Scandal With Kakak Ipar

Scandal With Kakak Ipar
keputusan besar Dante.


__ADS_3

“Sudahlah mah jangan memperpanjang masalah ini,apalagi sekarang kita sudah kedatangan anggota baru.”timpal papa Kurniawan.


“Aulia Selamat datang di keluarga besar kami maaf jika ada perkataan nenek yang tidak enak di dengar.”Papa Kurniawan berujar tidak enak.


ibu nya memang seperti itu dia memang sedikit egois dan juga pemarah Tapi tetap saja Dia adalah orang yang paling di hormati di keluarga ini.karena umur beliau yang paling tua di sini.


“tidak masalah pa.”gumam Aulia lirih.


“lihat suara nya saja sangat pelan, Bagaimana bisa dia memarahi anak-anak Dante nanti. bisa-bisa mereka menjadi orang yang tidak takut orang tua,karena ibu nya tidak pernah memarahi nya.”ketus nendk lagi.


”Omah jika memang Oma mau menghina istri ku Lebih baik aku tidak ada di sini.”dante mulai kesal.


“Kenapa kau marah?seharus nya bukan kau yang marah tapi dia!dia seharus nya merasa sangat beruntung karena menjadi menantu dari keluarga Kurniawan yang terkenal.bukan nya terus menunduk kan pandangan nya, sedari tadi dia harus diajar kan Bagaimana sistem keluarga kita.tidak boleh ada satupun orang di keluarga ini yang menunduk kan kepala nya apalagi di hadapan orang asing. cepat ajarkan itu pada istri mu.”


“oma jangan melewati batas apa Oma tahu kenapa dia terus menerus menunduk kan pandangan nya?karena dia adalah perempuan baik perempuan yang baik adalah perempuan yang mampu dan bisa menjaga pandangannya Seharus nya oma paham kan?.”desis Dante tidak suka.


“kau bahkan berani membantah ku sekarang?!apa kau sudah gila?!.”bentak nenek tidak suka.

__ADS_1


“kenapa nek?kalau memang aku sudah gila aku tidak masalah kalau memang nenek mau memecat ku sebagai seorang cucu.tapi satu hal yang harus nenek tau!aku sudah dewasa aku bukan lagi anak kecil! nenek tidak bisa terus-menerus mengatur hidup ku!ini adalah hidup ku dan aku akan hidup sesuai kemauan ku sendiri!.”bentak Dante tidak suka,tatapan mata nya beralih ke arah sosok nenek.


helaan nafas terdengar dari bibir Aulia,di balik cadar dan mata uang terus-menerus menunduk.percayalah dia sekarang sedang menangis dan juga sedih,baru hari pertama kedatangan nya dia sudah membuat sebuah masalah yang lumayan besar.bahkan sampai membuat Dante untuk pertamakali nya melawan perintah sang nenek.


“kau masih tetap cucu keluarga ini dan kau akan tetap berada di bawah kendali kami Dante jangan lupa itu!.”titah nenek tidak suka.


“oke,kalau memang nenek merasa nenek yang paling berkuasa di muka bumi ini.salam hormat saya nyonya yang maha berkuasa dan maha benar.”dante menangkupkan kedua tangan nya di depan dada,melakukan salam hormat.


“aku selama ini tumbuh dan hidup karena uang kedua orang tua ku,bahkan mereka saja tidak berani mengatur-ngatur hidup ku lalu nenek?nenek hanya tetua di keluarga ini dan nenek berani-berani nya mengatur ku?.yang berhak mengatur hidup ku adalah orang tua ku nenek.kalau nenek menang berfikir nenek punya hak karena aku adalah cucu nenek,oke mulai detik ini aku bukan cucu nenek lagi.nama ku hanya Dante Mahendra bukan Dante Mahendra Kurniawan, terimakasih karena nenek membebaskan ku dari keluarga penuh beban ini.”


Dante mengeluarkan dompet dan juga kunci mobil nya,menunjukan keseriusan kalau dia benar-benar memutuskan semua ini.dia tidak mau terus di desak,dua manusia dia punya hak memilih apa yang diinginkan oleh nya.


“aku akan lebih menyesal kalau tidak menentang nenek sekarang.aku lelah nek,aku bukan robot yang bisa nenek suruh begitu saja.nenek tidak suka dengan keputusan ku menikah dengan Aulia karena dia tidak berkarir seperti Anita?suruh saja kakek nikah dengan Anita!.”


setelah berujar panjang lebar,Dante langsung berbalik.menarik tangan Aulia untuk ikut dengan nya.


“kau tidak akan pernah bertemu dengan orang tua mu Dante!.”geram nenek.

__ADS_1


“mah apa-apaan ini?nama boleh tidak suka dengan keputusan yang diambil Dante,tapi jangan begini mah.dante anak ku,aku yang mengandung nya selama sembilan bulan,aku yang hampir kehilangan nyawa karena melahirkan nya! aku yang membesarkan nya bahkan dengan mengorbankan karir ku karena keluarga ini tidak suka.dante adalah anak ku!dia tidak boleh berpisah dari ku!mah jangan bertindak egois hanya karena mama yang paling tua disini!aku mamah nya aku yang berhak memutuskan Dante boleh atau tidak bertemu dengan ku!!!.”mama Dante yang sejak tadi diam langsung unjuk gigi,dia mengamuk bahkan berteriak dengan sangat lantang.


“menantu jangan tinggikan nada suara mu di hadapan mamah,kau tidak lupa kan dia yang paling tua disini?.”tegur kakek penuh kelembutan.


”lalu bagaimana dengan mamah,papa?.apa dia lupa kalau aku koma selama satu bulan setelah melahirkan Dante, membesarkan Dante yang lahir prematur bukan hal mudah untuk ku tapi apa tadi?dia melarang putra ku untuk bertemu dengan ku?.mah!apa kau seorang ibu! bagaimana bisa kau memisahkan putra ku dari ku!."


“jaga bicara mu menantu atau....."


“atau apa mah?mama mau meminta papa Dante untuk menceraikan saya atau memecat nya dari daftar ahli waris?. silahkan mah!kalau memang dia mau mengikuti perkataan mamah,bukan dia yang menceraikan saya tapi dia yang akan saya ceraikan!.”desis mama Dante tidak suka,dia adalah seorang ibu dan Dante adalah segala nya untuk nya.


“kakak,mama....”dante menghentikan langkah nya saat mendengar suara Aulia.


“dante!jangan lakukan itu nak.mama rela menjadi janda tapi jangan tinggalkan mana,mama sangat menyayangi mu sayang.”bisik mama dari meja.


“apa ini?!kalian mau menghancurkan hubungan yang sudah dibangun sudah payah hanya untuk perempuan itu?!."umpat nenek tidak suka.


“mah!diam lah!.apa aku meminta mamah untuk berbicara,sudah cukup mah.kalau memang mama tidak suka dengan Aulia, setidak nya cukup diam mah.ketidaksukaan mama pada Aulia tidak akan mengubah apapun karena pada kenyataannya dia adalah menantu ku!.”papa Kurniawan ikut bersuara.

__ADS_1


“pah sudahlah jangan menjadi durhaka hanya karena Dante,Dante melakukan semua ini murni karena Dante lelah dengan peraturan keluarga ini yang harus slalu tunduk di hadapan yang lebih tua.kalian jangan khawatir,kami tidak akan pernah menggangu kehidupan kalian lagi dan ya yang pasti adalah kami tidak akan menampakan diri di hadapan kalian lagi.”setekab berujar seperti itu Dante benar-benar pergi dari sana sembari menggandeng tangan Aulia.


lihatlah Aulia dimana pun kau memang tidak pernah diharapkan bahkan di keluarga suami mu sendiri.


__ADS_2