Sang Dewata Agung Dan Sistem

Sang Dewata Agung Dan Sistem
kondisi ayah


__ADS_3

setelah sekian lama Khirnya Xiao Xuan selesai berkultivasi dan mengalami evolusi besar, dimana tulang, otot, dan dagingnya semakin kuat dan keras termasuk juga dengan ku kulitnya yang menebal dan mengeras


proses ini ia lakukan tampa bantuan dari Nu Shi karena baginya terlalu mengandalkan seseorang itu akan membuat ia semakin lemah.


Meskipun begitu Nu Shi malah tambah senag karena tidak perlu untuk membantu tuannya tersebut (Xiao Xuan) yang menurutnya menjengkelkan.


sungguh bawahan biadab tak berakhlak masa tuannya sendiri dibiarin gitu doang nggak dibantuin.


Nu Shi saat ini sedang asyik bermain dengan kupu-kupu, Padahal dia sudah diberi tugas oleh Xiao Xuan untuk menjaga bagian luar formasi, agar tidak ada orang yang mengganggunya yang sedang melakukan kultivasi.


pada saat kemudian terdengar suara ledakan teredam sebanyak 12 kali dari dalam tubuh Xiao Xuan dan suara itu menandakan bahwa ia telah menerobos.


Xiao Xuan sekarang telah menerobos ke tahap penempaan tubuh memperkuat Daging, otot dan tulangnya, tubuh Xiao Xuan kini menjadi lebih kuat.


karena Xiao Xuan baru memulai memasuki masa kultivasi maka ia akan memulai dari awal, dari tingkatan terendah dan yang paling lemah.


Meskipun begitu, Xiao Xuan tidaklah lemah Walaupun dia hanya berada di tingkat penampakan tubuh tahap awal, tapi karena adanya kemampuan dan tentunya ingatan sebagai seorang Dewata Agung yang sangat dihormati maka ia memiliki kemungkinan besar bisa mengalahkan musuh 10 kali lebih tinggi tingkatannya di atas Xiao Xuan.


Nu Shi yang mendengar suara ledakan terendam tersebut yang berasal dari tubuh tuannya (Xiao Xuan) lalu ia pun menghampiri Xiao Xuan


[Tuan! selamat anda telah menerobos ke tingkat penempaan tubuh tahap awal level Puncak, yang berkemungkinan anda akan menerapkan lagi ke tingkat penempatan tubuh tahap kedua] Nu Shi yang tampak gembira walaupun Sebenarnya dia biasa saja


"Nu Shi..." Kata Xiao Xuan


[iya tuan, ada apa?] Tanya Nu Shibingung ia melawan bahwa ia tak berlakukan sebuah kesalahan apapun


"Nu Shi, di mana saja kau saat aku sedang berkualifikasi, hah?! jawab! " Tanya Xiao Xuanpenuh penekanan


[T-tuan, (◞‸◟ㆀ)ᵐᵃᵃᶠ Nu Shi tadi hanya bermain sebentar doang di sekitar sini ngak jauh kok] Jawab Nu Shi dengan nada sedih


dikira Xiao Xuan bodoh dia tahu kalau Nu Shi pergi setidaknya sejauh 3 km dari tempat ia berada makanya Xiao Xuan marahin Nu Shi karena tidak becus melakukan sebuah tugas yang diperintahkan olehnya.


Xiao Xuan pun menyentil kepala Nu Shi dengan jari telunjuknya, dahi Nu Shi memerah lalu Nu Shi pun menangis dan pergi

__ADS_1


[Tuan jahat! padahal Nu Shi cuma mau main sebentar doang... Nu Shi ngambek, Nu Shi pergi.] gerutu Nu Shi yang sebal dengan Xiao Xuan


"eh, eh, mau pergi ke mana? Jangan kabur." Ucap Xiao Xuan yang menarik kerah baju belakang Nu Shi.


[Tuan~ lepas, Nu Shi penen pergi.] Ucap Nu Shiyang masih berusaha melarikan diri dari Xiao Xuan


"Nu Shi!" sebuah Aura dingin dikeluarkan oleh Xiao Xuan melalui kata-katanya dan disertai Aura yang menekan dan mencekam yang keluar dari tubuh Xiao Xuan.


[Tuan marah aku harus segera pergi.] Batin Nu Shi lalu menghilang


Xiao Xuan yang melihat hal tersebut pun hanya bisa menahan kekesalannya "hm... temang, mana mungkin kau akan marah pada makhluk yang tak becus itu. Lagi pula kalau kau marah akan ada banyak orang yang berpikir.... Masak Tuan Dewata Agung marah Bukankah dia adalah Dewata yang seharusnya tidak memiliki perasaan ataupun emosi dan tidak mementingkan hal duniawi yang bisa membuat dia bisa marah?." gumam Xiao Xuan yang memperagakan apa yang bakau diucapkan oleh orang lain ketika melihat dirinya.


"mungkin sepertinya aku memang salah karena membawa Nu Shi Bukan Nu Yin ataupun Nu Bai." gumamnya yang dimaksud oleh Xiao Xuan Ialah kedua makhluk ciptaanNya yang pertama dan yang kedua sebelum Nu Shi.


Marga Nu yang ia berikan kepada tiga makhluk hidup ciptaan yaitu yang berupa sistem yang pada awalnya Marga tersebut adalah nama dari seorang wanita yang pernah masuk ke dalam mimpinya yang bernama Nu Shuan Er dengan paras rupa yang cantik dan tubuh yang indah.


ya karena sebenarnya si Xiao Xuan ini jomblo, meskipun udah jadi Dewata Agung bahkan sampai sekarang, dan dia berharap kalau Nu Shuan Er Itu Nyata dan mungkin bakal dia nikahin kalau emang dianya mau (Nu Shuan Er)


setelah menyelesaikan urusannya Xiao Xuan akhirnya kembali ke kediaman ayahnya, walaupun sebenarnya dia punya kediaman sendiri yang tentunya nggak kalah bagus dan gak kalah luas ukurannya daripada kediaman milik ayahnya.


ya masalahnya di sini kediaman milik Xiao Xuan itu diambil ama sepupunya yaitu Xiao An Ye anak dari seorang tetua ke-1 Xiao Zhang.


sampai di kediaman bapaknya...


di depan gerbang kediaman bapaknya, terlihat 2 penjaga yang dari tadi bicara satu sama lain melihat datangnya Xiao Xuan kembali, mereka pun memberi salam dan membukakan pintu gerbang nya.


'sepertinya udah penjaga ini sudah diberitahu oleh ayah' fikir Xiao Xuan lalu ia pun berjalan masuk dengan santainya tanpa mempedulikan dua orang penjaga gerbang


pas sampai pintu masuk terdengar suara seperti ledakan cukup keras yang membuat Xiao Xuan panik seketika Ia takut ayahnya terkena apa-apa walaupun bukan Ayah kandungnya.


bahkan kedua penjaga agar Tambun mendengar keributan tersebut dan langsung mengecek masuk ke dalam dan tentunya Xiao Xuan sudah masuk ke dalam terlebih dahulu untuk mengajak keadaan ketua ketiga Xiao Feng.


saat di dalam Xiao Xuan cukup panik mendapati ketua ketiga Xiao Feng terkapar tak sadarkan di atas tempat tidurnya, sepertinya Xiao Feng mengalami kelelahan setelah melakukan kultivasi penerobosan.

__ADS_1


hal itu cukup membuat Xiao Xuan lega karena tidak adanya penyusup yang datang untuk melukai Ayahnya.


para penjaga gerbang yang baru datang tersebut mengira bahwa Xiao Xuan lah yang menyerang Tertua ketiga Xiao Feng yang padahal Xiao Xuan Adalah anak dari Tetua ketiga Xiao Feng sendiri.


"Apa yang kamu lakukan Kepada Tetua ketiga Klan Xiao" Ucap salah satu penjaga gerbang yang berada di tempat itu.


Xiao Xuan tak memperdulikan apa yang diucap kan oleh salah satu penjaga gerbang, Xiao Xuan hanya memperdulikan ayahnya lalu ia pun mencoba untuk mengembalikan kesadaran ayahnya, tentunya dengan bantuan dari pengetahuannya sendiri.


ketua penjaga yang mengetahui bahwa Xiao Xuan tidak mempedulikan keberadaan mereka mencoba untuk mengetikkan Apa yang dilakukan oleh Xiao Xuan karena menganggap apa yang akan dilakukan Xiao Xuan akan membahayakan Tetua klan ketiga Xiao Feng.


"Berhenti Jangan Ganggu ****Aku****!" Ucap Xiao Xuan penuh dengan penekanan dan sebuah Aura yang kuat ia pancarkan Untuk menghentikan tindakan kedua orang penjaga yang ingin menghentikannya untuk menolong ayahnya.


para penjaga pun diam karena ketakutan, setelah beberapa menit kemudian Xiao Xuan terus saya mengobati ayahnya lalu menunggu agar sang ayah Sadarkan diri.


beberapa menit berlalu Tetua klan Xiao, Xiao Feng pun tersadar. melihat keberadaan dari Putra bungsunya ia pun tersenyum lega dan mencoba untuk bangun tapi ditahan oleh Xiao Xuan agar tidak terlalu banyak gerak dan tetap beristirahat.


Xiao Feng yang mengerti hal tersebut hanya mengangguk paham dan menuruti keinginan putranya tersebut.


setelah Memastikan kondisi airnya baik Xiao Xuan menyuruh kedua penjaga gerbang itu untuk pergi karena ia tidak ingin ayahnya terganggu waktu istirahatnya.


Kenapa penjaga gerbang tersebut hanya menurut dan tak bisa mengelak karena mereka baru tahu kalau sebenarnya bukan Xiao Xuan yang mencelakai tuan mereka.


setelah selesai ini bukan sang ayah, Xiao Xuan pun pamit untuk pergi agar tidak mengganggu waktu istirahat dari ayahnya. Xiao Feng hanya mengiyakan lalu ia pun beristirahat.


Nampak Xiao Xuan yang pergi dari kediaman ayahnya kemudian keluar ke tempat administrasi Klan Xiao untuk membeli Sepetak tanah.


......................


Dah ya sampai sini dulu


Bye bye sampai ketemu lagi👋🤗


jangan lupa di like and subscribe.

__ADS_1


__ADS_2