku ke kelas dulu" ucap Reno sambil berlalu


"Oke"

__ADS_1


Jelitapun merebahkan tubuhnya karna memang dia masih merasa lemas dan pusing


__ADS_2