
Palembang, sumatera selatan.
Di kota yang dijuluki dengan kota Pempek dengan icon Ampera ini adalah tempat dimana Dante mengajak Aulia untuk tinggal.mereka memilih untuk membeli sebuah rumah yang lumayan kecil,untuk ukuran seorang konglomerat seperti sosok dante.datang kemari,Dante membawa uang yang tidak terlalu banyak.semua itu berasal dari sana pribadi nya.
Uang sekitar 1 miliar di bawa oleh sosok Dante.setelah membeli satu rumah yang hanya terdiri dari satu kamar mandi,satu kamar tidur,sebuah ruang tamu kecil.yang harga nya sekitar 200 juta rupiah.bagaimanapun,uang itu lumayan besar untuk Dante dan Aulia sekarang.
“kita akan tinggal disini sementara waktu,maaf kalau rumah ini tidak sebesar rumah paman dan bibi mu.”ujar Dante begitu mereka masuk ke dalam rumah yang furniture nya masih kosong.
“tidak masalah,ini sudah lebih dari cukup.”jawab Aulia.
Siapa yang menyangka aku yang seumur hidup selalu dilayani akan berada di ruangan seperti ini.
Dante yang mendengar hanya mampu menghela nafas lumayan panjang.menatap sendu ke depan,lebih tepat nya ke rumah yang ukuran nya sama persis seperti ukuran kamar Dante.
“aku masih mempunyai sedikit uang di tabungan ku.tapi untuk modal kita makan dan membeli peralatan,dan beberapa bahan makan kau tidak masalah kan kalau kita tinggal disini?.”
“aku dulu terbiasa hidup di pesantren dengan banyak keterbatasan,aku tidak masalah.”
Tinggal di rumah kecil dengan semua keterbatasan yang dimiliki oleh nya,Aulia akan mudah beradaptasi.karena dulu,sewaktu di pondok pesantren dia hidup dengan segala keterbatasan yang ada.teman-teman nya adalah orang-orang yang berasal dari kelas menengah ke atas, sementara Aulia tidak.dia saja masuk pondok pesantren karena beasiswa,jadi dari paman dan bibinya tidak memberikan uang saku.paling kalau mereka berkunjung 6 bulan sekali,mereka akan memberi Aulia yang sebesar 300 ribu.untuk 6 bulan ke depan.
“maaf,karena kesalahan ku kau sampai-sampai terseret.”
__ADS_1
“aku baik-baik saja.”
Aulia menjawab dengan suara yang sangat santai.dia berjalan masuk ke dalam kamar,belum ada barang apapun disana,hanya sebuah ruangan yang lumayan kecil dan satu jendela.meletakan tas di ujung ruangan,Aulia mulai mengambil sebuah sapu yang memang ditinggalkan disana.
“kau akan beres-beres?.”
“iya.”
“kalah begitu aku akan pergi keluar.”
“kakak ipar mau kemana?.”
“mau cari makan,sama beli beberapa furniture rumah.kau tunggu disini jangan pernah beranjak sebelum aku pulang!.”
Siapa sangka dibalik kain yang terus-menerus menutupi wajah nya,ada sosok perempuan cantik dengan bibir mungil, bulu mata yang lentik,serta hidung yang mancung.jika dibandingkan dengan Anita,Aulia akan lebih unggul dalam hal kecantikan.hanya saja bedanya Aulia bukan tipe perempuan yang suka ataupun sering mengumbar wajah cantik nya.dengan cepat Aulia langsung membereskan dan menyapu rumah nya.saat keluar,dia langsung kembali memakai cadarnya.
hufhhh.terdampar ditempat asing lagi....
aulia memandang sendu ke arah rumah yang akan ia tempati.tidak lama terdengar suara ketukan pintu yang lumayan keras, membuat Aulia langsung menoleh.
“assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.”salam Dante.
__ADS_1
“wa'alaikum salam warahmatullahi wa barakatuh.”jawab Aulia.
“mas masukan semua nya saja ke dalam!Aulia kau bisa pergi ke dapur kan?mereka mau masuk dan membereskan semua nya?.”aulia langsung mengangguk,dia menyingkir ke dapur,membiarkan beberapa orang itu menata furniture.
setelah semua nya tertata dan orang-orang itu pergi, Aulia baru memunculkan diri nya.dia mengulas senyum sangat tipis,sekarang rumah yang awalnya sangat kosong sekarang sudah lengkap.karpet bulu dengan meja kecil di tengah, dapur yang mulai diisi dengan sebuah kulkas,mesin cuci, piring-piring,gelas,kompor dan beberapa bahan pokok yang baru saja di beli oleh Dante.jendela yang mulai dipasangi gorden gorden,kamar yang sekarang sudah memiliki kasur dan juga sebuah lemari plastik tidak lupa Dante membeli lampu tidur.
Aku tidak pernah berharap Ini akan terjadi.tapi kenapa hidupku sangat rumit ya?aku yang ingin menikah dengan Anita sekarang justru terjebak dan menikah dengan aulia.lalu aku harus meninggalkan semua kemewahan yang ku miliki hanya untuk membuat gadis itu tidak dihina oleh keluarga ku.
helaan nafas terdengar dari bibir Dante.
“aulia!.”
“iya kakak ipar?.”
“tolong ambilkan piring,aku sudah membeli makanan tadi!.”pinta Dante pada Aulia.
“baik.”sebelum menggunakan nya Aulia terlebih dulu mencuci nya.
mereka berdua sekarang sedang duduk di ruang tamu,sembari membuka bungkus nasi Padang yang baru di beli oleh Dante.
“apa kau tidak risih makan memakai kain itu?.”
__ADS_1
“tidak aku tidak risih memang nya kenapa kakak ipar?.”