
hari mulai senja hao dan maria segera pulang. namun hao hanya mengantar pulang saja karena ia langsung pergi berkumpul dengan teman-temannya.
" lo gak pulang dulu? " tanya maria khawatir
" nggak lah, kalau pulang belum tentu di izinin keluar lagi " ucap hao
" lu gak mandi? "
" emmm.. hehe mandi nih pake parfum tinggal semprot semprot, hehe tuh udah wangi " ucap hao sembari meringis
" jorok lu " ucap maria lalu turun dari motor
" hati-hati" ucap maria lagi
" oke sayang" goda hao pada maria yang kemudian langsung pergi.
wajah maria nampak kesal namun sebenarnya hatinya lagi salting. namun dengan cepat ia mengurungkan rasa itu sebelum berkelanjutan.
" haduuuhh.. apa sih bisa-bisanya salting, manggil sayang kan maksudnya sayang adik kan " gumam maria dengan senyum-senyum sendiri.
senyum-senyum sendiri hingga tak sadar kalau di depannya ada mama laila.
" emmm.. senyum-senyum kenapa ini? sendiri pula hayooo " goda mama laila yang berhasil membuat maria bingung cari alasan.
" hahah siapa mam yang senyum enggak kok " elak maria
" iya senyum tadi mama liat ko, dari sana tuh sampai ke depan pintu " ucap mama laila
" iiihh enggak mam " elak maria sembari berlari menuju kamar
" loh loh kakak mana? " tanya mama laila yang tidak di dengar maria.
di kamar maria membereskan semua barang belanjaannya dan setelah semuanya beres maria bergegas mandi.
setelah mandi maria mencoba semua peralatan makeup yang ia beli dengan hao tadi. karena tidak tahu cara bermakeup maria membuka tutorial cara makeup yang benar.
dua jam bergelut dengan make-up akhirnya selesai dan waktunya turun ke bawah untuk makan malam bersama.
" hahahaha coba lihat itu Cucumu " ucap kakek
semua orang melihat ke arah maria setelah itu tertawa terbahak-bahak kecuali mama laila yang langsung menggandeng maria kembali naik ke kamar.
" ada apa mam? " tanya maria polos
" udah nurut aja sama mama, ayo ke kamar " ucap mama laila
setelah sampai di kamar mama laila menghela nafas panjang melihat riasan putrinya.
" kamu belajar makeup sama siapa? " tanya mama laila heran
" eemm.. gk ada, liat YouTube"
" OMG.. sini mama ajarin, kamu hapus dulu tuh sama milk cleanser" suruh mama
mama laila mengajar dengan luwesnya hingga tak terasa 10 menit selesai.
" ih cepet sekali ma cuma 10 menit " ucap maria heran
__ADS_1
" iya cepet lah orang ini natural " ucap mama laila
" mam boleh dong ajarin aku makeup"
" iyaa, besok mama ajarin ya udah yok kita turun lagi " ajak mama laila
mereka berdua turun lagi untuk bergabung makan malam bersama.
" hemm cantik, kalau bisa setiap hari seperti ini biar kita gak malu " ucap kakek
" malu kenapa sih yah orang maria gak pake makeup pun udah cantik " bela papa Bryan
" laila, besok sebelum berangkat sekolah tolong dandanin dulu putrimu " perintah kakek
" sekolah apa boleh pakai riasan yah? saya terserah maria aja mau atau tidak " ucap mama laila
" kamu mau apa tidak maria? " tanya kakek pada maria
" ya " jawab maria acuh
...****************...
waktu menunjukkan pukul 01:00 malam namun hao belum menunjukkan batang hidungnya.
maria haus karena lupa belum menyediakan air minum di meja tidurnya akhirnya ia turun kebawah untuk mengambil air.
di bawah maria melihat mama laila masih di ruang tengah sembari menonton TV.
" mama belum tidur? " tanya maria khawatir
" yaudah ma biar maria aja yang nungguin sambil nyari info ke temennya kakak mama tidur dulu gih "
" gak papa mama aja, kasian pasti kamu ngantuk " ucap mama
" aku udah tidur kok tadi kebangun karena haus eh sekarang malah gak ngantuk, mama tidur sana biar aku aja yg nunggu kakak "
" emm yaudah, makasih ya nak mama tidur dulu capek banget " ucap mama yang terlihat capek campur khawatir.
mama laila memiliki usaha butik yang baru berkembang. jadi ia harus mengurus semuanya sendiri karena belum memiliki karyawan yang cukup.
setelah mama masuk kamar tiba-tiba rasa kantuk menyerang maria.
" hoamm... kok ngantuk tadi kayaknya bening banget nih mata "
satu jam maria menunggu namun hao belum juga pulang. akhirnya maria tertidur di sofa dengan televisi menyala.
"Brum brum brum"
suara motor hao masuk garasi.
hao masuk lewat pintu samping karena pastinya pintu depan sudah terkunci. saat mau menaiki tangga hao melihat tv masih menyala ia berniat mau mematikan nya
" lah si cantik ketiduran di sini, kasian apa gue pindahin ke kamar aja ya " ucap hao
hao menggendong maria untuk memindahkannya ke kamar. sesampainya di kamar hao malah tergoda dengan keindahan tubuh maria karena tiba-tiba teringat kejadian kemarin lusa.
" apa sih gila, dia adik gue " ucap hao sembari memukul kepalanya
__ADS_1
saat ingin pergi hao mendengar suara maria mendesah karena sedang merenggangkan punggungnya.
" apa itu tadi? anjr*t dia sengaja apa gimana sih? " ucap hao yang menahan nafsunya.
" emmm... ah " rintih maria lagi
" bodo amat jangan salahin gue, lu duluan yang mancing " ucap hao berjalan mendekat lalu menindih tubuh maria.
hao membelai wajah maria yang samar-samar terlihat. ia terpana dengan keindahan bibir maria ingin sekali hao menciumnya namun segera ia urungkan.
" lo cantik kok ma di mata gue " ucap hao yang terlelap tidur di samping maria dengan tangan memeluk tubuhnya.
pagi - pagi maria terbangun ia merasa badanya terasa berat.
" haduh berat banget kenapa ya? pasti kecapean gara-gara belanja seharian kemarin " ucap maria sembari membersihkan matanya yang penuh butiran berlian.
" loh ini kan di kamar, bukannya semalam gue ketiduran di ruang tengah ya siapa yang mindahin " gumam maria lalu melihat ke arah samping.
" Kyaaaaaa " maria menjerit kaget melihat hao tidur di samping sembari memeluknya.
maria segera berontak melepaskan pelukan itu namun tidak bisa karena hao memeluknya semakin erat saat di gerakkan.
hao terbangun mendengar suara teriakan maria yang memekakkan telinga dan merasakan gerakan pemberontakan.
" emmm... berisik banget sih dek " ucap hao setengah sadar
" lo ngapain gue semalam " ucap maria dengan suara sedikit bergetar
" gue? " tanya hao masih bingung karena baru bangun
" lancang lu ya nidurin gue " ucap maria lagi kali ini ia marah dan mendorong tubuh hao.
hao baru mengerti apa yang maria maksud kan dan akhirnya ide nakal pun keluar.
" gu-gue gk sengaja dek, semalem gk sadar " ucap hao yang bermaksud mengerjai maria
" kalau gue hamil gimana? " teriak maria
" hahahahah ... apa sih hamil-hamil orang gue cuma tidur di sebelah lo doang, emang awalnya mau merkosa elu tapi gue kasian sama calon suami lo nanti " ucap hao sembarangan
perkataan itu membuat maria malu dan anehnya ia malah bersedih karena tidak terjadi apa-apa.
" ih gila, malu it's oke lah, kalau sedih ngapain gue sedih gegara dia gak nyentuh gue ihhh.. bener-bener konslet nih gue " batin maria
" kenapa? sedih karena tragedinya cuma prank " ucap hao menggoda setelah sesat melihat ekspresi wajah maria sedih.
" sedih? gila ya lo " ucap maria
" hahah... jelas -jelas lo sedih tadi gue liat kok cuma sekilas aja " ucap hao
" apa sih enggak ya " bantah maria yang wajahnya malah memerah.
" tuh wajah lo merah, hahah beneran " ucap hao yang langsung mendapat tamparan dari maria.
" udah cukup ngerjainnya gue mau mandi keluar lo " ucap maria
" iya iya bawel " ucap hao sembari mengelus pipinya yang memerah karena tamparan tadi.
__ADS_1