Sahabat Berakhir Dengan CINTA

Sahabat Berakhir Dengan CINTA
5


__ADS_3

maaf di episode kali ini kurang bagus karna Aother lagi ngga enak badan.


#


Setelah istirahat kedua semua murid menuju ke kantin, suasana kantin sangat ramai seperti biasanya. Bahkan bisa dibilang bukan kantin namun lebih tepatnya restoran yang berada di dalam sekolah, karna sekolah SMA Nusa bangsa merupakan sekolah termahal dijakarta.


Di satu meja ada segrombolan 6 cewe yang terkenal cantik mereka adalah teman kelas Jelita. bisa dibilang mereka merupakan segrombolan yang suka bergosip.


" Ohh iya, tadi ko di kelas ngga ada jelita ya" ujar Anissa dengan wajah penasaran


" Iyaa gue juga ngga liat" timpa nael Elis yang tak kalah penasaran


"Bolos kali..." ucap imahnazila sambil menyuap makanan ke mulutnya


" Lo pada ngga tahu nih? Jelita kan pingsan dilapangan terus dibawa ke UKS" jawab salsa


" pingsan? kenapa sampe pingsan" tanya ida dengan penasaran


" Dia dihukum, dan lo pada tahu ngga? Devan yang gendong Jelita ke UKS" seketika semuanya menjadi heran, karna cewe se pintar jelita dan cowo sepintar devan bisa sampe di hukum.


" ngapain si bahas Jelita mending kita lanjut makan aja" jawab windi yang dibalas anggukan temannya, walaupun windi teman segrombolan mereka, tapi dia terbilang bodo amat dengan gosib yang slalu dibahas temannya.


Bel pulang pun sudah tiba, semua murid beranjak pulang, namun tidak dengan Devan yang menuju ke UKS untuk melihat keadaan jelita, iya ingin mengajak pulang bareng. Semenjak Jelita pacaran dengan Reno Devan jarang pulang bareng tapi mengingat kejadian tadi siang Reno tak perduli membuat Devan ingin menemui Jelita.

__ADS_1


Ceklek...


tanpa ketok pintu Devan masuk


" Gimana udah mendingan" Devan duduk di sofa uks yang tak jauh dari Jelita


" Udahlah, lo mau gue sakit terus?" Jelita beranjak dari tidurnya


" kalau lo sakit ntar nyusahin gue" Devan dengan nada datarnya


" Ya udah pulang yuk, Reno ngga bisa nganterin katanya ada urusan" Jelita menarik lengan Devan untuk keluar dari UKS


" pacar macam apa Reno" jawab devan sambil berjalan


" brisik Lo, mau es krim ngga? kalau mau ntar mampir" Devan yang kini melajukan mobilnya


" Nggak" jawab singkat jelita


" baguslah duit gue utuh" Devan masih fokus menyetir


" gue mau 3 atau ngga sama sekali" jawab jelita dengan nada penekanan


"Dasar rakus" ujar devan yang sekilas menatap jelita, namun Jelita hanya fokus membayangkan es krim strawberry kesukaannya.

__ADS_1


merekapun sampe di toko es krim langganan mereka yang tak jauh dari sekolah nya. Dan pesanan merekapun sudah datang Jelita langsung memakan es krim dengan lahap.


" lo terlihat sangat menggemaskan makan es krim selahap itu, bentar ko gue jadi seneng gini ya" Batin devan


"Pelan-pelan makannya, ngga akan ada yang ngambil es krim Lo" namun jelita masih asik dengan makan es krimnya. sekilas terpikir ide jailnya untuk mengerjai Devan


" pe...rut gue tiba-tiba sakit" Jelita dengan nada lirihnya, Devan langsung menatap Jelita yang memegang perutnya


" Lo kena..." belum selesai bicara Jelita langsung pingsan dilantai. sontak Devan cemas dan langsung mengangkat badan jelita dan merebahkan disofa toko


" jel...jelita bangun, udah gue bilangin makanya pelan-pelan jadi gini kan" Devan menepuk pipi jelita namun tidak ada tanggapan dari jelita.


Devan langsung menghampiri pelayan toko untuk meminta minyak angin, dan tak berselang lama pelayan pun memberi minyak aromaterapi.Devan langsung mengoleskan di hidup jelita. raut wajah Devan khawatir dia merasa bersalah karna mengajak jelita beli es krim.


"Je... bangun jangan bikin gue khawatir" ujar Devan yang masih mengoleskan minyak. Namun Devan membulatkan mata dan kaget saat melihat Jelita membuka mata dan tersenyum menampakan giginya


" cieee yang khawatir banget sama gue" goda Jelita dengan ekspresi senyum tanpa berdosa


" Jadi lo ngerjain gue, ngga lucu" Devan merasa kesal langsung meninggalkan Jelita, dia merasa kesal karna dia sudah khawatir namun itu hanya ekting Jelita untuk mengerjai nya


"Dev.. Devan jangan marah" Jelita beranjak untuk mengejar Devan yang sudah berlalu


Devan masih berjalan namun langkahnya terhenti ketika ada yang menarik lengannya, Devan langsung berbalik badan

__ADS_1


__ADS_2