
Para murid membuka tasnya untuk mengambil buku dan mengumpulkan didepan, namun lain halnya dengan jelita yang tampak dengan wajah mencari-cari buku matematika nya yang tak ada di tas
" Lo kenapa, buku tugas lo mana" tanya Devan yang penasaran dengan sikap jelita
"emm.eeee ngga ada di tas, gue lupa" ujar jelita dengan ekspresi bingungnya
"coba Lo ingat-ingat mungkin lupa naro"
"ohhh iya gue inget, tadi pagi Reno pinjem buku gue katanya dia belum kerjain tugasnya jadi gue kasih dan lupa gue minta lagi" Jelita ingat tadi dimobil jelita meminjamkan buku tugasnya ke Reno yang belum mengerjakan tugas, Reno memang sering tidak mengerjakan tugasnya
" seharusnya lo ngga usah mijemin terus-terusan sama Reno" Devan yang sangat kesal karna Reno slalu memanfaatkan kepintaran jelita untuk tugas-tugas nya.
"Jelita Devan mana tugas kalian, kenapa belum dikumpulkan.???" Tanya Bu citra dengan menatap tajam seperti tatapan maut
"emm.. bu..ku tugas jelitaaa.."ujar Jelita yang terbata-bata dan gugup melihat tatapan tajam gurunya
"jawab dengan jelas, jangan bilang kamu tidak mengerjakan PRnya" kali ini Bu citra bicara dengan nada ancaman
"Bu...ku Tugas jelita ketinggalan dirumah Bu, tadi lupa bawa" Jelita nampak gugup dengan tatapan tajam gurunya
" Ketinggalan?, kenapa bisa sampe ketinggalan. Ibu hukum kamu untuk berjemur dilapangan sambil hormat bendera sampe bel istirahat...!!!" bentak Bu citra, murid lain terlihat sangat takut dengan kemarahan gurunya
" Saya juga ngga bawa Bu, ketinggalan dirumah" timpa Devan dengan mengaku tidak membawa tugas, padahal dia membawa tugas hanya saja Devan tidak ingin jelita dihukum sendirian karena fisik jelita yang sangat lemah
"Kamu juga ikut-ikutan, kalian itu murid pintar kenapa kedisiplinan kalian tidak diterapkan, Devan Jelita kalian sekarang kelapangan jangan pergi sebelum bel istirahat berbunyi..!!!!"
Jelita menatap heran Devan, Jelita tau sifat asli Devan yang sangat disiplin dan teliti yang tak mungkin Devan tak membawa buku tugasnya, tapi kenapa sekarang Devan mengaku tidak membawa, Jelita bertanya-tanya dengan pikirannya
Jelita dan Devan pun berada dilapangan upacara mereka berdiri sambil hormat ketiang bendera, namun nasib buruk berpihak kepada mereka panas terik matahari hari ini sangat panas sehingga keringat bercucuran
" Gila Lo, kenapa lo ngaku ngga bawa tugas, gue tau lo bohongkan"
__ADS_1
" Ya gue cuman lagi eksperimen jadi anak nakal yang dihukum" ucap Devan dengan nada datarnya
" kenapa gue punya temen yang se abstrak ini ya" ucap jelita yang fokus ke tiang bendera
"Tapi lo senengkan ngga sendirian dihukum kek gini" Devan melirik Jelita yang sekarang menatapnya penuh heran
" Berguna juga si gue berteman sama Lo" ujar Jelita sambil tertawa namun Devan melihatnya dengan tidak sadar ada senyuman bahagia dihatinya
" Bukanya trimakasih malah ketawa, dasar romlah"
" Gue tau lo ngga bisa jauh-jauh dari gue kan, buktinya gue dihukum lo ikutan" Jelita dengan senyuman menggoda
" lu terlalu kepedean" Devan masih menatap tiang bendera
" gue ngga tau kenapa gue ngga mau jauh dari lo" batin Devan
cuaca semakin siang dan bel istirahat pun tiba, akhirnya mereka selesai masa hukumannya, namun jelita terlihat pucat dengan banyak keringat bercucuran
" ke kantin yuk, haus nih dijemur lama" Devan menatap Jelita namun Jelita hanya mengangguk, Devan yang sadar kondisi Jelita merasa khawatir.
" ngga papa, dijemur seharian juga gue kuat" Jelita dengan ekspresi menahan pusing dikepala karna terik matahari
"ngga usah sok ku..." ucapan Devan terpotong karna melihat Jelita yang pingsan dan dengan sigap Devan menangkap jelita
"Jelita... jel bangun" Devan mengangkat tubuh jelita untuk dibawa ke UKS terlihat Devan sangat khawatir
" Mau pingsanpun masik sok-sok an kuat", batin Devan yang merasa heran dan khawatir
Banyak siswa menatap kagum dengan Devan yang terlihat sangat tampan yang membawa jelita, namun ada juga yang meresa iri bahkan tidak suka karna lagi-lagi jelita dikelilingi cowo tertampan di Sekolah
" so sweet banget kak Devan, andai yang pingsan itu akau" ujar salah satu siswa
__ADS_1
" Bukanya Reno pacarnya ya, kenapa Devan yang bawa jelita"
" Tadi mereka dihukum dilapangkan dan jelita pingsan"
"nyusahin banget si jelita"timpa Siska yang tiba-tiba dateng entah darimana.
Devan sampai diuks dan langsung mencari dokter sekolah untuk mengecek keadaan sahabat nya, dan dokter langsung mengecek keadaan jelita.
" Gimana dok, keadaan teman saya" tanya Devan dengan ekspresi khawatir karena melihat kondisi jelita pucat diwajahnya
" Jelita tidak apa-apa, hanya saja dia merasa lelah karna berjemur, beri dia minum dan makanan agar staminanya kembali lagi. "
"Baik dok terimakasih" dokterpun berlalu pergi dan saat ini pintu masuk dibuka, Reno terlihat datang untuk melihat kedaan jelita
Reno yang tadi dikasih tau murid lain bahwa jelita pingsan saat dihukum
"Jelita kenapa sampai pingsan" tanya Reno sambil menatap Devan
" Dihukum dilapangan" ujar Devan yang datar masih menatap dengan tatapan yang tak bisa diartikan . kini Jelita yang belum sadar masih terbaring.
" Dasar cewe ngga disiplin" ujar Reno yang menatap ke jelita
Devan yang mendengar ucapan Renopun merasa kesal, kenyataannya yang membuat jelita seperti karna ulah Reno yang meminjam buku jelita. Seharusnya Reno khawatir merasa bersalah karna ulahnya, namun malah menghina Jelita
" Jelita kaya gini gara- gara lo, dia dihukum karna buku tugasnya dipinjem sama Lo, lo seharusnya khawatir" Devan menatap Reno dengan tatapan tajam
"Gue ngga perduli" ujar Reno dengan nada datarnya, dan jelitapun sadar dengan memegan kepalanya yang pusing akibat pingsan tadi
"Jelita kamu udah sadar, aku khawatir sama kamu" ujar Reno yang tiba-tiba berubah manis didepan jelita
Devanpun hanya diam di dalam hati kesal dengan Reno yang slalu berpura-pura baik didepan jelita
__ADS_1
" andai Lo tau jel tingkah asli pacarmu ini" batin Devan
Devan sebenarnya tahu sifat asli Reno namun dia kini enggan menceritakan karena dulu dia pernah crita namun Jelita membatah ucapan Devan