Saudara Tiriku Nakal

Saudara Tiriku Nakal
Vanilla


__ADS_3

hao setelah pulang dari sekolah ia tak keluar dari kamarnya sampai mama dan papa khawatir.


" hao kenapa? " tanya papa


" tidak tau mas, dari tadi siang gak keluar aku khawatir" ucap mama laila


" sama, emm.. maria tolong kamu panggil hao untuk makan malam bersama" ucap papa


tanpa menjawab maria pergi ke atas untuk memanggil hao. sebenarnya ia sangat malas namun lebih malas lagi jika nanti malah mendapat Omelan dari kakek neneknya.


" hao? hao? di suruh makan malam " teriak maria sembari mengetuk pintu kamar hao


" iyaa.. nanti " sahutnya


maria kembali ke ruang makan dan melanjutkan makannya tanpa berkata sepatah kata pun.


" hao mana? keluarga masih ada yang belum berkumpul kau sudah berani mulai " ucap kakek


" hao gak mau keluar, katanya nanti aja " ucap maria malas


" lalu kenapa diam saja? kalau begitu kita sudah bisa memulai makan malamnya " ucap kakek


semua keluarga baru akan mengangkat sendok maria malah beranjak pergi sembari membawa piring kotornya ke dapur.


hal itu membuat kakek kesal karena maria tak mentaati peraturan yang ada. sampai-sampai kata menyakitkan keluar dari mulut kakek.


" dasar anak yang gak tau di untung, kau pikir kau siapa beraninya menentang peraturan? ibumu pasti menangis melihat anaknya berperilaku seperti ******" ucap kakek


" ayah stop " teriak papa Bryan


maria sampai membanting piring kotor yang ada di tangannya. karena jika soal ibunya maria sangat emosional.


" sudahlah pa, biarlah dia berkata semaunya aku ini memang anak yang tidak tau di untung "


mendengar ada keributan di bawah hao segera keluar dan memantau dari atas. ia melihat maria berlari menaiki tangga menuju kamar sembari terisak.


...****************...


" hiks hiks hiks, kakek jahat ma " tangis maria sembari memeluk foto mamanya


" aku memang gak cantik, nilai sekolah pun tertinggi hanya 65 tapi apa hanya itu yang menjadi syarat agar di istimewakan di dalam keluarga? maria capek ma "


" tok tok tok "


suara ketukan pintu membuat maria menoleh sejenak lalu mengabaikannya.

__ADS_1


" ini gue hao, bisa buka pintunya bentar gak? buku lo jatuh tadi di sekolah " ucap hao


" taruh aja depan pintu nanti gue ambil " jawab maria malas


" please keluar bentar "


" udah gue bilang taroh di depan pintu, gue males liat muka lo " ucap maria kesal


" ayo lah, keluar bentar aja "


" emang orang gila ya lo " ucap maria marah sembari membuka pintu dan langsung menyahut buku yang ada di tangan hao.


sebelum hao memulai bicaranya pintu kamar sudah dulu di tutup oleh maria dengan keras.


" anj** emang " umpat hao kesal.


...****************...


tanpa melihat bukunya maria langsung melemparkannya ke atas meja belajar. ia menjatuhkan tubuhnya di atas kasur dan mencoba memejamkan mata.


" haduh.. gk bisa tidur, mau lanjut ngegalau juga udah gk mood " ucap maria kesal.


akhirnya ia memutuskan untuk berendam air hangat sebentar. maria menuangkan beberapa tetes parfum vanilla ke dalam bathtub.


" gue buka ah jendelanya, eh bentar.. kayaknya gue masih ada stok bunga mawar sisa kemarin deh ". maria keluar dari kamar mandi untuk mengambil sisa bunga mawar.


berendam sembari melihat pemandangan sawah dan lampu lampu rumah warga yang menyebar di kaki gunung seperti bintang.


" gk kalah keren ternyata pemandangan malam, biasanya gue lihat gunung dan sawah hijau di pagi hari " ucap maria


hao berada di balkon untuk mencari ide agar maria mau bertemu dengannya. namun tiba-tiba ia mencium aroma wangi yang membuatnya seketika merinding.


" bau apa ini? apa iya maria malam malam gini pakai parfum " ucap hao


karena agak merinding hao kembali ke kamarnya dan memutuskan untuk segera tidur.


" tapi kalau emang setan apa iya baunya vanilla? biasanya kan melati " ucap hao bangun dan mengecek keluar balkon karena penasaran.


" baunya masih ada berarti bukan setan dong ya haha " ucap hao


hao melihat ke arah kamar maria yang masih menyala lampunya.


" dia belum tidur? "


ia termenung sebentar sebelum akhirnya menemukan pijakan antara tembok kamarnya dan tembok kamar maria.

__ADS_1


" eh itu cukup kan ya buat pijakan kaki, tapi masa iya gue diem diem masuk kamarnya"


tapi hao masabodoh dengan hal itu yang terpenting ia bisa bertemu dulu dengan maria. dengan pelan hao mulai merayap ke arah kamar maria.


" akhirnya berhasil" ucap hao setelah berhasil masuk ke balkon kamar milik maria.


" eh tunggu.. ini pintu di kunci apa enggak ya? kalau di kunci sia-sia dong perjuangan gue "


hao mencoba untuk membuka pintu balkon untuk masuk kedalam kamar. dan untungnya pintu balkon tidak di kunci oleh maria.


" gak di kunci? ceroboh banget " ucap hao lalu masuk dan mencari keberadaan maria.


" loh kok gak ada orangnya, apa dia keluar kamar ya? gue tunggu di sini deh " ucap hao lalu segera duduk di sofa yang ada.


tanpa di duga maria keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bikini. seketika laki-laki yang sedang duduk di sofa itu langsung terpaku.


" loh dia di kamar mandi? " batin hao yang matanya sulit terpejam.


Maria yang merasa ada kehadiran sosok yang tak di undang ia langsung menoleh ke arah sofa.


" aaaaaa.... ngapain lo " teriak maria bingung tangannya mencoba untuk menutupi seluruh tubuhnya.


hao kaget mendengar maria teriak seperti itu. ia bangun dari duduknya lalu berjalan menghampiri maria.


sedangkan maria tambah bingung akhirnya ia mencoba untuk lari ke luar kamar.


" lo gila mau keluar kamar cuma pake bikini doang? " ucap hao yang berhasil membuat maria berhenti tak jadi kabur.


" lo mau ngapain"


" tenang aja gue gak bakal nyentuh lo kok, gue ke sini cuma mau minta maaf doang " ucap hao tulus


" minta maaf buat apa? "


" ya karena kehadiran gue di rumah ini membuat lo setiap hari harus merasa tertekan " ucap hao yang tangannya mencoba mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.


" nih buat lo " hao menyodorkan beberapa permen rasa coklat ke maria.


maria nampak ragu untuk mengambilnya ia berfikir jangan-jangan di dalam permen itu ada rancunya.


" ambil !!! jangan bilang lo berfikir kalau permen ini ada racunnya " ucap hao menyelidik


dengan cepat maria mengambil beberapa permen itu dari tangan hao.


" hahaha.. dasar aneh lo, udah sana ganti baju gih nanti masuk angin " ucap hao lalu keluar dari kamar maria.

__ADS_1


tetapi saat maria hendak mengunci pintu kamarnya hao balik lagi dan bilang.


" ternya bau vanilla itu lo ya, wangi hehe " ucap hao dengan tersenyum dan maria masih tetap bingung diam seribu bahasa.


__ADS_2