
Pagi itu keluarga besar berkumpul untuk memulai sarapan pagi. disana sangat ramai semua orang memuji ketampanan saudara tiriku.
seperti biasa nenek selalu menyindirku dengan membandingkan aku dengan Hao Xiang saudara tiriku. jika hao adalah bulan yang selalu bersinar aku hanya sesuatu yang tidak bisa di ibaratkan.
setiap hari juga aku bisa menahan diri untuk tidak marah namun kali ini aku tidak bisa. hingga akhirnya pertengkaran pun terjadi.
" anak kamu memang sangat istimewa Laila" ucap nenek memuji istri kedua papa
" apanya yang istimewa? " gumam Maria
" bicara apa kau? " sahut kakek setelah mendengar maria bergumam
" dia memang tampan dan pintar jadi wajar menjadi kebanggaan keluarga " imbuhnya lagi
" maria, kamu jangan iri dengan saudaramu sendiri " ucap nenek
" siapa yang iri? aku hanya ingin di anggap saja " jawab maria sembari memasukkan satu suapan di mulutnya.
" kamu meragukan kami yang merawatmu sedari kecil? dasar anak nakal" sahut kakek dengan mata melotot
" kalau di anggap kenapa kalian tidak pernah memujiku? hanya ibu yang selalu memujiku itu pun 10thn yang lalu " ucap maria kesal
" ya karena kau memang tidak ada yang harus di puji, tidak usah membawa nama ibumu dia sudah tenang di surganya ". ucap nenek
melihat kondisi yang semakin tidak terkendali ayah maria mencoba untuk melerai namun malah membuat maria salah paham.
" ayah ibu sudah cukup! dan kamu maria tolong jangan membuat keributan di sini, sekarang kita sedang sarapan tolong hargai makanan yang ada " ucap papa Bryan
" siapa yang membuat keributan? kalian yang memulainya tapi aku yang di salahkan " ucap maria lalu pergi berangkat sekolah tanpa pamit
" lihat kelakuan anakmu Bryan! apanya yang harus di puji ". ucap kakek marah
...****************...
Maria duduk termenung di rooftop perlahan air mata membasahi pipinya.
__ADS_1
" gak di rumah gak di sekolah gue selalu di bully, kakek dan nenek yang seharusnya tempat sandaran terfavorit untuk cucunya malah ikut ngebully juga hufttt... " maria menarik nafas panjang lalu mengusap air mata yang tersisa.
" andai mama masih ada " ucap maria
dari kejauhan ada sepasang mata yang diam-diam sedang memantau maria. melihat maria bersedih ingin rasanya ia untuk datang dan menghiburnya.
namun niatan itu segera di urungkan karena menurutnya maria butuh waktu untuk sendiri. saat hendak berbalik badan untuk pergi kembali ke kelas ia malah bertabrakan dengan sahabat maria yaitu Keyla.
" ehh.. " keyla
" maaf maaf, aku gak sengaja"
" loh kamu? " keyla
" husstt... diem "
" ngapain lo di sini? ngintip siapa " keyla
" gue gak ngintip, gue mau ke rooftop tp ada orang ya udah gue gak jadi "
" ohh "
" auu... dingin tau, iseng banget "
" hahahaah... habisnya lo ngelamun mulu " keyla
keyla menyuruh maria meminum jus jeruk yang telah ia bawakan. sedangkan keyla sendiri sibuk mencari sesuatu di dalam tasnya.
" cari apaan sih key? " tanya maria setelah menyelesaikan minumnya.
tanpa menjawab keyla menunjukkan dua buah kalung couple bulan dan bintang pada maria.
" kalung? buat siapa tuh " tanya maria
" ya buat kita berdua lah, karena gue suka bintang jadi lo bulannya aja ya " ucap keyla
__ADS_1
" beneran buat gue? makasih ya"
mereka berdua saling membantu untuk memasang kalung di lehernya masing-masing. setelah itu saling tersenyum dan berpelukan.
" pokoknya kalau lu ada apa-apa cerita sama gue ya ma, jangan lo pendem sendiri karena akhir-akhir ini gue lihat lu sering ngelamun gue jadi khawatir " ucap keyla
" pasti key " ucap maria
ia bersyukur masih memiliki sahabat yang menerima segala kekurangannya. tanpa ada rasa malu jika main bersama, tanpa ada rasa jijik jika harus berpelukan seperti sekarang ini.
" lu orang yang paling gue sayang setelah mama key " ucap maria sembari menahan isak tangis.
" emmm... udah yuk kita balik ke kelas " ajak keyla karena ia tak mau melihat maria semakin sedih.
mereka berdua menuju ke kelas dengan bergandengan tangan. di sepanjang jalan lorong menuju kelas banyak pasang mata yang melihat heran dan jijik.
bahkan adik kelas pun berani menghina maria seniornya. mereka tak ada rasa takut maupun sungkan padanya.
" eh kak keyla lu gk jijik apa temenan sama dia? "
" kalau gue jadi elu ya kak, ih ogah"
" kok bisa orang seperti dia masuk di sekolah favorit kayak kita"
"yaa... pastinya dia pakai beasiswa untuk siswa miskin"
tak memperdulikan nyinyiran para adik kelas keyla dan maria terus berjalan masuk ke dalam kelas.
sesampainya di kelas maria pun masih mendapatkan olok olokan dari temannya terutama carla and the gang.
" eh ada maria, tolong beliin gue pembalut dong " ucap carla sembari menodongkan sejumlah uang ke muka maria.
tanpa basa-basi keyla langsung mengambil uang itu dan mengantonginya.
" lo sumpel aja tuh pake kaos kaki " ucap keyla cuek
__ADS_1
merasa di permalukan carla langsung menjambak rambut keyla dengan kuat.
dan begitulah aktivitas setiap hari di sekolah keyla sang pelindung dan carla si monster. jika maria di tindas oleh carla maka keyla segera membalasnya.