
Saat memasuki rumah itu, Amanda makin terkejut lagi melihat para pelayan yang membungkukkan badan mereka sembari berkata "SALAM PADA TUAN MUDA DAN KELUARGA"
dalam hati dia bekata "Siapa sebenarnya Ziwan?"
Tak berselang lama muncullah Tuan Zeb,Zain, dan Zilka menyambut mereka,Amanda yang melihat mereka bertiga menghampiri Ziwan dan dirinya tambah shock,lalu Tuan Zeb pun berkata "Jadi ini istri dan anakmu Ziwan,akhirnya aku bisa melihat menantu dan cucuku secara langsung"
Ziwan lalu berkata pada Wanda "Wanda beri salam pada Kakek"
Wanda sempat ragu,tetapi karena Ziwan meyakinkan Wanda bahwa semuanya baik-baik saja, akhirnya Wanda mendekati Tuan Zeb lalu berkata "halo kakek"
Tuan Zeb sangat senang mendengar Wanda memanggilnya kakek
"Lihatlah dia,bukankah dia sangat imut?" tanya Tuan Zeb
"Anak manis siapa namamu?" tanya Zilka
"Namaku Wanda,umurku 4 tahun" kata Wanda sambil tersenyum
Tuan Zeb lalu menggendong Wanda,"Wanda,nama yang bagus" ujarnya
"Wanda, aku adalah adik ayahmu namaku Zain"ujar Zain sambil mengusap kepala Wanda
"Hehehe,paman Zain" kata Wanda memegang tangan Zain sambil tersenyum
"Anak pintar" kata Zain senang
"Wanda,aku adalah bibimu Zilka" kata Zilka
"Bibi " Jawab Wanda sambil menunjuk kearah Zilka
"Wanda,kakek ada hadiah untukmu" kata Tuan Zeb
Tuan Zeb lalu memberikan sebuah liontin berlian,dia memasangkannya ke Wanda sambil berkata "Ini adalah hadiah pertamamu dari kakek"
__ADS_1
Wanda lalu memeluk Tuan Zeb, dia berkata "Terima kasih kakek"
"Hahahaha,kau memang seorang malaikat kecil" ujarnya
"Terima kasih atas kebaikan anda Tuan Zeb" kata Amanda canggung
"Wanda adalah cucuku dia pantas mendapatkannya,dan kau tidak boleh memanggilku Tuan,aku adalah ayah mertuamu jadi panggil aku Ayah" jelas Tuan Zeb
"Betul apa yang Ayah katakan,kak Amanda kau adalah istri dari kakakku yang berarti kita sekarang keluarga" sambung Zain
"Betul kak,sekarang kita keluarga" kata Zilka lalu memeluk Amanda
"Akhirnya aku punya kakak perempuan" kata Zilka
Ziwan yang sedari tadi hanya melihat,tanpa sadar menitikan air mata,dia senang melihat anak dan istrinya sangat diterima oleh ayah dan juga kedua adiknya
Wanda yang melihat Ziwan menangis berkata pada Tuan Zeb
"Kakek lihat,Ayah sedang menangis"
"Aku hanya sangat bahagia melihat mereka bisa tersenyum"
Kata Ziwan sambil mengenang masa-masa sulit yang telah keluarga kecilnya lalui
"Sekarang sudah tidak ada kesedihan lagi nak" ujar Tuan Zeb
"Mereka hanya akan tau apa itu kebahagiaan" kata Ziwan sambil menyeka air matanya
"Bagaimana kalau kita keruang perjamuan?"usul Zain
"Benar sekaligus ada yang ingin kusampaikan disana" kata Tuan Zeb
ketika mereka memasuki ruang perjamuan terlihat banyak tamu terhormat yang datang keacara itu
__ADS_1
"Wow, acaranya meriah sekali kakek" ujar Wanda yang sedang digendong oleh Tuan Zeb
"Apa kau menyukainya Wanda?" tanya Tuan Zeb
Wanda menganggukan kepalanya sambil tersenyum
Banyak para pengusaha dan tokoh terpandang yang hadir diacara itu, salah satunya adalah perwakilan dari keluarga Wirata,keluarga terkaya no.2 dinegara itu.
Saat melihat Tuan Zeb datang, Agung Wirata sang kepala keluarga Wirata menyambutnya "Salam Tuan Zeb" ujarnya
"Salam Tuan Agung, bagaimana kabar anda?" tanya Tuan Zeb
"Saya baik,siapa gadis manis ini?" tanya Agung sambil memandang Wanda
"Dia adalah cucuku,Wanda" Jawabnya sambil membelai kepala Wanda
"Jadi Tuan Zeb, ada acara apa sampai mengundang kami semua?"
Tanya salah satu rekan bisnis Tuan Zeb
Tuan Zeb pun menurunkan Wanda dari gendongannya lalu berkata
"Para hadirin yang terhormat terima kasih sudah datang keacara ku yang tak seberapa ini"
"Akan ku persingkat saja,MULAI HARI INI, PUTRAKU ZIWAN KORNELIUS AKAN MENJADI RAJA DIKERAJAAN BISNISKU,SIAPAPUN YANG BERKHIANAT ATAU BERANI BERBUAT CURANG PADANYA AKAN BERURUSAN DENGANKU"
Mendengar perkataan Tuan Zeb para tamu yang hadir terkejut
Tuan Zeb pun memanggil Ziwan, saat Ziwan sudah dekat Tuan Zeb pun berkata
"Acara ini adalah pesta penyambutan kepulanganmu dan penyerahan semua tanggung jawabku padamu nak"
Tuan Zeb pun melepaskan cincin hitam berpola naga emas dari tangannya lalu memasangkannya ke jari Ziwan,sebagai tanda bahwa sekarang Ziwan adalah "PENGUASA BARU" di kerajaan bisnisnya
__ADS_1
Lalu Tuan Zeb pun berkata dengan lantang "SANG PENGUASA TELAH KEMBALI"