Scandal With Kakak Ipar

Scandal With Kakak Ipar
saling membuka diri.


__ADS_3

“maaf ya mas,aku hanya memasak ini.”


Dante mengangguk tidak masalah,nasi goreng lagi tapi setidaknya itu lebih baik daripada dia kelaparan.hidup nya tidak seperti dulu yang berjalan sesuai dengan rencana,dia harus berusaha lebih keras sekarang dan Dante tidak akan pernah lupa kalau ada sosok gadis di sebelah nya.


“lain kali coba masak yang lain.”


“iya mas, insyaallah kalau ada uang nanti aku mau buka warung!.”jawab nya antusias.


“belajar masak yang baik dulu baru buat warung!.”


“dulu sewaktu di pondok pesantren,aku sering bantu ibu kantin masak jadi masakan ku tidak perlu di ragukan lagi mas!.”jawab Aulia sangat antusias.


Aulia adalah orang yang sangat mandiri tidak pernah bergantung pada siapapun,karena itu setiap memiliki waktu luang Aulia langsung berhamburan membantu ibu kantin untuk memasak.berbagai jenis masakan sudah berhasil di kuasai oleh gadis berumur tujuh belas tahun.


Ilmu adalah sebaik-baik nya pengetahuan.karena itu di saat para santri menggunakan waktu luang untuk tidur dan beristirahat,Aulia memilih turun ke dapur.ada banyak ilmu yang dapat dipelajari oleh nya.selain itu,ibu kantin yang sangat baik hati itu juga sering memberikan Aulia uang jajan tidak seberapa memang, sekitar 3 ribu rupiah per hari.tapi setidaknya itu mampu menutupi beberapa kebutuhan mendesak yang ingin Aulia beli.


“untuk apa kau membantu ibu kantin? kalau ada waktu luang ya untuk istirahat!.”dante pernah merasakan itu,saat dia kuliah di luar negeri.


“biar dapat uang mas sekaligus dapat ilmu masyaallah.”jawab Aulia dengan penuh binaran.


“kalau ilmu aku yakin itu tapi kalau uang? memang nya seberapa banyak yang kau dapat sampai-sampai mengorbankan waktu istirahat mu?.”


“tiga ribu perhari mas,itu sudah di kasih makanan sama ibu kantin waktu jam istirahat.alhamdulilah bisa membantu untuk mencukupi beberapa kebutuhan ku yang lain nya.”

__ADS_1


tiga ribu?dan dia sesenang itu?.


sekarang giliran Dante yang memandang heran ke arah Aulia.tiga ribu bukan uang yang banyak,tapi melihat bagaimana mata itu berbinar sangat bahagia.tidak ada pilihan lain Dante memutuskan untuk tidak menyanggah.


“mas tidak tau ya bagaimana perasaan ku dulu?aku sangat bahagia mas.aku punya uang untuk membeli keperluan ku sendiri seperti sabun mandi,pasta gigi,sabun cuci dan beberapa barang ku yang lain nya.”jawab Aulia.


“sembilan puluh tiga ribu uang yang sangat sedikit itu mampu membuat mu bahagia?yang salah sebenarnya disini aku atau kau?.”


“no,tidak ada yang salah mas.uang punya nominal sendiri-sendiri Dimata sang pemilik, sembilan puluh tiga ribu untuk mas Dante bukan hal yang besar.mungkin itu hanya 0.2 persen dari uang jajan mas Dante sebulan dulu.tapi tetap saja mas untuk seseorang seperti ku itu adalah nominal yang sangat besar!.”


“apa ayah dan ibu mu tidak pernah mengunjungi mu selama kau di pondok?.”tanya Dante yang baru mengingat tentang kedua mertuanya.


“aku hidup saja mereka tidak peduli mas jadi untuk apa mereka datang,mereka pasti bilang kalau itu hanya menghabiskan waktu dan uang.”aulia mengulas senyum miris.


“jadi mas,apa sekarang mas Dante faham alasan ku menolak mu saat kita terjebak di satu kamar yang sama?.”


“karena rasa balas Budi mu pada kedua orang tua Anita?.”tebak Dante.


“tidak,bukan hanya itu tapi karena rasa sayang ku pada kedua orang tua itu.mereka mungkin hanya paman dan juga bibi ku,tapi aku tidak akan pernah lupa satu hal kalau aku bisa hidup dengan baik dan lulus sekolah hanya karena kebaikan mereka mas.”


Aulia rela melakukan banyak hal untuk paman dan bibi nya yang selama ini sudah dengan lapang dada menerima kehadiran nya dengan tangan terbuka.di saat kedua orang tuanya bahkan membuang nya.


“aku merasa sangat bersalah karena sudah menggantikan posisi kak anita.”

__ADS_1


“merasa bersalah yang benar saja?.”dante mengangkat sudut bibir nya membentuk senyum sangat sinis.


“bagaimana pun semua ini adalah kesalahan kita mas,andai kita tidak terjebak' dalam satu kamar yang sama mungkin kak Anita tidak akan pergi.”


“pada nyatanya dia memang sudah merencanakan semua nya dengan matang!.jangan pernah membawa-bawa nama Anita lagi di hadapan ku sekalipun dia adalah sepupu mu.dia bukan perempuan baik dan akan tetap seperti itu!tidak ada perempuan baik-baik yang hamil di luar nikah dan dia bukan perempuan baik-baik.ya menang ada perempuan baik yang hamil di luar nikah dan bisa dipastikan itu adalah korban pemerkosaan tapi tidak dengan Anita yang dengan sangat senang hati menyerahkan diri nya dan tubuh nya pada laki-laki lain.”


Dante beranjak dari tempat duduk nya,berjalan keluar lalu duduk di teras.menyugar rambut nya sendiri, percayalah Dante sekarang sedang kesal dan berantakan sekaligus.dia tidak suka dengan Anita,cinta yang dimiliki oleh Dante untuk perempuan itu sudah terkikis habis dan hanya meninggalkan sebuah kebencian.rasa benci yang lagi-lagi membuatnya merasa menjadi laki-laki paling bodoh karena sudah mau dibodohi oleh anita.


sementara Aulia gadis cantik itu hanya terdiam sembari merenung.dia sadar satu hal membawa-bawa masa lalu ke dalam rumah tangga yang baru di mulai bukan lah hal yang baik.tapi tetao saja ada andil Aulia dalam pernikahan nya ini.


ah ya sudah lah aku akan minta maaf pada mas Dante nanti.


Aulia melanjutkan makan nya dengan sangat santai.setelah itu,dia langsung berjalan keluar dari rumah dengan menenteng tas nya.


“mas?.”panggil Aulia.


“aku minta maaf kalau perkataan ku tadi menyinggung mu.tapi aku tetap tidak akan bisa melupakan beliau,beliau adalah kakak ku.ku mohon maaf kan aku atas kesalahan yang ku lakukan.”gumam Aulia dengan kepala yang tertunduk lumayan dalam.


”aku tidak mau kau mengulanginya lagi Aulia, lupakan tentang Anita yang tidak penting itu?.”


“insyaallah aku akan melupakan nya.”gumam Aulia lagi.


“bagus!hanya itu yang ingin aku tau dari mu jangan sampai kau nya lagi atau aku akan benar-benar marah pada mu!.”

__ADS_1


mengangguk patuh,Aulia tidak akan membantah perintah yang diberikan oleh Dante lagi setelah ini.


__ADS_2